alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Kayong Utara Darurat Kekerasan Seksual terhadap Anak

SUKADANA – Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dikategorikan darurat kekerasan seksual terhadap anak. Terlebih, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara kembali menangani kekerasan seksual tersebut. Seperti diungkapkan Komisioner KPAD Kayong Utara Divisi Pengaduan, Jusi Salmawati, Jumat (11/3).

“Akhir-akhir ini KPAD Kayong Utara banyak mendapat kasus pelecehan dan kekerasan. Di bulan Februari kemarin ada beberapa kasus anak diantaranya pelecehan, kekerasan dan seksual anak. Kami berharap tidak ada lagi kasus yang menyusul berikutnya,” terangnya, Jumat (11/3).

Dalam hal ini, lanjut dia menjelaskan telah ditangani oleh pihak kepolisian, dan pemanggilan terhadap sejumlah saksi yang ada sejumlah dua orang.

“Sekarang  dalam penanganan kepolisian dalam hal pemanggilan saksi dari korban. Menurut keterangan dari pihak kepolisian akan ada pemanggilan dua saksi dari korban. Minggu kemarin pihak dari KPAD sudah konfirmasi Ke pihak korban, tetapi belum ada pemanggilan dari kepolisian,” tambahnya.

Namun demikian, lanjut dia KPAD Kayong Utara akan kembali konfirmasi ke pihak kepolisian berkaitan dengan kasus tersebut. Terutama, kata dia mengenai kesaksian dari pihak korban.

“Dalam waktu dekat kami KPAD akan konfirmasi kembali ke pihak kepolisian untuk tindak lanjut kasus ini kedepannya. Terutama kesaksian dari pihak korban. Pelecehannya di pertengahan Februari akhir Februari kemarin selesai BAP nya,” sambungnya.

Baca Juga :  Jalur Darat ke Pulau Maya, Sudah Terpencil, Jalannya Rusak Lagi

Melihat kejadian tersebut, dia menilai Kayong Utara masuk dalam kategori darurat kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi terhadap warga. Terlebih dalam penggunaan gadget pada anak. Sebab menurut dia, itu sangat berpengaruh.

“Kayong Utara saat ini darurat kasus seksual anak. Hari Senin besok kami KPAD akan melakukan sosialisasi dampak perkembangan teknologi terhadap anak. Karena kebanyakan kasus pelecehan maupun seksual anak hampir semua disebabkan oleh gadget dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget,” jelasnya.

Dalam hal sosialisasi yang akan dilakukan pertama ditujukan kepada para orangtua, hingga memberikan edukasi dan gambaran kepada mereka.

“Mungkin kami akan memberikan sosialisasi kepada orang tua pentingnya menjaga menjalin komunikasi dan kehangatan pada anak agar terciptanya kedekatan terhadap anak,” terangnya.

“Yang kedua di dalam sosialisasi tersebut kami akan memberikan sedikit edukasi dan gambaran akibat dari sexual terhadap usia dini. Kami juga akan memberikan edukasi bahwa tubuh anak merupakan ranah privasi yang gak boleh disentuh oleh orang tanpa persetujuan dari diri sendiri,” sambungnya.

Baca Juga :  Bupati Ingatkan Jajaran Langsung Kerja

Selanjutnya, kata dia, pentingnya orangtua dalam melakukan deteksi dini dan pengawasan terhadap anak. Diantaranya jika ada hal yang mencurigakan.

“Yang ketiga, dalam sosialisasi tersebut kami akan memberikan informasi kepada orang tua agar selalu melakukan deteksi dini dan pengawasan terhadap anak yang menunjukan perilaku yang mencurigakan,” ungkapnya.
Terakhir, memberikan pemahaman terhadap anak agar dapat mengetahui mengenai batasan mana saja yang tidak boleh disentuh dan dipegang orang lain.

“Yang keempat kami akan memberikan edukasi pada anak agar membuat batasan bagian-bagian mana aja yang gak boleh disentuh dan dipegang oleh orang lain. Kami berharap setelah adanya sosialisasi ini kedepannya kasus pelecehan anak tidak lagi terjadi di Kayong Utara,” tambah dia.

“Intinya dalam kasus pelecehan anak kami KPAD akan segera melakukan sosialisasi dan pencegahan terlebih dahulu untuk mengurangi kasus pelecehan terhadap anak,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan akan saling berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait lainnya. Guna menangani segala permasalahan yang ada berkaitan dengan anak.

