alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Makam Tok Bubut; Tertua di Kayong Utara, Berusia Hampir Seribu Tahun

Usai  melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kawasan wisata Pantai Pulau Datok dan sekitarnya, Bupati Kayong Utara Citra Duani bersama Wakil Bupati Effendi Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Kapolres, dan Pabung Kodim 1203/Ketapang melakukan peninjauan dan jiarah ke makam Tok Bubut yang berada di Pantai Pulau Datok. Makam yang diakui Citra sudah cukup lama keberadaannya tersebut, memiliki nilai sejarah.

DANANG PRASETYO, Sukadana

DENGAN pertimbangan sejarah, Bupati bersama DPRD Kayong Utara berencana akan melakukan perbaikan dan menjadikan Pulau Datok tersebut menjadi kawasan wisata religi. Tentunya mereka akan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kita juga melakukan jiarah ke makam, makam Pulau Datok, itu banyak yang mengatakan (makam) Tok Bubut, jadi Tok Bubut ini makamnya sudah hampir seribu tahun, tertua dari semua makam yang ada di Kayong Utara. Ini sebenarnya kita jadikan wisata bahari yang menarik, untuk menindaklanjuti Sail Karimata,” ungkap Bupati. Bahkan dia mendapat usulan dari rekan-rekannya di legislatif agar dapat dibangun vila atau homestay menghadap ke laut. “Kita ingin masyarakat yang berinvestasi, jadi masyarakat yang menikmati itu (hasilnya). Kita bisa bangun rumah makan, kafe, kopi, ikan bakar, tapi harus khas. Jadi wisata religius dan kuliner bisa kita kembangkan di Pulau Datok ini,“ ungkap Citra.

Baca Juga :  Tetap Produktif Saat Pensiun

Terkait beberapa kawasan, baik darat maupun wisata bahari yang masuk dalam kawasan yang dilindungi, sudah dikoordinasikan mereka dengan pihak terkait, agar tidak melanggar aturan yang ada. Saat ini pun diungkapkan Citra bagaimana Pemda sudah membuat rencana induk tata ruang yang sudah disahkan, sehingga sektor pembangunan pariwisata dapat tertata dengan baik.

“Tahun ini rencana detail tata ruang Kota Sukadana sudah bisa lahir, kemudian rencana induk tata ruang pariwisata kita sudah diperdakan, itu dasar pondasi regulasi yang nantinya membangun investasi akan berdatangan karena  kita sudah siapkan regulasi,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara Abdul Zamad yang bersama Bupati berjiarah ke makam tersebut sependapat dengan ide yang dilontarkan Bupati. Menurutnya, untuk merealisasikan ide tersebut perlu didukung pihak legislatif.

“Kita sangat mendukung sekali apa yang disampaikan Bapak Bupati, kalau memang dana dinas terkait terbatas, kami akan support itu, mungkin menggunakan dana aspirasi, yang penting  yang kita lakukan itu benar-benar. Sejarah Pantai Pulau Datok ini perlu kita angkat, jangan sampai tenggelam, jadi anak cucu kita dapat mengetahui sejarah,” ungkap Zamad.

Baca Juga :  Tinggal Tunggu Persetujuan Kemen-PAN

Diakui Zamad, dirinya belum dapat memastikan apakah dapat direalisasikan di tahun 2020 ini, mengingat pengesahaan APBD tahun 2020 sudah dilakukan. Namun dirinya tetap mencoba untuk mendorong pembangunan tersebut pada tahun ini, tepatnya saat perubahan nanti.

“Saya berharap apa yang disampaikan Bapak Bupati dapat kita lakukan bersama-sama. Karena APBD murni sudah ketok palu (disahkan, Red) mungkin APBD perubahan apa yang disampaikan Bupati bisa kita dorong, vila dan kapal-kapal air, kalau 200 juta (rupiah) dianggarkan satu orang, harganya (kapal) 7 juta sampai 10 juta (rupiah). Jadi kalau (dianggarkan) 200 juta, banyak angkutan wisata di sini,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan wacana ini dirinya berharap tidak ada pemangkasan anggaran. Karena sejarah, khususnya makam yang berada di kawasan Pantai Pulau Datok ini menurutnya sangat perlu mendapatkan perhatian. Dengan demikian harapan dia agar wisatawan lokal dan dari luar mengetahui sejarah Kayong Utara, di antaranya makam yang berada di Pantai Pulau Datok, yang letaknya terpisah dari pulau.

