alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Dinas PU-PR Lakukan Perbaikan

Kerusakan Ruas Jalan Siduk-Sukadana

SUKADANA – Perbaikan sementara ruas jalan Siduk, Desa Simpang Tiga – Kota Sukadana, akhirnya telah dilakukan. Selain itu, ruas jalan tersebut menjadi akses menuju ke Kabupaten Ketapang juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Iya, itu ditimbun dengan tanah untuk sementara waktu, kebetulan itu dilakukan pelaksana tahun lalu, dalam perbaikan (ruas) jalan (milik Pemerintah) Provinsi yang ada di Kayong Utara. Kita minta bantu dia (Pemkab Kayong Utara, Red), apa lagi tidak banyak, kasihan warga yang melintas di jalur itu,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Sukri kepada Pontiaianak Post, Senin (10/2) di Sukadana.

Dikatakan Sukri, dalam pengerjaan perbaikan jalan tersebut dilakukan secara bertahap. Ke depannya, diperkirakan dia, tidak menutup kemungkinan, dengan melihat kondisi yang ada, jalan tersebut akan menjadi perbaikan yang diutamakan.

“Kita tetap prioritaskan dalam perbaikan. Cuma bagaimana dengan truk pengangangkut barang, dan truk besar lainnya, yang membawa barang melebihi kapasitas. Mudah-mudahan kalau jalan tersebut diperbaiki beban kendaraan yang ada dapat dikurangi,” harapnya, saat diwawancarai.

Ia pun berharap, dalam hal ini ada upaya yang dilakukan untuk pencegahan agar jalan yang telah diperbaiki dapat terjaga. Sebab, akan percuma kalau dilakukan perbaikan, menurut dia, jika tidak dijaga bersama-sama. Selain itu, dia menambahkan, dalam perbaikan ruas jalan di Kayong Utara yang mengalami kerusakan, masuk dalam status Pemerintah Provinsi yang sudah masuk dalam konsep. Apa lagi, dia menambahkan, ruas jalan tersebut akan diusulkan menjadi jalan nasional.

“Sepanjang jalan di Kayong Utara sudah ada konsep dalam perbaikan, dan akan diusulkan menjadi jalan nasional. Namun itu dilakukan secara bertahap. Tetapi bagimana caranya beban kendaraan yang melebihi kapasitas dapat ditangani,” terangnya.

Baca Juga :  ASRI Menangi UN Global Climate Action Awards 2020

Untuk perbaikan jalan di Kayong Utara tahun 2020 ini, dipastikan dia, sudah ada tahapan lelang, yang akan mengerjakan perbaikan ruas jalan Provinsi yang ada di Kayong Utara. “Sekarang lagi proses lelang, pengerjaan tahun 2020 ada di Kayong Utara,” ungkapnya.

Menurut dia, kritikan masyarakat di media sosial adalah sesuatu yang wajar. Sebab, dia menilai, masyarakat memperlihatkan kepeduliannya akan pembangunan di Kalimantan Barat ini.

“Kalau masyarakat kritis berarti masyarakat peduli dengan pembangunan di Kalimantan Barat, termasuk pembangunan di Kayong Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksanatugas Kepala Dinas PUPR Kayong Utara Tomi Djunaidi berterima kasih kepada Dinas PU Provinsi Kalbar yang sangat responsif untuk penangan jalan berlobang dan rusak berat. Walaupun, diakui dia, pengerjaan perbaikan tersebut sifatnya hanya untuk sementara, agar keberlangsungan aktivitas arus barang dan orang di wilayah Kayong Utara dan Ketapang tetap kondusif.

“Untuk tahun ini ruas jalan tersebut secara bertahap telah dianggarkan kegiatan peningkatan jalan ruas Siduk – Sukadana oleh Dinas PU Provinsi Kalbar dan kita berharap untuk cepat dapat dilaksanakan,” doanya.

Menurut Tomi, tingginya aktivitas arus barang dan orang ruas jalan Siduk – Sukadana, dikarenakan pada ruas jalan darat merupakan urat nadi utama perekomian di Kayong Utara maupun Ketapang. Hal ini, menurut dia, dikarenakan pada ujung ruas jalan tersebut yaitu di Teluk Batang terdapat pelabuhan penyeberangan feri (ASDP) dan terdapat juga Pelabuhan Nasional di Teluk Batang.

