alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

BUMDes Tampung Produk Masyarakat Sekitar Tanagupa

SUKADANA – Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad berharap agar BUMDes dapat menampung produk yang dihasilkan Desa sekitar Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa). Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri rapat pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat dan kelestarian kawasan sekitar Tanagupa, Jumat (5/2).”Kami bersama dengan Dinas Perdagangan serta Dekranasda telah menemukan suatu kesepakatan bagaimana caranya agar produk KKU (Kayong Utara) bisa dipasarkan dan hal ini sudah kami bicarakan bersama Ketua LSM Pawan Heritage,” ujar Wabup.

Wabup juga mengapresiasi dan berterima kasih atas niat baik dari LSM Pawan Heritage yang bersedia membantu pengelolaan  produk-produk UMKM desa sekitar Tanagupa untuk dipasarkan di Ketapang.

Baca Juga :  Polisi Panggil Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Kayong Utara

Senada dengan disampaikan Wabup, Ketua LSM Pawan Heritage Sifradansyah mengatakan bahwa Tanagupa adalah salah satu kebanggaan Kabupaten Kayong Utara sekaligus Indonesia, bahkan merupakan salah satu paru-paru dunia yang tersisa saat ini. “Untuk melestarikan hutan dan kawasan Tanagupa harus diikuti dengan langkah-langkah yang nyata tentang bagaimana mensejahterakan masyarakat di sekitar Tanagupa, sehingga kita harus dukung penuh kegiatan UMKM masyarakat di kawasan tersebut terutama dalam hal membantu memasarkan produk-produk UMKM mereka,” ujar GM Hotel Aston Ketapang tersebut.

Sementara itu,  Kepala Tanagupa M. Ari Wibawanto mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan kegiatan pemberdayaan hampir di semua desa sekitar Tanagupa. Pemberdayaan tersebut tidak cuma dilakukan mereka di hutan saja, tetapi saat ini bagaimana paradigmanya melakukan pemanfaatan namun jangan menebang kayu.

Baca Juga :  Dorong Nelayan Dapatkan Pass Kapal

“Mereka boleh memanfaatkan lahan di sana untuk ditanami, diambil buahnya, tapi diambil kayunya jangan. Kemudian,  tidak hanya di dalam kawasan, saat ini sudah ada 14 desa yang kita berdayakan serta banyak desa yang meminta kami sebagai fasilitator,” ujar Ari.

Ari juga berharap bahwa dengan adanya galeri di Ketapang nanti tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga ada dalam bentuk jasa seperti informasi paket-paket wisata di Kabupaten Kayong Utara. (Hen/Ya/Prokopim)

SUKADANA – Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad berharap agar BUMDes dapat menampung produk yang dihasilkan Desa sekitar Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa). Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri rapat pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat dan kelestarian kawasan sekitar Tanagupa, Jumat (5/2).”Kami bersama dengan Dinas Perdagangan serta Dekranasda telah menemukan suatu kesepakatan bagaimana caranya agar produk KKU (Kayong Utara) bisa dipasarkan dan hal ini sudah kami bicarakan bersama Ketua LSM Pawan Heritage,” ujar Wabup.

Wabup juga mengapresiasi dan berterima kasih atas niat baik dari LSM Pawan Heritage yang bersedia membantu pengelolaan  produk-produk UMKM desa sekitar Tanagupa untuk dipasarkan di Ketapang.

Baca Juga :  Masyarakat Tumpah Ruah Turun ke Jalan

Senada dengan disampaikan Wabup, Ketua LSM Pawan Heritage Sifradansyah mengatakan bahwa Tanagupa adalah salah satu kebanggaan Kabupaten Kayong Utara sekaligus Indonesia, bahkan merupakan salah satu paru-paru dunia yang tersisa saat ini. “Untuk melestarikan hutan dan kawasan Tanagupa harus diikuti dengan langkah-langkah yang nyata tentang bagaimana mensejahterakan masyarakat di sekitar Tanagupa, sehingga kita harus dukung penuh kegiatan UMKM masyarakat di kawasan tersebut terutama dalam hal membantu memasarkan produk-produk UMKM mereka,” ujar GM Hotel Aston Ketapang tersebut.

Sementara itu,  Kepala Tanagupa M. Ari Wibawanto mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan kegiatan pemberdayaan hampir di semua desa sekitar Tanagupa. Pemberdayaan tersebut tidak cuma dilakukan mereka di hutan saja, tetapi saat ini bagaimana paradigmanya melakukan pemanfaatan namun jangan menebang kayu.

Baca Juga :  Pemkab Tetapkan HET Elpiji Melon

“Mereka boleh memanfaatkan lahan di sana untuk ditanami, diambil buahnya, tapi diambil kayunya jangan. Kemudian,  tidak hanya di dalam kawasan, saat ini sudah ada 14 desa yang kita berdayakan serta banyak desa yang meminta kami sebagai fasilitator,” ujar Ari.

Ari juga berharap bahwa dengan adanya galeri di Ketapang nanti tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga ada dalam bentuk jasa seperti informasi paket-paket wisata di Kabupaten Kayong Utara. (Hen/Ya/Prokopim)

Most Read

Artikel Terbaru

/