alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pencarian Rikya Akhirnya Disudahi

 

TELUK BATANG – Pencarian Rizkya Nisa, bocah 8 tahun yang tercebur di antara perairan Teluk Batang dan Pulau Maya, kemarin. Pasalnya, sejak dilaporkan tenggelam pada 5 Februari lalu, hingga memasuki hari ketujuh, pencarian bocah malang tersebut tak membuahkan hasil.

Padahal tim gabungan sudah melakukan pencarian dengan menyisir permukaan sungai sejauh 3,5 Nautical Mile ke arah hulu dan hilir dari lokasi tempat di mana bocah tersebut dilaporkan menghilang. Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak Eryk Subariyanto mengatakan bahwa mereka sebagai tim SAR gabungan, telah berupaya mencari keberadaan korban. Mereka telah menyisir permukaan sungai di lokasi kejadian.

“Namun tim SAR yang menyisir permukaan sungai tidak menemukan keberadaan korban,” ucapnya, Selasa (11/2).

Dalam pencarian tersebut, tim Rescue Pos SAR Ketapang terdiri dari empat personel dan dibantu dengan potensi SAR lainnya.

“Selain Basarnas, unsur yang terlibat dalam pencarian ini adalah Polsek Teluk Batang (sebanyak) tiga orang, Koramil Teluk Batang, dua orang; Pol Air Teluk Batang, dua orang; petugas kesehatan Puskesmas Teluk Batang, dua orang; Polsek Pulau Maya, dua orang, BPBD Kayong Utara, empat orang; Dinas Perhubungan Kayong Utara, tiga orang; KPLP Kayong Utara, empat orang; staf Desa Teluk Batang, tiga orang; dan warga setempat serta keluarga korban 12 orang,” lanjutnya.

Eryk menambahkan, alut yang digunakan adalah 1 unit Rubber Boat dan Rescue Car D-Max milik Pos SAR Ketapang, 1 unit Speed Boat milik Pol Air Teluk Batang, 1 unit Long Boat 400 PK milik BPBD dan KPLP Kayong Utara, dan 1 unit Long Boat 200 PK milik Dinas Perhubungan Kayong Utara serta 3 unit perahu motor milik warga setempat.

Baca Juga :  Ada Penyakit Bawaan, Bupati Citra Tidak Divaksin Covid 19

Selanjutnya, Eryk mengatakan, dikarenakan pencarian telah memasuki hari ketujuh, namun korban masih belum ditemukan, akhirnya tim SAR menutup operasi pencarian tersebut. Namun, dia menambahkan, pencarian dapat dilakukan kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Karena tidak menemukan korban di hari ketujuh ini, operasi ini kami tutup dan potensi SAR yang ada dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ucapnya.

Rizkya Nisa sendiri diberitakan sebelumnya tercebur di perairan Pelabuhan Teluk Batang, Rabu (5/2) malam. Pencarian pun dilakukan, di mana petugas, warga, dan keluarga bahu membahu untuk menemukan bocah perempuan tersebut. Proses pencarian tersebut sulit dilakukan lantaran perairan yang dihadapi cukup dalam.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Muhammad Oma, ketika itu memastikan bahwa bocah perempuan tersebut tercebur di Pelabuhan Teluk Batang. “Sampai pagi ini masih dilakukan pencarian. BPBD, SAR, Polair, KPLP, Basarnas, dan Syahbandar, Polri,  TNI, masih terus melakukan pencarian. Area pencarian di penyeberangan Teluk  Batang – Kamboja, Pulau Maya. Mudahan cepat ditemukan,” ungkap Oma keesokan harinya setelah kejadian.

Baca Juga :  Bupati Terima Sejumlah Aduan Warga, Mampu tapi Terima PKH dan BTS

Rizkya Nisa merupakan putri dari pasangan Siswanto dan Sugiarti. Berdasarkan penjelasan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Muhammad Oma, peristiwa tersebut bermula pada 5 Februari, di mana korban ketika itu, berangkat dari penyebrangan Teluk Batang tujuan Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya. Menurutnya, saat itu korban menumpang Kapal Motor Sumber Mandiri, GT 21 No 13KB/GKB, dan berlayar sekitar pukul 18.30 WIB. Dari keterangan yang diperolehnya bahwa saat itu Siswanto, ayah korban, sedang menyeberangkan sepeda motornya, ketika tiba di penyeberangan Desa Kemboja. Saat hendak memindahkan sepeda motornya, Siswanto, menurut Oma, tak menyadari jika putrinya terjatuh. Dia mengungkapkan, setelah beberapa lama, Siswanto baru menyadari bahwa putrinya terjatuh ke sungai dan tidak bisa berenang. “Hingga pencarian pada hari ketiga ini masih belum ditemukan. Kami dan sejumlah petugas masih melakukan pencarian terhadap korban,” terangnya.