“Kalau bisa dianggarkan di perubahan tahun ini, kita doronglah secepatnya, terutama apa yang diminta masyarakat masalah sejarah, ada yang mau mangkas segala macam, kita dorong, jangan ada pemangkasan kalau untuk meningkatkan sejarah,” pungkasnya. (*)

Usai  melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kawasan wisata Pantai Pulau Datok dan sekitarnya, Bupati Kayong Utara Citra Duani bersama Wakil Bupati Effendi Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Kapolres, dan Pabung Kodim 1203/Ketapang melakukan peninjauan dan jiarah ke makam Tok Bubut yang berada di Pantai Pulau Datok. Makam yang diakui Citra sudah cukup lama keberadaannya tersebut, memiliki nilai sejarah.

DANANG PRASETYO, Sukadana

DENGAN pertimbangan sejarah, Bupati bersama DPRD Kayong Utara berencana akan melakukan perbaikan dan menjadikan Pulau Datok tersebut menjadi kawasan wisata religi. Tentunya mereka akan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kita juga melakukan jiarah ke makam, makam Pulau Datok, itu banyak yang mengatakan (makam) Tok Bubut, jadi Tok Bubut ini makamnya sudah hampir seribu tahun, tertua dari semua makam yang ada di Kayong Utara. Ini sebenarnya kita jadikan wisata bahari yang menarik, untuk menindaklanjuti Sail Karimata,” ungkap Bupati. Bahkan dia mendapat usulan dari rekan-rekannya di legislatif agar dapat dibangun vila atau homestay menghadap ke laut. “Kita ingin masyarakat yang berinvestasi, jadi masyarakat yang menikmati itu (hasilnya). Kita bisa bangun rumah makan, kafe, kopi, ikan bakar, tapi harus khas. Jadi wisata religius dan kuliner bisa kita kembangkan di Pulau Datok ini,“ ungkap Citra.

Baca Juga :  Tinggal Tunggu Persetujuan Kemen-PAN

Terkait beberapa kawasan, baik darat maupun wisata bahari yang masuk dalam kawasan yang dilindungi, sudah dikoordinasikan mereka dengan pihak terkait, agar tidak melanggar aturan yang ada. Saat ini pun diungkapkan Citra bagaimana Pemda sudah membuat rencana induk tata ruang yang sudah disahkan, sehingga sektor pembangunan pariwisata dapat tertata dengan baik.

“Tahun ini rencana detail tata ruang Kota Sukadana sudah bisa lahir, kemudian rencana induk tata ruang pariwisata kita sudah diperdakan, itu dasar pondasi regulasi yang nantinya membangun investasi akan berdatangan karena  kita sudah siapkan regulasi,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara Abdul Zamad yang bersama Bupati berjiarah ke makam tersebut sependapat dengan ide yang dilontarkan Bupati. Menurutnya, untuk merealisasikan ide tersebut perlu didukung pihak legislatif.

“Kita sangat mendukung sekali apa yang disampaikan Bapak Bupati, kalau memang dana dinas terkait terbatas, kami akan support itu, mungkin menggunakan dana aspirasi, yang penting  yang kita lakukan itu benar-benar. Sejarah Pantai Pulau Datok ini perlu kita angkat, jangan sampai tenggelam, jadi anak cucu kita dapat mengetahui sejarah,” ungkap Zamad.

Baca Juga :  Akan Digelar Festival Karimata 2020

Diakui Zamad, dirinya belum dapat memastikan apakah dapat direalisasikan di tahun 2020 ini, mengingat pengesahaan APBD tahun 2020 sudah dilakukan. Namun dirinya tetap mencoba untuk mendorong pembangunan tersebut pada tahun ini, tepatnya saat perubahan nanti.

“Saya berharap apa yang disampaikan Bapak Bupati dapat kita lakukan bersama-sama. Karena APBD murni sudah ketok palu (disahkan, Red) mungkin APBD perubahan apa yang disampaikan Bupati bisa kita dorong, vila dan kapal-kapal air, kalau 200 juta (rupiah) dianggarkan satu orang, harganya (kapal) 7 juta sampai 10 juta (rupiah). Jadi kalau (dianggarkan) 200 juta, banyak angkutan wisata di sini,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan wacana ini dirinya berharap tidak ada pemangkasan anggaran. Karena sejarah, khususnya makam yang berada di kawasan Pantai Pulau Datok ini menurutnya sangat perlu mendapatkan perhatian. Dengan demikian harapan dia agar wisatawan lokal dan dari luar mengetahui sejarah Kayong Utara, di antaranya makam yang berada di Pantai Pulau Datok, yang letaknya terpisah dari pulau.

“Kalau bisa dianggarkan di perubahan tahun ini, kita doronglah secepatnya, terutama apa yang diminta masyarakat masalah sejarah, ada yang mau mangkas segala macam, kita dorong, jangan ada pemangkasan kalau untuk meningkatkan sejarah,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/