alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Jangan Panik dengan Pasien Covid

SUKADANA – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah berpesan kepada masyarakat,  agar dapat mendukung mereka yang terkonfirmasi Covid-19, dengan harapan dapat segera sembuh. Selain itu ia meminta kepada masyarakat agar disiplin dalam menggunakan masker.

Bambang juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu gelisah, meski di sekitar kediamannya jika ada yang terpapar virus mendunia tersebut. “Tidak perlu gelisah, tidak perlu takut, justru malah sebetulnya harus men-support kasus konformasi ini. Supaya yang konfirmasi ini dapat isolasi dengan baik, dan membantu apa yang diperlukan, diaranya beli makanan, takutnya dia sendiriian di rumah,” jelas Bambang, Sabtu (10/10) malam di Sukadana.

Sementara itu, Bambang meminta kepada masyarakat ketika berinteraksi bersama orang lain, dipastikan agar dapat mengenakan masker. Hal tersebut satu di antaranya, menurut dia, mesti dilakukan guna mencegah terkonfirmasi virus korona.

“Insyaallah aman, selama tetangganya pun melaksanakan protokol kesehatan. Apa lagi kita sudah keluar Perbup mengenai Protokol Kesehatan. Jadi syarat utama harus pakai masker,” katanya.

Dalam hal ini, Bambang terus mengingatkan agar masyarakat dapat disiplin dalam menggunakan masker di manapun berada. “Saya harap masyarakat saat berinteraksi dapat menggunakan masker. Jangan mau ngomong dengan orang yang tidak pakai masker. Itu sebenarnya kuncinya,” tutupnya.

Baca Juga :  Tips Natal Aman, Dari Klaster Baru Covid-19.

Sebelumnya diberitakan bahwa Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad terkonfirmasi Covid-19. Hal tersebut diketahui dari hasil swab test yang diperiksa Laboratorium RS Untan Pontianak. Ia adalah satu dari 10 kasus konfirmasi positif korona baru di Kayong Utara. Dengan demikian, di kabupaten ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 terdapat 12 orang.

Terhadap kasus-kasus konfirmasi baru tersebut telah dilakukan isolasi, dan segera dilakukan penelusuran guna penyelidikan epidemologi bagi kontak erat dan pengambilan swab.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara, Bambang Suberkah mengakui jika Wabup memang terpapar korona. Menurut Bambang, Wabup merupakan klaster MTQ Sekadau. “Iya, Pak Wakil Bupati klaster Sekadau. Dari 10, salah satunya Pak Wakil Bupati dan semua melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, untuk saat ini terdapat 12 kasus konformasi Covid-19 di Kayong Utara. Dua kasus sebelumnya, diungkapkan dia yakni yakni seorang guru dan Ketua PCNU Kayong Utara. “Kayong Utara saat ini 12 konfirmasi. Pertama kasus seorang guru SMK N 1, itu dari Medan, delapan orang kluster Sekadau, tiga dari Pontianak, dan satunya istri salah satu dari klaster Sekadau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dekatkan Layanan Vaksinasi bagi Lansia

Untuk Wabup, lanjut Bambang, swab test dilakukan pada 3 Oktober lalu. Keduabelas orang yang terkonfirmasi termasuk Wabup, tidak mereka lakukan swab test ulang karena seluruhnya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Swab tanggal 3 Oktober Pak Wabup hasilnya diketahui tanggal 10 (Oktober). Beliau OTG. Selanjutnya, untuk ke-12 orang tidak dilakukan swab ulang. Karena menurut penanganan Covid dikeluarkan Kemenkes, bahwa mereka yang positif tetapi OTG tidak dilakukan swab. Setelah 10 hari dari swab tidak ada gejala, yang bersangkutan bisa sembuh,” terangnya.

Wabup Effendi Ahmad saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui video call mengatakan dirinya dalam kondisi sehat, dan saat ini dalam isolasi mandiri di rumah. “Tanggal 10 sudah seminggu lalu saya swab. Saat ini saya  di rumah dan keluarga tetap makai masker, kalau kemarin kan saat keluar rumah saja. Sekarang di rumah pun harus pakai masker,” katanya.

