alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ratusan Dus Minol Berhasil Diamankan

SUKADANA – Ratusan dus minuman keras terjaring operasi Pekat oleh pihak Polsek Pulau Maya Karimata bersama personil gabungan, dari TNI AL, Kementerian Kelautan  dan Perikanan (KKP), dan Satpol PP.

Kanit Provos Polsek Pulau Maya AIPTU Cahyono Rimbe, menyebutkan pengaruh buruk minuman keras ini sering dikeluhkan masyarakat di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata.  “Dampak dari Minol (minuman beralkohol,red)  ini, ya terjadi perkelahian, ada anak yang melawan orangtua, itu lebih parah,” ungkap AIPTU Cahyono Rimbe, Selasa (6/4) .

Salah satu pemilik minuman keras yang terjaring razia Ninik mengaku tidak tahu kalau minuman jenis Bir masuk kategori yang dilarang, mengingat kadar alkohol di bir cukup rendah. Ia pun mengaku menjual ke beberapa kapal yang biasa merapat ke Padang. Namun karena cuaca buruk, beberapa kapal sepi merapat. “Biasa jual ke kapal – kapal, Tapi karena cuaca kurang bagus mereka tidak merapat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belum Ada Kabar Soal Penyambutan, Daud Yordan Kecewa

Selain itu, diakui Ninik, minuman bir miliknya masuk sejak Oktober lalu, sedangkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur minuman beralkohol keluar pada Januari lalu. Ia pun meminta pemerintah desa memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menghabiskan stok minuman yang ada.

Namun tak sempat menjual habis minuman yang ada, warung miliknya yang menyimpan minuman bir di razia, dan diamankan pihak berwajib. “Saya masukan barang ini (Bir) bulan Oktober. Sebelumnya kami jual disini tidak apa. Kami juga tidak tahu, karena orang awam. Tidak tahu kalau aturannya, bir ini tidak boleh dijual di sini. Saya minta toleransi untuk menghabiskan stok bir saya,” ungkap Ninik.

Sementara itu, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengaku sangat terbantu dengan pihak berwajib yang melakukan penertiban penjualan minol di daerah kepulauan yang sangat lemah dari pengawasan. Terlebih di beberapa desa di Kecamatan Kepulauan Karimata belum ada Polsek.

Baca Juga :  Cakupan JKS-KIS Tertinggi di Kalbar, Kayong Utara Kembali Deklarasikan Universal Health Coverage

“Kita sangat terbantu, karena hal ini sudah sering dikeluhkan masyarakat. Terlebih kecamatan Kepulauan Karimata ini Polsek tidak ada, koramil tidak ada, Danramil tidak ada,” terang Citra. (dan)

SUKADANA – Ratusan dus minuman keras terjaring operasi Pekat oleh pihak Polsek Pulau Maya Karimata bersama personil gabungan, dari TNI AL, Kementerian Kelautan  dan Perikanan (KKP), dan Satpol PP.

Kanit Provos Polsek Pulau Maya AIPTU Cahyono Rimbe, menyebutkan pengaruh buruk minuman keras ini sering dikeluhkan masyarakat di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata.  “Dampak dari Minol (minuman beralkohol,red)  ini, ya terjadi perkelahian, ada anak yang melawan orangtua, itu lebih parah,” ungkap AIPTU Cahyono Rimbe, Selasa (6/4) .

Salah satu pemilik minuman keras yang terjaring razia Ninik mengaku tidak tahu kalau minuman jenis Bir masuk kategori yang dilarang, mengingat kadar alkohol di bir cukup rendah. Ia pun mengaku menjual ke beberapa kapal yang biasa merapat ke Padang. Namun karena cuaca buruk, beberapa kapal sepi merapat. “Biasa jual ke kapal – kapal, Tapi karena cuaca kurang bagus mereka tidak merapat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahun Depan Kepegawaian Diatur Badan

Selain itu, diakui Ninik, minuman bir miliknya masuk sejak Oktober lalu, sedangkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur minuman beralkohol keluar pada Januari lalu. Ia pun meminta pemerintah desa memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menghabiskan stok minuman yang ada.

Namun tak sempat menjual habis minuman yang ada, warung miliknya yang menyimpan minuman bir di razia, dan diamankan pihak berwajib. “Saya masukan barang ini (Bir) bulan Oktober. Sebelumnya kami jual disini tidak apa. Kami juga tidak tahu, karena orang awam. Tidak tahu kalau aturannya, bir ini tidak boleh dijual di sini. Saya minta toleransi untuk menghabiskan stok bir saya,” ungkap Ninik.

Sementara itu, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengaku sangat terbantu dengan pihak berwajib yang melakukan penertiban penjualan minol di daerah kepulauan yang sangat lemah dari pengawasan. Terlebih di beberapa desa di Kecamatan Kepulauan Karimata belum ada Polsek.

Baca Juga :  Cakupan JKS-KIS Tertinggi di Kalbar, Kayong Utara Kembali Deklarasikan Universal Health Coverage

“Kita sangat terbantu, karena hal ini sudah sering dikeluhkan masyarakat. Terlebih kecamatan Kepulauan Karimata ini Polsek tidak ada, koramil tidak ada, Danramil tidak ada,” terang Citra. (dan)

Most Read

Joni Isnaini Resmi Dipecat

Tren Makeup 2021

Jangan Percaya Hoaks Tentang Vaksin

Dinkes Terima 20 Nakes Sehat

Artikel Terbaru

/