Koordinator Pos SAR Ketapang, Sidik Setiono, mengungkapkan, kondisi arus perairan yang mereka hadapi terbilang deras, sehingga menyulitkan petugas dalam pencarian. Selain itu, dalam pencarian, Tim Basarnas dipastikan dia juga sudah melakukan penyelaman. “Laut juga dalam dan arus akibat air pasang surut juga deras untuk kesulitan lain tidak ada, semua berjalan lancar, yang jelas kita tetap berusaha maksimal,” terangnya. (dan)

 

TELUK BATANG – Pencarian Rizkya Nisa, bocah 8 tahun yang tercebur di antara perairan Teluk Batang dan Pulau Maya, kemarin. Pasalnya, sejak dilaporkan tenggelam pada 5 Februari lalu, hingga memasuki hari ketujuh, pencarian bocah malang tersebut tak membuahkan hasil.

Padahal tim gabungan sudah melakukan pencarian dengan menyisir permukaan sungai sejauh 3,5 Nautical Mile ke arah hulu dan hilir dari lokasi tempat di mana bocah tersebut dilaporkan menghilang. Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak Eryk Subariyanto mengatakan bahwa mereka sebagai tim SAR gabungan, telah berupaya mencari keberadaan korban. Mereka telah menyisir permukaan sungai di lokasi kejadian.

“Namun tim SAR yang menyisir permukaan sungai tidak menemukan keberadaan korban,” ucapnya, Selasa (11/2).

Dalam pencarian tersebut, tim Rescue Pos SAR Ketapang terdiri dari empat personel dan dibantu dengan potensi SAR lainnya.

“Selain Basarnas, unsur yang terlibat dalam pencarian ini adalah Polsek Teluk Batang (sebanyak) tiga orang, Koramil Teluk Batang, dua orang; Pol Air Teluk Batang, dua orang; petugas kesehatan Puskesmas Teluk Batang, dua orang; Polsek Pulau Maya, dua orang, BPBD Kayong Utara, empat orang; Dinas Perhubungan Kayong Utara, tiga orang; KPLP Kayong Utara, empat orang; staf Desa Teluk Batang, tiga orang; dan warga setempat serta keluarga korban 12 orang,” lanjutnya.

Eryk menambahkan, alut yang digunakan adalah 1 unit Rubber Boat dan Rescue Car D-Max milik Pos SAR Ketapang, 1 unit Speed Boat milik Pol Air Teluk Batang, 1 unit Long Boat 400 PK milik BPBD dan KPLP Kayong Utara, dan 1 unit Long Boat 200 PK milik Dinas Perhubungan Kayong Utara serta 3 unit perahu motor milik warga setempat.

Baca Juga :  Satu Petugas RSUD Reaktif Covid-19

Selanjutnya, Eryk mengatakan, dikarenakan pencarian telah memasuki hari ketujuh, namun korban masih belum ditemukan, akhirnya tim SAR menutup operasi pencarian tersebut. Namun, dia menambahkan, pencarian dapat dilakukan kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Karena tidak menemukan korban di hari ketujuh ini, operasi ini kami tutup dan potensi SAR yang ada dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ucapnya.

Rizkya Nisa sendiri diberitakan sebelumnya tercebur di perairan Pelabuhan Teluk Batang, Rabu (5/2) malam. Pencarian pun dilakukan, di mana petugas, warga, dan keluarga bahu membahu untuk menemukan bocah perempuan tersebut. Proses pencarian tersebut sulit dilakukan lantaran perairan yang dihadapi cukup dalam.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Muhammad Oma, ketika itu memastikan bahwa bocah perempuan tersebut tercebur di Pelabuhan Teluk Batang. “Sampai pagi ini masih dilakukan pencarian. BPBD, SAR, Polair, KPLP, Basarnas, dan Syahbandar, Polri,  TNI, masih terus melakukan pencarian. Area pencarian di penyeberangan Teluk  Batang – Kamboja, Pulau Maya. Mudahan cepat ditemukan,” ungkap Oma keesokan harinya setelah kejadian.

Baca Juga :  Tingkatkan Semangat Pancasila

Rizkya Nisa merupakan putri dari pasangan Siswanto dan Sugiarti. Berdasarkan penjelasan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Muhammad Oma, peristiwa tersebut bermula pada 5 Februari, di mana korban ketika itu, berangkat dari penyebrangan Teluk Batang tujuan Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya. Menurutnya, saat itu korban menumpang Kapal Motor Sumber Mandiri, GT 21 No 13KB/GKB, dan berlayar sekitar pukul 18.30 WIB. Dari keterangan yang diperolehnya bahwa saat itu Siswanto, ayah korban, sedang menyeberangkan sepeda motornya, ketika tiba di penyeberangan Desa Kemboja. Saat hendak memindahkan sepeda motornya, Siswanto, menurut Oma, tak menyadari jika putrinya terjatuh. Dia mengungkapkan, setelah beberapa lama, Siswanto baru menyadari bahwa putrinya terjatuh ke sungai dan tidak bisa berenang. “Hingga pencarian pada hari ketiga ini masih belum ditemukan. Kami dan sejumlah petugas masih melakukan pencarian terhadap korban,” terangnya.

Koordinator Pos SAR Ketapang, Sidik Setiono, mengungkapkan, kondisi arus perairan yang mereka hadapi terbilang deras, sehingga menyulitkan petugas dalam pencarian. Selain itu, dalam pencarian, Tim Basarnas dipastikan dia juga sudah melakukan penyelaman. “Laut juga dalam dan arus akibat air pasang surut juga deras untuk kesulitan lain tidak ada, semua berjalan lancar, yang jelas kita tetap berusaha maksimal,” terangnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/