“Saat ini arus barang dan orang dari Pontianak ke Ketapang maupun Kayong Utara mayoritas melalui pelabuhan feri di Teluk Batang. Oleh karenanya beban ruas jalan Teluk Batang – Sukadana – Siduk sangat rentan untuk cepat rusak, sehingga memang diperlukan penanganan yang cukup serius oleh Pemkab maupun Pemprov dengan standar kualitas yang sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Baca Juga :  Korban Hilang Berhasil Ditemukan

Sebelumnya, Tomi memastikan telah melaporkan kerusakan ruas jalan antara Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga menuju Kota Sukadana, ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar. Dalam laporan tersebut mereka meminta agar kerusakan segera ditangani.

“Ruas jalan antara Siduk dan Kota Sukadana sudah kita laporkan kepada Dinas (PU) Provinsi agar dapat ditangani. Laporan tersebut mendapatkan respons baik dan tim dari Provinsi akan turun lagsung ke lokasi, agar dapat segera diperbaiki,” jelasnya di Sukadana, Minggu (9/2).

Ia menambahkan, untuk penanganan yang komprehensif pada ruas jalan ini, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang telah membahas salah satunya ruas jalan ini bersama Kepala Balai Jalan Wilayah Kalimantan, Plt Kadis PU Provinsi Kalbar, dan Kepala Bappeda Provinsi Kalbar. Dalam penyampaian tersebut mereka meminta agar pada 2020 ini dapat ditetapkan sebagai jalan nasional. “Mengenai hal ini juga telah kita diskusikan bersama sejumlah pihak terkait lainnya, agar dapat ditetapkan sebagai jalan nasional,” ujarnya lagi.

Dikatakan Tomi, kondisi rusaknya jalan ini selain terus meningkatnya aktivitas arus barang dan orang, juga dikarenakan kondisi cuaca saat ini dalam musim penghujan. “Kita juga berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap kendaraan kendaraan angkutan barang yang melalui ruas jalan Telok Batang – Ketapang, agar mematuhi aturan dan kaidah beban muatan dan tinggi bak muatan sehingga tidak semakin memperburuk kondisi jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut dia, Pemda Kayong Utara akan terus intens dalam berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi, agar jalan tersebut bisa segera ditangani. “Tentunya kami dari Pemda Kayong Utara terus berkoordinasi bersama pihak PU Provinsi agar jalan tersebut dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.  (dan)

Kerusakan Ruas Jalan Siduk-Sukadana

SUKADANA – Perbaikan sementara ruas jalan Siduk, Desa Simpang Tiga – Kota Sukadana, akhirnya telah dilakukan. Selain itu, ruas jalan tersebut menjadi akses menuju ke Kabupaten Ketapang juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Iya, itu ditimbun dengan tanah untuk sementara waktu, kebetulan itu dilakukan pelaksana tahun lalu, dalam perbaikan (ruas) jalan (milik Pemerintah) Provinsi yang ada di Kayong Utara. Kita minta bantu dia (Pemkab Kayong Utara, Red), apa lagi tidak banyak, kasihan warga yang melintas di jalur itu,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Sukri kepada Pontiaianak Post, Senin (10/2) di Sukadana.

Dikatakan Sukri, dalam pengerjaan perbaikan jalan tersebut dilakukan secara bertahap. Ke depannya, diperkirakan dia, tidak menutup kemungkinan, dengan melihat kondisi yang ada, jalan tersebut akan menjadi perbaikan yang diutamakan.

“Kita tetap prioritaskan dalam perbaikan. Cuma bagaimana dengan truk pengangangkut barang, dan truk besar lainnya, yang membawa barang melebihi kapasitas. Mudah-mudahan kalau jalan tersebut diperbaiki beban kendaraan yang ada dapat dikurangi,” harapnya, saat diwawancarai.

Ia pun berharap, dalam hal ini ada upaya yang dilakukan untuk pencegahan agar jalan yang telah diperbaiki dapat terjaga. Sebab, akan percuma kalau dilakukan perbaikan, menurut dia, jika tidak dijaga bersama-sama. Selain itu, dia menambahkan, dalam perbaikan ruas jalan di Kayong Utara yang mengalami kerusakan, masuk dalam status Pemerintah Provinsi yang sudah masuk dalam konsep. Apa lagi, dia menambahkan, ruas jalan tersebut akan diusulkan menjadi jalan nasional.

“Sepanjang jalan di Kayong Utara sudah ada konsep dalam perbaikan, dan akan diusulkan menjadi jalan nasional. Namun itu dilakukan secara bertahap. Tetapi bagimana caranya beban kendaraan yang melebihi kapasitas dapat ditangani,” terangnya.