“Kelima, KPAD Kayong Utara akan bersinergis dengan berbagai sektor pemerintahan maupun organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk bersama-sama dalam pengawasan anak di usia dini,” tutupnya. (dan)

SUKADANA – Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dikategorikan darurat kekerasan seksual terhadap anak. Terlebih, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara kembali menangani kekerasan seksual tersebut. Seperti diungkapkan Komisioner KPAD Kayong Utara Divisi Pengaduan, Jusi Salmawati, Jumat (11/3).

“Akhir-akhir ini KPAD Kayong Utara banyak mendapat kasus pelecehan dan kekerasan. Di bulan Februari kemarin ada beberapa kasus anak diantaranya pelecehan, kekerasan dan seksual anak. Kami berharap tidak ada lagi kasus yang menyusul berikutnya,” terangnya, Jumat (11/3).

Dalam hal ini, lanjut dia menjelaskan telah ditangani oleh pihak kepolisian, dan pemanggilan terhadap sejumlah saksi yang ada sejumlah dua orang.

“Sekarang  dalam penanganan kepolisian dalam hal pemanggilan saksi dari korban. Menurut keterangan dari pihak kepolisian akan ada pemanggilan dua saksi dari korban. Minggu kemarin pihak dari KPAD sudah konfirmasi Ke pihak korban, tetapi belum ada pemanggilan dari kepolisian,” tambahnya.

Namun demikian, lanjut dia KPAD Kayong Utara akan kembali konfirmasi ke pihak kepolisian berkaitan dengan kasus tersebut. Terutama, kata dia mengenai kesaksian dari pihak korban.

“Dalam waktu dekat kami KPAD akan konfirmasi kembali ke pihak kepolisian untuk tindak lanjut kasus ini kedepannya. Terutama kesaksian dari pihak korban. Pelecehannya di pertengahan Februari akhir Februari kemarin selesai BAP nya,” sambungnya.

Baca Juga :  Batasi Pelayanan Saat Pademi

Melihat kejadian tersebut, dia menilai Kayong Utara masuk dalam kategori darurat kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi terhadap warga. Terlebih dalam penggunaan gadget pada anak. Sebab menurut dia, itu sangat berpengaruh.

“Kayong Utara saat ini darurat kasus seksual anak. Hari Senin besok kami KPAD akan melakukan sosialisasi dampak perkembangan teknologi terhadap anak. Karena kebanyakan kasus pelecehan maupun seksual anak hampir semua disebabkan oleh gadget dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget,” jelasnya.

Dalam hal sosialisasi yang akan dilakukan pertama ditujukan kepada para orangtua, hingga memberikan edukasi dan gambaran kepada mereka.

“Mungkin kami akan memberikan sosialisasi kepada orang tua pentingnya menjaga menjalin komunikasi dan kehangatan pada anak agar terciptanya kedekatan terhadap anak,” terangnya.

“Yang kedua di dalam sosialisasi tersebut kami akan memberikan sedikit edukasi dan gambaran akibat dari sexual terhadap usia dini. Kami juga akan memberikan edukasi bahwa tubuh anak merupakan ranah privasi yang gak boleh disentuh oleh orang tanpa persetujuan dari diri sendiri,” sambungnya.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Pembuat Dodol Khas Sukadana Dibanjiri Pesanan

Selanjutnya, kata dia, pentingnya orangtua dalam melakukan deteksi dini dan pengawasan terhadap anak. Diantaranya jika ada hal yang mencurigakan.

“Yang ketiga, dalam sosialisasi tersebut kami akan memberikan informasi kepada orang tua agar selalu melakukan deteksi dini dan pengawasan terhadap anak yang menunjukan perilaku yang mencurigakan,” ungkapnya.
Terakhir, memberikan pemahaman terhadap anak agar dapat mengetahui mengenai batasan mana saja yang tidak boleh disentuh dan dipegang orang lain.

“Yang keempat kami akan memberikan edukasi pada anak agar membuat batasan bagian-bagian mana aja yang gak boleh disentuh dan dipegang oleh orang lain. Kami berharap setelah adanya sosialisasi ini kedepannya kasus pelecehan anak tidak lagi terjadi di Kayong Utara,” tambah dia.

“Intinya dalam kasus pelecehan anak kami KPAD akan segera melakukan sosialisasi dan pencegahan terlebih dahulu untuk mengurangi kasus pelecehan terhadap anak,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan akan saling berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait lainnya. Guna menangani segala permasalahan yang ada berkaitan dengan anak.

“Kelima, KPAD Kayong Utara akan bersinergis dengan berbagai sektor pemerintahan maupun organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk bersama-sama dalam pengawasan anak di usia dini,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/