alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

33 Pegawai BKPSDM Negatif Covid-19

SUKADANA – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah, memastikan, 33 pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sudah dilakukan swab PCR di Rumah Sakit Untan Pontianak. Dipastikan dia juga jika kesemuanya dinyatakan negatif Covid-19. Hal ini, kata Bambang, berkaitan dengan diketahui terkonfirmasinya Pelaksatugas Kepala BKPSDM, satu hari sebelum salah seorang pegawainya, AS, meninggal dunia.

“Jadi, kita swab pada tanggal 6 februari siang semua kita swab PCR di RS Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin I. Hasilnya keluar secara keseluruhan tanggal 9 Februari. Alhamdulillah semuanya negatif. Jadi dari 33 orang pegawai BPKSDM kita swab, itu semuanya Alhamdulillah negatif,” terang Bambang di Sukadana, Rabu (10/2).

Sementara itu, untuk total semua jumlah swab PCR  di Kayong Utara selama 2020, dirinya belum dapat menjelaskan secara detail. Sebab data tersebut, menurut dia, saat ini berada di RS Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara.

“Jumlah pastinya kita harus melihat data dan data riilnya itu ada di rumah sakit, karena pengiriman sampel dari Kabupaten ke Provinsi semuanya difokuskan di rumah sakit. Karena puskesmas melakukan swab kirimnya di rumah sakit. Namun sekarang sudah ada sistem sendiri, artinya puskesmas sudah bisa me-entry data siapa-siapa saja yang swab nanti tinggal dikirim via email,” tambahnya.

Baca Juga :  Dampak Covid-19 pada Sektor Perpajakan di Indonesia

Bambang mengatakan, untuk pengiriman swab ke Provinsi setiap minggu terus melakukan pengiriman ke Provinsi. Walau, diakui dia, tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebenarnya kita setiap minggu mengirim swab ke Provinsi, mungkin jumlahnya tidak bisa memenuhi yang ditargetkan Provinsi. Tapi kita harus berusaha. Apa yang diinginkan Provinsi. Tetapi tidak mudah menyuruh orang untuk swab, tanpa ada alasan indikasi. Karena selama ini kita upayakan meraka yang kontak erat, mereka suspek, mereka ada gejala Ispa, kita swab memang,” terang dia.

“Dalam melakukan swab PCR, jadi sementara ini kita belum mengarah ke semua. Kita fokuskan kontak erat dengan Almarhum telah dilakukan swab. Kalau ada saja satu orang pegawai yang positif, pasti kita lakukan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, satu aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berinisial AS meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya, usai dinyatakan reaktif Covid-19, AS sempat melakukan isolasi mandiri di rumah pribadinya bersama dua orang anaknya. Kemudian dia dirujuk ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19

Baca Juga :  Bupati Serahkan Bantuan Eksavator

“Sebelumnya, petugas yang menangani AS telah melakukan pemeriksaan sampel rapid test antibodi dan didapati bahwa hasilnya reaktif dengan garis IgG jelas dan IgM samar,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah di Sukadana, Sabtu (6/2).

Bambang menjelaskan pasien sudah diberikan terapi oleh dokter yang menangani sesuai kondisi saat itu. Pada hari yang sama, pasien langsung diambil swab dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut Bambang, pada 5 Februari 2021 pukul 10.00 petugas kabupaten menghubungi AS untuk menanyakan kondisinya. AS mengaku masih sehat.

AS pun menjalani isolasi mandiri di rumah pribadi ditemani dengan dua orang anaknya. “Pada tanggal 5 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I,” ungkapnya.

Bambang melanjutkan saat itu kondisi pasien secara fisik masih terlihat baik. Namun, pada pukul 23.00 WIB pasien dirujuk lagi ke Ketapang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisinya memburuk.

