alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Saat Ini Guru Bukan Sumber Belajar Utama

SUKADANA – Saat ini guru bukan menjadi sumber belajar utama lantaran banyak sekali sumber belajar lainnya juga dari lingkungan sekitar. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara Hilaria Yusnani, saat membacakan sambutan tertulis pada kegiatan pelaksanaan luring Lokakarya VII, Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan II Kabupaten Kayong Utara, Selasa (9/11) di Hotel Mahkota Kayong Sukadana.

Kondisi tersebut, menurut dia, akan merangsang tumbuhnya kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. “Implementasi dari nilai-nilai dan peran guru penggerak, bertujuan untuk mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid. Tujuannya tentu saja untuk mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik lagi, dimulai dari kelas dimana guru menuntun untuk memberikan peran aktif murid dalam proses pembelajaran sehingga mengahsilkan pembelajaran bermakna,” tambah dia.

Keterlaksanaan pembelajaran di masa pendemi ini, menurut dia, merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi guru, dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu, terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, diungkapkan dia, telah memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam proses pendidikan, khususnya dengan konsep Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Jalan Perawas Tak Masuk APBD 2021

“Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing, sehingga tolak ukur penilaian tidak bisa digeneralisir,” kata Sekda.

Sebab, lanjut Sekda Kayong Utara kebijakan ini diimplementasikan melalui empat upaya perbaikan. Pertama, sebut dia, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kemudian, dia menambahkan, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Sementara ketiga, diungkapkan dia, yakni perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Terakhir, ditegaskan dia, melakukan perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

“Konsep merdeka belajar akan lebih maksimal bila dikolaborasikan dan diimplementasikan dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak.  Implementasi nilai-nilai dan peran guru penggerak, merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, yang menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi murid,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, di hadapan para guru dan kepala sekolah yang hadir.

Berkaitan hal ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, ditegaskan dia, sangat menyambut baik pelaksanaan Program Guru Penggerak di Kabupaten Kayong Utara. Untuk itu, lanjut Hilaria program ini sangat membantu ketercapaian mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara, yang agak terhambat dikarenakan pandemi Covid-19. Sehingga proses pembelajaran dilaksanakan di rumah sendari bersama pelaksanaan pembelajaran daring, diakui dia, tentunya juga menimbulkan banyak masalah dan hambatan, sehingga penerapannya belum dapat maksimal.

Baca Juga :  Tetap Bangun Kepulauan

“Sekarang secara perlahan Kabupaten Kayong Utara, melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas, berdasarkan mulai membaiknya zona penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara,” katanya.

Dikatakan dia, Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa, pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. “Segala unsur peradaban dan kebudayaan tadi dapat tumbuh dengan sebaikbaiknya dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang,” lanjut dia.

Sebab, lanjut dia hal ini tentu menjadi dasar nilai-nilai dan peran guru penggerak dalam menjalankan sistem pendidikan ke arah yang lebih baik, dimulai dari kelas.

“Pandemi membuka mata kita bahwa guru memiliki peran yang besar dalam proses belajar murid-muridnya, sekaligus menyingkap peran orangtua dalam proses pendidikan anak-anaknya. Gotong-royong dalam pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi,” jelasnya. (dan)

SUKADANA – Saat ini guru bukan menjadi sumber belajar utama lantaran banyak sekali sumber belajar lainnya juga dari lingkungan sekitar. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara Hilaria Yusnani, saat membacakan sambutan tertulis pada kegiatan pelaksanaan luring Lokakarya VII, Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan II Kabupaten Kayong Utara, Selasa (9/11) di Hotel Mahkota Kayong Sukadana.

Kondisi tersebut, menurut dia, akan merangsang tumbuhnya kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. “Implementasi dari nilai-nilai dan peran guru penggerak, bertujuan untuk mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid. Tujuannya tentu saja untuk mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik lagi, dimulai dari kelas dimana guru menuntun untuk memberikan peran aktif murid dalam proses pembelajaran sehingga mengahsilkan pembelajaran bermakna,” tambah dia.

Keterlaksanaan pembelajaran di masa pendemi ini, menurut dia, merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi guru, dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu, terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, diungkapkan dia, telah memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam proses pendidikan, khususnya dengan konsep Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kayong Utara Dinyatakan Sembuh Covid 19

“Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing, sehingga tolak ukur penilaian tidak bisa digeneralisir,” kata Sekda.

Sebab, lanjut Sekda Kayong Utara kebijakan ini diimplementasikan melalui empat upaya perbaikan. Pertama, sebut dia, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kemudian, dia menambahkan, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Sementara ketiga, diungkapkan dia, yakni perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Terakhir, ditegaskan dia, melakukan perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

“Konsep merdeka belajar akan lebih maksimal bila dikolaborasikan dan diimplementasikan dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak.  Implementasi nilai-nilai dan peran guru penggerak, merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, yang menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi murid,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, di hadapan para guru dan kepala sekolah yang hadir.

Berkaitan hal ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, ditegaskan dia, sangat menyambut baik pelaksanaan Program Guru Penggerak di Kabupaten Kayong Utara. Untuk itu, lanjut Hilaria program ini sangat membantu ketercapaian mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara, yang agak terhambat dikarenakan pandemi Covid-19. Sehingga proses pembelajaran dilaksanakan di rumah sendari bersama pelaksanaan pembelajaran daring, diakui dia, tentunya juga menimbulkan banyak masalah dan hambatan, sehingga penerapannya belum dapat maksimal.

Baca Juga :  Personel Polres Test Swab Antigen

“Sekarang secara perlahan Kabupaten Kayong Utara, melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas, berdasarkan mulai membaiknya zona penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara,” katanya.

Dikatakan dia, Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa, pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. “Segala unsur peradaban dan kebudayaan tadi dapat tumbuh dengan sebaikbaiknya dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang,” lanjut dia.

Sebab, lanjut dia hal ini tentu menjadi dasar nilai-nilai dan peran guru penggerak dalam menjalankan sistem pendidikan ke arah yang lebih baik, dimulai dari kelas.

“Pandemi membuka mata kita bahwa guru memiliki peran yang besar dalam proses belajar murid-muridnya, sekaligus menyingkap peran orangtua dalam proses pendidikan anak-anaknya. Gotong-royong dalam pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi,” jelasnya. (dan)

Most Read

UMK Ketapang Rp2,8 Juta

Warga Waswas Air Kembali Naik

Empat Jembatan Gantung Diresmikan

Mengenal Kelainan Darah Talasemia

Artikel Terbaru

/