alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Bila Terbukti akan Diproses

BEREDAR kabar, pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara dipanggil Polisi, terkait dugaan laporan dari masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo menyebutkan, pemanggilan hanya klarifikasi atas laporan dari masyarakat. Salah satunya RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I. “Bukan panggilan mas, tapi melakukan klarifikasi laporan dari masyarakat,”sebut Kapolres, Kamis (8/4) di Sukadana, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Begitu pula pemanggilan Dinas PUPR, lanjut Kapolres, melakukan klarifikasi, namun dengan beda laporan.

Berkaitan dengan hal ini, baik RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dan Dinas PUPR Kayong Utara saat ini Polisi masih melakukan pendalaman, untuk cross check data dan fakta terkait laporan dimaksud.

Baca Juga :  Pertahankan Zona Kuning

“Sama klarifikasi juga tapi beda laporan. Untuk materi yang dilaporkan masih belum sempat saya ekspos, karena masih pendalaman. Ini tujuannya untuk cross check data dan fakta terkait laporan dimaksud. Ini untuk menjamin kepastian dan keadilan hukum. Bila tidak mendasar maka tidak diteruskan pada jenjang penyidikan. Namun bila terbukti tentunya akan kami proses lanjut,” jelas Kapolres.

Karena, sambung Kapolres, proses klarifikasi untuk menguji benar atau tidak, berdasarkan fakta dan bukti yang ada. “Proses klarifikasi adalah tahapan untuk uji benar atau tidak berdasar fakta dan bukti. Nanti akan diekspose isinya bila sudah dapat disimpulkan benar atau tidaknya,” tutupnya. (dan)

BEREDAR kabar, pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara dipanggil Polisi, terkait dugaan laporan dari masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo menyebutkan, pemanggilan hanya klarifikasi atas laporan dari masyarakat. Salah satunya RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I. “Bukan panggilan mas, tapi melakukan klarifikasi laporan dari masyarakat,”sebut Kapolres, Kamis (8/4) di Sukadana, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Begitu pula pemanggilan Dinas PUPR, lanjut Kapolres, melakukan klarifikasi, namun dengan beda laporan.

Berkaitan dengan hal ini, baik RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dan Dinas PUPR Kayong Utara saat ini Polisi masih melakukan pendalaman, untuk cross check data dan fakta terkait laporan dimaksud.

Baca Juga :  Akses Menuju Desa Matan Jaya Berlumpur, Perusahaan Bantu Perbaikan Jalan dan Drainase

“Sama klarifikasi juga tapi beda laporan. Untuk materi yang dilaporkan masih belum sempat saya ekspos, karena masih pendalaman. Ini tujuannya untuk cross check data dan fakta terkait laporan dimaksud. Ini untuk menjamin kepastian dan keadilan hukum. Bila tidak mendasar maka tidak diteruskan pada jenjang penyidikan. Namun bila terbukti tentunya akan kami proses lanjut,” jelas Kapolres.

Karena, sambung Kapolres, proses klarifikasi untuk menguji benar atau tidak, berdasarkan fakta dan bukti yang ada. “Proses klarifikasi adalah tahapan untuk uji benar atau tidak berdasar fakta dan bukti. Nanti akan diekspose isinya bila sudah dapat disimpulkan benar atau tidaknya,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/