alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Soroti Pemasangan Pipa di Parit

SUKADANA – Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangunan Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU) Abdul Rani menilai pekerjaan proyek rehabilitasi sarana  dan prasarana air bersih di Sukadana baru selesai dikerjakan, tidak terencana dengan baik. Menurutnya, hal itu karena ada beberapa pipa yang tidak ditimbun tanah, dan hanya diletakkan di dalam aliran parit.

“Itu pipa di dalam parit, kayak ular. Berarti banyak (volume galian) dikurangi. Terkait timbunan juga bagaimana kedalamannya? Kita tidak tahu berapa kedalamannya, karena kita tidak pegang speknya,” terang Abdul Rani, Kamis (7/1).  Menurutnya,  pipa – pipa yang ada di aliran parit itu, dapat mengganggu aliran air dan dapat menyebabkan sampah tersangkut  dan dapat menimbulkan banjir.

Baca Juga :  Antusiasme Vaksinasi Massal

“Ini menjadi tugas konsultan. Saya sangat mengkritisi pemasangan pipa di dalam parit ini. Kalau dapat menyebabkan banjir bagaimana? Sampah-sampah yang nyangkut di pipa bagaimana?” tegasnya.

Ia berharap kepada intansi berwenang seperti Inspektorat dapat meninjau atau mengambil tindakan terhadap proyek – proyek pemerintah yang gagal mutu.

“Inspektorat lemah juga, semacam ada pembiaran. Banyak proyek – proyek di Kayong yang tidak tentu pasal, hanya menghabiskan uang daerah,” lanjutnya.

Sebelumnya,  Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara Eman Awaludin mengatakan bahwa penempatan pipa di dalam parit.

“Jadi dari tim perencanan memang  seperti itu, karena ada beberapa lokasi tidak ada tanah sisa. Sementara opsi kita hanya ada dua. Mau melebarkan jalan atau merehab pipa, ternyata ada opsi ketiga merehab pipa tanpa menggagu rencana pelebaran jalan,” tutupnya. (dan).

Baca Juga :  Kayong Utara Perjuangkan Pembangunan Bandara

SUKADANA – Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangunan Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU) Abdul Rani menilai pekerjaan proyek rehabilitasi sarana  dan prasarana air bersih di Sukadana baru selesai dikerjakan, tidak terencana dengan baik. Menurutnya, hal itu karena ada beberapa pipa yang tidak ditimbun tanah, dan hanya diletakkan di dalam aliran parit.

“Itu pipa di dalam parit, kayak ular. Berarti banyak (volume galian) dikurangi. Terkait timbunan juga bagaimana kedalamannya? Kita tidak tahu berapa kedalamannya, karena kita tidak pegang speknya,” terang Abdul Rani, Kamis (7/1).  Menurutnya,  pipa – pipa yang ada di aliran parit itu, dapat mengganggu aliran air dan dapat menyebabkan sampah tersangkut  dan dapat menimbulkan banjir.

Baca Juga :  Situs Sejarah Terbongkar Akibat Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi

“Ini menjadi tugas konsultan. Saya sangat mengkritisi pemasangan pipa di dalam parit ini. Kalau dapat menyebabkan banjir bagaimana? Sampah-sampah yang nyangkut di pipa bagaimana?” tegasnya.

Ia berharap kepada intansi berwenang seperti Inspektorat dapat meninjau atau mengambil tindakan terhadap proyek – proyek pemerintah yang gagal mutu.

“Inspektorat lemah juga, semacam ada pembiaran. Banyak proyek – proyek di Kayong yang tidak tentu pasal, hanya menghabiskan uang daerah,” lanjutnya.

Sebelumnya,  Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara Eman Awaludin mengatakan bahwa penempatan pipa di dalam parit.

“Jadi dari tim perencanan memang  seperti itu, karena ada beberapa lokasi tidak ada tanah sisa. Sementara opsi kita hanya ada dua. Mau melebarkan jalan atau merehab pipa, ternyata ada opsi ketiga merehab pipa tanpa menggagu rencana pelebaran jalan,” tutupnya. (dan).

Baca Juga :  Akses Menuju Desa Matan Jaya Berlumpur, Perusahaan Bantu Perbaikan Jalan dan Drainase

Most Read

Artikel Terbaru

/