Baca Juga :  Korban Pemukulan Oknum Polwan Minta Keadilan

Untuk perbaikan jalan di Kayong Utara tahun 2020 ini, dipastikan dia, sudah ada tahapan lelang, yang akan mengerjakan perbaikan ruas jalan Provinsi yang ada di Kayong Utara. “Sekarang lagi proses lelang, pengerjaan tahun 2020 ada di Kayong Utara,” ungkapnya.

Menurut dia, kritikan masyarakat di media sosial adalah sesuatu yang wajar. Sebab, dia menilai, masyarakat memperlihatkan kepeduliannya akan pembangunan di Kalimantan Barat ini.

“Kalau masyarakat kritis berarti masyarakat peduli dengan pembangunan di Kalimantan Barat, termasuk pembangunan di Kayong Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksanatugas Kepala Dinas PUPR Kayong Utara Tomi Djunaidi berterima kasih kepada Dinas PU Provinsi Kalbar yang sangat responsif untuk penangan jalan berlobang dan rusak berat. Walaupun, diakui dia, pengerjaan perbaikan tersebut sifatnya hanya untuk sementara, agar keberlangsungan aktivitas arus barang dan orang di wilayah Kayong Utara dan Ketapang tetap kondusif.

“Untuk tahun ini ruas jalan tersebut secara bertahap telah dianggarkan kegiatan peningkatan jalan ruas Siduk – Sukadana oleh Dinas PU Provinsi Kalbar dan kita berharap untuk cepat dapat dilaksanakan,” doanya.

Menurut Tomi, tingginya aktivitas arus barang dan orang ruas jalan Siduk – Sukadana, dikarenakan pada ruas jalan darat merupakan urat nadi utama perekomian di Kayong Utara maupun Ketapang. Hal ini, menurut dia, dikarenakan pada ujung ruas jalan tersebut yaitu di Teluk Batang terdapat pelabuhan penyeberangan feri (ASDP) dan terdapat juga Pelabuhan Nasional di Teluk Batang.

“Saat ini arus barang dan orang dari Pontianak ke Ketapang maupun Kayong Utara mayoritas melalui pelabuhan feri di Teluk Batang. Oleh karenanya beban ruas jalan Teluk Batang – Sukadana – Siduk sangat rentan untuk cepat rusak, sehingga memang diperlukan penanganan yang cukup serius oleh Pemkab maupun Pemprov dengan standar kualitas yang sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Baca Juga :  Sosialisasikan Anti Narkotika kepada Masyarakat

Sebelumnya, Tomi memastikan telah melaporkan kerusakan ruas jalan antara Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga menuju Kota Sukadana, ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar. Dalam laporan tersebut mereka meminta agar kerusakan segera ditangani.

“Ruas jalan antara Siduk dan Kota Sukadana sudah kita laporkan kepada Dinas (PU) Provinsi agar dapat ditangani. Laporan tersebut mendapatkan respons baik dan tim dari Provinsi akan turun lagsung ke lokasi, agar dapat segera diperbaiki,” jelasnya di Sukadana, Minggu (9/2).

Ia menambahkan, untuk penanganan yang komprehensif pada ruas jalan ini, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang telah membahas salah satunya ruas jalan ini bersama Kepala Balai Jalan Wilayah Kalimantan, Plt Kadis PU Provinsi Kalbar, dan Kepala Bappeda Provinsi Kalbar. Dalam penyampaian tersebut mereka meminta agar pada 2020 ini dapat ditetapkan sebagai jalan nasional. “Mengenai hal ini juga telah kita diskusikan bersama sejumlah pihak terkait lainnya, agar dapat ditetapkan sebagai jalan nasional,” ujarnya lagi.

Dikatakan Tomi, kondisi rusaknya jalan ini selain terus meningkatnya aktivitas arus barang dan orang, juga dikarenakan kondisi cuaca saat ini dalam musim penghujan. “Kita juga berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap kendaraan kendaraan angkutan barang yang melalui ruas jalan Telok Batang – Ketapang, agar mematuhi aturan dan kaidah beban muatan dan tinggi bak muatan sehingga tidak semakin memperburuk kondisi jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut dia, Pemda Kayong Utara akan terus intens dalam berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi, agar jalan tersebut bisa segera ditangani. “Tentunya kami dari Pemda Kayong Utara terus berkoordinasi bersama pihak PU Provinsi agar jalan tersebut dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.  (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/