Wabup mengatakan, ia tertular karena banyak bertemu orang. “Saya ini kan banyak berhubungan dengan orang banyak. Jangan-jangan saya pulang ke rumah bawa virus,” kelas Wabup. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah berpesan kepada masyarakat,  agar dapat mendukung mereka yang terkonfirmasi Covid-19, dengan harapan dapat segera sembuh. Selain itu ia meminta kepada masyarakat agar disiplin dalam menggunakan masker.

Bambang juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu gelisah, meski di sekitar kediamannya jika ada yang terpapar virus mendunia tersebut. “Tidak perlu gelisah, tidak perlu takut, justru malah sebetulnya harus men-support kasus konformasi ini. Supaya yang konfirmasi ini dapat isolasi dengan baik, dan membantu apa yang diperlukan, diaranya beli makanan, takutnya dia sendiriian di rumah,” jelas Bambang, Sabtu (10/10) malam di Sukadana.

Sementara itu, Bambang meminta kepada masyarakat ketika berinteraksi bersama orang lain, dipastikan agar dapat mengenakan masker. Hal tersebut satu di antaranya, menurut dia, mesti dilakukan guna mencegah terkonfirmasi virus korona.

“Insyaallah aman, selama tetangganya pun melaksanakan protokol kesehatan. Apa lagi kita sudah keluar Perbup mengenai Protokol Kesehatan. Jadi syarat utama harus pakai masker,” katanya.

Dalam hal ini, Bambang terus mengingatkan agar masyarakat dapat disiplin dalam menggunakan masker di manapun berada. “Saya harap masyarakat saat berinteraksi dapat menggunakan masker. Jangan mau ngomong dengan orang yang tidak pakai masker. Itu sebenarnya kuncinya,” tutupnya.

Baca Juga :  Sempat Dibilang Gila, Kiprah Mereka Kini Terlupakan

Sebelumnya diberitakan bahwa Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad terkonfirmasi Covid-19. Hal tersebut diketahui dari hasil swab test yang diperiksa Laboratorium RS Untan Pontianak. Ia adalah satu dari 10 kasus konfirmasi positif korona baru di Kayong Utara. Dengan demikian, di kabupaten ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 terdapat 12 orang.

Terhadap kasus-kasus konfirmasi baru tersebut telah dilakukan isolasi, dan segera dilakukan penelusuran guna penyelidikan epidemologi bagi kontak erat dan pengambilan swab.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara, Bambang Suberkah mengakui jika Wabup memang terpapar korona. Menurut Bambang, Wabup merupakan klaster MTQ Sekadau. “Iya, Pak Wakil Bupati klaster Sekadau. Dari 10, salah satunya Pak Wakil Bupati dan semua melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, untuk saat ini terdapat 12 kasus konformasi Covid-19 di Kayong Utara. Dua kasus sebelumnya, diungkapkan dia yakni yakni seorang guru dan Ketua PCNU Kayong Utara. “Kayong Utara saat ini 12 konfirmasi. Pertama kasus seorang guru SMK N 1, itu dari Medan, delapan orang kluster Sekadau, tiga dari Pontianak, dan satunya istri salah satu dari klaster Sekadau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harisson Sarankan Kadinkes Mundur

Untuk Wabup, lanjut Bambang, swab test dilakukan pada 3 Oktober lalu. Keduabelas orang yang terkonfirmasi termasuk Wabup, tidak mereka lakukan swab test ulang karena seluruhnya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Swab tanggal 3 Oktober Pak Wabup hasilnya diketahui tanggal 10 (Oktober). Beliau OTG. Selanjutnya, untuk ke-12 orang tidak dilakukan swab ulang. Karena menurut penanganan Covid dikeluarkan Kemenkes, bahwa mereka yang positif tetapi OTG tidak dilakukan swab. Setelah 10 hari dari swab tidak ada gejala, yang bersangkutan bisa sembuh,” terangnya.

Wabup Effendi Ahmad saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui video call mengatakan dirinya dalam kondisi sehat, dan saat ini dalam isolasi mandiri di rumah. “Tanggal 10 sudah seminggu lalu saya swab. Saat ini saya  di rumah dan keluarga tetap makai masker, kalau kemarin kan saat keluar rumah saja. Sekarang di rumah pun harus pakai masker,” katanya.

Wabup mengatakan, ia tertular karena banyak bertemu orang. “Saya ini kan banyak berhubungan dengan orang banyak. Jangan-jangan saya pulang ke rumah bawa virus,” kelas Wabup. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/