alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Sarankan Perbaikan dengan Swakelola

SUKADANA – Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara untuk melakukan peninjauan kembali terkait keluhan warga Tanjung Belimbing. Dia juga mengusulkan kegiatan perbaikan pada jaringan irigasi tersebut dengan kegiatan swakelola. Saran tersebut disampaikan dia saar meninjau lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Senin (8/3).

Beberapa warga dan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga hadir ke lokasi proyek yang beberapa pekan terakhir membuat resah masyarakat sekitar Tanjung Belimbing, lantaran menyebabkan banjir di pemukiman warga sekitar lokasi irigasi. Diungkapkan Sarnawi kedatangannya ini guna melihat lokasi pekerjaan dan menyerap langsung informasi masyarakat di lapangan, sehingga tidak terjadi informasi simpang siur.

“Turun ke lapangan ini guna mencarikan solusi dan setelah kita turun ke lapangan memang keluhan masyarakat itu setiap hari hujan yang besar mudah kebanjiran, dan saya lihat memang benar, tapi kehadiran saya di sini saya tidak berpihak kepada masyarakat maupun dinas, tapi kita carikan solusinya bagaimana,” ungkap Sarnawi.

Di sisi lain, Sarnawi mengaku malu ketika persoalan ini terus bergulir di beberapa media, dan menjadi pembicaraan di masyarakat Kayong Utara.

“Saya minta dengan Dinas PUPR untuk mencarikan dananya, untuk swakelola ke depan, itu solusi yang terbaik. Malu kita sedikit-sedikit ribut gara-gara ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seorang Warga Diduga Telenggelam di Perairan Teluk Batang

Dari hasil peninjauan ke lapangan, Sarnawi menilai ada beberapa kesalahan dalam perencanaan awal. Pasalnya, dia memperoleh informasi, ada beberapa warga yang tidak terlibat langsung dalam musyawarah pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi.

“Ini memang salah dari perencanaan kita, karena tidak melihat ke lapangan, kalau air besar, airnya ke mana (melimpahnya). Cuma yang sudah, ya sudah, sekarang kita carikan solusinya,” timpalnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, Emi Yuliana tak memungkiri, ada sebagian masyarakat yang terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi. Namun diakuinya, lebih banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar irigasi air yang dibangun tahun 2020 lalu. Di antaranya, sebut dia, beberapa persawahan masyarakat sudah mulai teraliri air, sehingga beberapa warga yang bercocok tanam padi berdampak kepada peningkatan hasil padi ketika panen.

“Sangat banyak sekali manfaatnya (irigasi), dulu airnya kering tidak sampai ke sawah-sawah sekarang sudah sampai ke sawah-sawah. Sekarang manfaat kedua, dulu saluran bocor sudah direhap kembali, sehingga pengairan bagus, sampai ke sawah-sawah, panen padi warga bisa meningkat. Dulu saluran airnya rendah juga sudah sampai ke Sungai Gali sana. Dan dampak dari pembangunan itu paling air hujan sedikit berdampak kepada penduduk yang bermukim satu (atau) dua orang,” kata Emi.

Baca Juga :  Bupati Ikut Padamkan Karhutla

Selanjutnya,  Emi juga membantah bahwa apa yang mereka laksanakan tanpa perencanaan dan musyawarah masyarakat sekitar irigasi. Sebab,  berdasarkan dokumentasi yang ia tunjukkan kepada awak media, telah terjadi rapat musyawarah antara mereka dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perencanaan bentuk irigasi yang sesuai keinginan.

“Perencanaan awal melalui masyarakat sampai empat atau lima kali musyawarah, ini dokumentasi rapat masih ada, surat yang bertanda tangan juga masih ada, jadi kami mengakomodir semua kemauan masyarakat.  Jadi pembangunan ini sesuai harapan masyarakat, baik spek-nya, minta timbunkan, semua sudah dari masyarakat semua,” tutur Emi.

Terkait langkah cepat penanganan banjir, Emi mengaku belum dapat memberikan jawaban, mengingat hal tersebut harus dibahas di instansi terkait. Karena dirinya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena takut kembali dipersalahkan.

