alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Cegah Kebakaran 17 Ha Lahan Gambut

SIMPANG HILIR– Terjadinya Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara menjadi pembelajaran. Berkaitan hal ini, pemerintah desa setempat akan membuat kanal air untuk mencegah terjadinya hal serupa dikemudian hari. Terlebih, daerah tersebut terdapat kurang lebih 17 hetar lahan gambut yang mudah terbakar.

“Kedepanya kita juga harus menambah mesin untuk mencegah terjadinya kebakaran, dan akan mengajukan sekat kanal, dengan berkerjasama dengan kabupaten. Karena lahan gabut di Desa pemangkat ini perlu juga. Kalau untuk lahan gabut, ada sekitar 17 hektar di Desa Pemangkat, dan rawan terbakar. Kedepan akan mengoptimalkan lebih baik, gimana langkah-langkah antisipasi supaya tidak terjadi kebakaran,”terang Kepala Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Mujiman, Minggu (7/3).

Baca Juga :  Pengunjung Mulai Berdatangan, Lokasi Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

Selanjutnya kata Mujiman, pihaknya akan terus berupaya dalam melakukan langkah sosialisai kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Apa lagi, Desa Pemangkat cukup banyak terdapat lahan gambut.

“Sosialisasi kepada masyarkat yang punya lahan agar tidak membakar hutan sembarangan. Menjaga api pada musim kemarau, agar tidak terjadi kebakaran. Apa lagi lahan gambut akan memancing api. Dengan adanya kejadian kemarin, antusiasnya turun semua, dalam memadamkan api. Baik pemerintah Desa, BPBD, Manggala Agni, Polsek Danramil, ikut memadamkan. Termaksud warga lainnya,”tambahnya.

Bahkan, lanjut Kades, selain akan membuat kanal air di lahan gambut, pemerintah Desa Pemangkat akan menganggarkan pembelian mesin yang digunakan untuk memadamkan api,  jika kembali terjadinya Karhutla. “Kita akan menambah mesin untuk memadamkan api kebakaran,”katanya. (dan)

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Menjadi Tugas Bersama

SIMPANG HILIR– Terjadinya Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara menjadi pembelajaran. Berkaitan hal ini, pemerintah desa setempat akan membuat kanal air untuk mencegah terjadinya hal serupa dikemudian hari. Terlebih, daerah tersebut terdapat kurang lebih 17 hetar lahan gambut yang mudah terbakar.

“Kedepanya kita juga harus menambah mesin untuk mencegah terjadinya kebakaran, dan akan mengajukan sekat kanal, dengan berkerjasama dengan kabupaten. Karena lahan gabut di Desa pemangkat ini perlu juga. Kalau untuk lahan gabut, ada sekitar 17 hektar di Desa Pemangkat, dan rawan terbakar. Kedepan akan mengoptimalkan lebih baik, gimana langkah-langkah antisipasi supaya tidak terjadi kebakaran,”terang Kepala Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Mujiman, Minggu (7/3).

Baca Juga :  Karhutla Tanggung Jawab Bersama

Selanjutnya kata Mujiman, pihaknya akan terus berupaya dalam melakukan langkah sosialisai kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Apa lagi, Desa Pemangkat cukup banyak terdapat lahan gambut.

“Sosialisasi kepada masyarkat yang punya lahan agar tidak membakar hutan sembarangan. Menjaga api pada musim kemarau, agar tidak terjadi kebakaran. Apa lagi lahan gambut akan memancing api. Dengan adanya kejadian kemarin, antusiasnya turun semua, dalam memadamkan api. Baik pemerintah Desa, BPBD, Manggala Agni, Polsek Danramil, ikut memadamkan. Termaksud warga lainnya,”tambahnya.

Bahkan, lanjut Kades, selain akan membuat kanal air di lahan gambut, pemerintah Desa Pemangkat akan menganggarkan pembelian mesin yang digunakan untuk memadamkan api,  jika kembali terjadinya Karhutla. “Kita akan menambah mesin untuk memadamkan api kebakaran,”katanya. (dan)

Baca Juga :  Bakar Lahan Wajib Patuhi Aturan

Most Read

Artikel Terbaru

/