“Pada tanggal 6 Februari 2021 pukul 02.00 pasien dilaporkan meninggal dunia di RSUD Agoesdjam Ketapang. Almarhum dimakamkan di wilayah rumah orang tuanya di Kabupaten Ketapang dengan menggunakan protokol Covid-19,” jelasnya. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah, memastikan, 33 pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sudah dilakukan swab PCR di Rumah Sakit Untan Pontianak. Dipastikan dia juga jika kesemuanya dinyatakan negatif Covid-19. Hal ini, kata Bambang, berkaitan dengan diketahui terkonfirmasinya Pelaksatugas Kepala BKPSDM, satu hari sebelum salah seorang pegawainya, AS, meninggal dunia.

“Jadi, kita swab pada tanggal 6 februari siang semua kita swab PCR di RS Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin I. Hasilnya keluar secara keseluruhan tanggal 9 Februari. Alhamdulillah semuanya negatif. Jadi dari 33 orang pegawai BPKSDM kita swab, itu semuanya Alhamdulillah negatif,” terang Bambang di Sukadana, Rabu (10/2).

Sementara itu, untuk total semua jumlah swab PCR  di Kayong Utara selama 2020, dirinya belum dapat menjelaskan secara detail. Sebab data tersebut, menurut dia, saat ini berada di RS Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara.

“Jumlah pastinya kita harus melihat data dan data riilnya itu ada di rumah sakit, karena pengiriman sampel dari Kabupaten ke Provinsi semuanya difokuskan di rumah sakit. Karena puskesmas melakukan swab kirimnya di rumah sakit. Namun sekarang sudah ada sistem sendiri, artinya puskesmas sudah bisa me-entry data siapa-siapa saja yang swab nanti tinggal dikirim via email,” tambahnya.

Baca Juga :  Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Bambang mengatakan, untuk pengiriman swab ke Provinsi setiap minggu terus melakukan pengiriman ke Provinsi. Walau, diakui dia, tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebenarnya kita setiap minggu mengirim swab ke Provinsi, mungkin jumlahnya tidak bisa memenuhi yang ditargetkan Provinsi. Tapi kita harus berusaha. Apa yang diinginkan Provinsi. Tetapi tidak mudah menyuruh orang untuk swab, tanpa ada alasan indikasi. Karena selama ini kita upayakan meraka yang kontak erat, mereka suspek, mereka ada gejala Ispa, kita swab memang,” terang dia.

“Dalam melakukan swab PCR, jadi sementara ini kita belum mengarah ke semua. Kita fokuskan kontak erat dengan Almarhum telah dilakukan swab. Kalau ada saja satu orang pegawai yang positif, pasti kita lakukan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, satu aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berinisial AS meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya, usai dinyatakan reaktif Covid-19, AS sempat melakukan isolasi mandiri di rumah pribadinya bersama dua orang anaknya. Kemudian dia dirujuk ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19

Baca Juga :  Bupati Serahkan Bantuan Eksavator

“Sebelumnya, petugas yang menangani AS telah melakukan pemeriksaan sampel rapid test antibodi dan didapati bahwa hasilnya reaktif dengan garis IgG jelas dan IgM samar,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah di Sukadana, Sabtu (6/2).

Bambang menjelaskan pasien sudah diberikan terapi oleh dokter yang menangani sesuai kondisi saat itu. Pada hari yang sama, pasien langsung diambil swab dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut Bambang, pada 5 Februari 2021 pukul 10.00 petugas kabupaten menghubungi AS untuk menanyakan kondisinya. AS mengaku masih sehat.

AS pun menjalani isolasi mandiri di rumah pribadi ditemani dengan dua orang anaknya. “Pada tanggal 5 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I,” ungkapnya.

Bambang melanjutkan saat itu kondisi pasien secara fisik masih terlihat baik. Namun, pada pukul 23.00 WIB pasien dirujuk lagi ke Ketapang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisinya memburuk.

“Pada tanggal 6 Februari 2021 pukul 02.00 pasien dilaporkan meninggal dunia di RSUD Agoesdjam Ketapang. Almarhum dimakamkan di wilayah rumah orang tuanya di Kabupaten Ketapang dengan menggunakan protokol Covid-19,” jelasnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/