“Untuk solusinya nanti kita pelajari dulu, karena mengambil keputusan sekarang kita sangat berhati-hati. Kita ambil positifnya saja. kalau salah ambil keputusan, takut berbalik ke kita, keputusan harus bersama-sama, musyawarah, kami tidak mau disalahkan. Tujuan kami untuk membangun, untuk masyarakat,” katanya. (dan)

SUKADANA – Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara untuk melakukan peninjauan kembali terkait keluhan warga Tanjung Belimbing. Dia juga mengusulkan kegiatan perbaikan pada jaringan irigasi tersebut dengan kegiatan swakelola. Saran tersebut disampaikan dia saar meninjau lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Senin (8/3).

Beberapa warga dan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga hadir ke lokasi proyek yang beberapa pekan terakhir membuat resah masyarakat sekitar Tanjung Belimbing, lantaran menyebabkan banjir di pemukiman warga sekitar lokasi irigasi. Diungkapkan Sarnawi kedatangannya ini guna melihat lokasi pekerjaan dan menyerap langsung informasi masyarakat di lapangan, sehingga tidak terjadi informasi simpang siur.

“Turun ke lapangan ini guna mencarikan solusi dan setelah kita turun ke lapangan memang keluhan masyarakat itu setiap hari hujan yang besar mudah kebanjiran, dan saya lihat memang benar, tapi kehadiran saya di sini saya tidak berpihak kepada masyarakat maupun dinas, tapi kita carikan solusinya bagaimana,” ungkap Sarnawi.

Di sisi lain, Sarnawi mengaku malu ketika persoalan ini terus bergulir di beberapa media, dan menjadi pembicaraan di masyarakat Kayong Utara.

“Saya minta dengan Dinas PUPR untuk mencarikan dananya, untuk swakelola ke depan, itu solusi yang terbaik. Malu kita sedikit-sedikit ribut gara-gara ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat, Instruksi Larang Mudik Lebaran

Dari hasil peninjauan ke lapangan, Sarnawi menilai ada beberapa kesalahan dalam perencanaan awal. Pasalnya, dia memperoleh informasi, ada beberapa warga yang tidak terlibat langsung dalam musyawarah pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi.

“Ini memang salah dari perencanaan kita, karena tidak melihat ke lapangan, kalau air besar, airnya ke mana (melimpahnya). Cuma yang sudah, ya sudah, sekarang kita carikan solusinya,” timpalnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, Emi Yuliana tak memungkiri, ada sebagian masyarakat yang terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi. Namun diakuinya, lebih banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar irigasi air yang dibangun tahun 2020 lalu. Di antaranya, sebut dia, beberapa persawahan masyarakat sudah mulai teraliri air, sehingga beberapa warga yang bercocok tanam padi berdampak kepada peningkatan hasil padi ketika panen.

“Sangat banyak sekali manfaatnya (irigasi), dulu airnya kering tidak sampai ke sawah-sawah sekarang sudah sampai ke sawah-sawah. Sekarang manfaat kedua, dulu saluran bocor sudah direhap kembali, sehingga pengairan bagus, sampai ke sawah-sawah, panen padi warga bisa meningkat. Dulu saluran airnya rendah juga sudah sampai ke Sungai Gali sana. Dan dampak dari pembangunan itu paling air hujan sedikit berdampak kepada penduduk yang bermukim satu (atau) dua orang,” kata Emi.

Baca Juga :  Dilarang Tambat Tongkang Sembarangan

Selanjutnya,  Emi juga membantah bahwa apa yang mereka laksanakan tanpa perencanaan dan musyawarah masyarakat sekitar irigasi. Sebab,  berdasarkan dokumentasi yang ia tunjukkan kepada awak media, telah terjadi rapat musyawarah antara mereka dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perencanaan bentuk irigasi yang sesuai keinginan.

“Perencanaan awal melalui masyarakat sampai empat atau lima kali musyawarah, ini dokumentasi rapat masih ada, surat yang bertanda tangan juga masih ada, jadi kami mengakomodir semua kemauan masyarakat.  Jadi pembangunan ini sesuai harapan masyarakat, baik spek-nya, minta timbunkan, semua sudah dari masyarakat semua,” tutur Emi.

Terkait langkah cepat penanganan banjir, Emi mengaku belum dapat memberikan jawaban, mengingat hal tersebut harus dibahas di instansi terkait. Karena dirinya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena takut kembali dipersalahkan.

“Untuk solusinya nanti kita pelajari dulu, karena mengambil keputusan sekarang kita sangat berhati-hati. Kita ambil positifnya saja. kalau salah ambil keputusan, takut berbalik ke kita, keputusan harus bersama-sama, musyawarah, kami tidak mau disalahkan. Tujuan kami untuk membangun, untuk masyarakat,” katanya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/