alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

DPRD akan Panggil PUPR

SUKADANA – Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi berjanji akan meninjau lokasi pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana. Pasalnya proyek tersebut dituding sejumlah kalangan menyebabkan dampak banjir pada permukiman warga.

Selain itu, mereka juga akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA). “Kita memang sudah melihat informasi di media online, cetak, dan TV, terkait persoalan pekerjaan tersebut. Saya akan jadwalkan meninjau lokasi pekerjaan irigasinya dan memanggil dinas terkait, guna mendengar persoalan di lapangan seperti apa,” ungkap Sarnawi, Minggu (7/3) di Sukadana.

Sebab, sambung Sarnawi, DPRD harus aktif dalam mengawal segala pembangunan yang ada di Kayong Utara. Sehingga, kata dia, jangan sampai segala pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak positif kepada masyarakat.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka akan Diterapkan untuk SMP dan SMA

“Harus ada dampak positifnya (pembangunan), jangan sampai menimbulkan persoalan yang dapat meresahkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Adi, salah satu warga di Tanjung Belimbing, menjelaskan, kondisi banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi, limpahan air dari saluran Tanjung Belimbing, cepat menggenangi pemukiman warga. Karena, sambung dia, kondisi dinding irigasi bagian belakang pemukiman tidak mendapatkan penambahan tinggi. Malahan, kata dia, dinding irigasi yang sebelahnya, yang jauh dari pemukiman warga.

“Besok (kemarin, Red) kita akan laporkan ke Polres, saya sebagai masyarakat. Bukan hanya pribadi, tapi saya memikirkan masyarakat lain yang juga terdampak (banjir) bukan hanya saya. Takutnya ada korban jiwa, maklumlah takutnya air naik kondisi kita sedang tidur, air cepat naik, kesetrum apa. Kemarin tetangga kita ada kipas anginnya hidup di dalam air, untung cepat dicabut (listriknya) kalau tidak kesetrum,” kata Adi, di Dusun Tanjung Belimbing, Minggu (7/3) kemarin. (dan)

SUKADANA – Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi berjanji akan meninjau lokasi pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana. Pasalnya proyek tersebut dituding sejumlah kalangan menyebabkan dampak banjir pada permukiman warga.

Selain itu, mereka juga akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA). “Kita memang sudah melihat informasi di media online, cetak, dan TV, terkait persoalan pekerjaan tersebut. Saya akan jadwalkan meninjau lokasi pekerjaan irigasinya dan memanggil dinas terkait, guna mendengar persoalan di lapangan seperti apa,” ungkap Sarnawi, Minggu (7/3) di Sukadana.

Sebab, sambung Sarnawi, DPRD harus aktif dalam mengawal segala pembangunan yang ada di Kayong Utara. Sehingga, kata dia, jangan sampai segala pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak positif kepada masyarakat.

Baca Juga :  Memasuki Hari Ke Empat ABK KM Rajawali Belum Ditemukan 

“Harus ada dampak positifnya (pembangunan), jangan sampai menimbulkan persoalan yang dapat meresahkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Adi, salah satu warga di Tanjung Belimbing, menjelaskan, kondisi banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi, limpahan air dari saluran Tanjung Belimbing, cepat menggenangi pemukiman warga. Karena, sambung dia, kondisi dinding irigasi bagian belakang pemukiman tidak mendapatkan penambahan tinggi. Malahan, kata dia, dinding irigasi yang sebelahnya, yang jauh dari pemukiman warga.

“Besok (kemarin, Red) kita akan laporkan ke Polres, saya sebagai masyarakat. Bukan hanya pribadi, tapi saya memikirkan masyarakat lain yang juga terdampak (banjir) bukan hanya saya. Takutnya ada korban jiwa, maklumlah takutnya air naik kondisi kita sedang tidur, air cepat naik, kesetrum apa. Kemarin tetangga kita ada kipas anginnya hidup di dalam air, untung cepat dicabut (listriknya) kalau tidak kesetrum,” kata Adi, di Dusun Tanjung Belimbing, Minggu (7/3) kemarin. (dan)

Most Read

Depak “Raja Tanah Liat”

ASN Diimbau Tak Keluar Kalbar

Aktivitas Warga Lumpuh

Artikel Terbaru

/