alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Haruskan ASN Beli Tangkapan Nelayan

SUKADANA – Bupati Kayong Utara, Citra Duani, mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli ikan hasil tangkapan nelayan tradisional yang ada di Kayong Utara. Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan yang telah dikemas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, kemarin (13/4).

“Ikan segar ini telah dikemas dengan baik. Saya minta seluruh ASN di Kayong Utara untuk ikut membelinya,” tutur Bupati. Ikan-ikan hasil tangkapan yang dimaksud Bupati tersebut seperti kakap merah, tenggiri, senangin, dan beberapa jenis lainnya, telah dimasukan di dalam kemasan boks plastik dengan haga bervariasi. Perkemasan ada yang dibanderol dengan harga Rp30 ribu perkilogram hingga ratusan ribu rupiah.

Baca Juga :  Jaga Kebersihan Pantai dan Laut

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah Kayong Utara Hilaria Yusnani, Kepala Bank Kalbar, dan Abas, wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara bersama dua anggota DPRD seperti Dedy Effendi dan Soleh, juga ikut membeli ikan tersebut.

Nendar Soeheri, kepala DKP Kabupaten Kayong Utara menjelaskan bahwa ikan yang berhasil dibeli dari nelayan tersebut sebanyak sekitar 1 ton. Ikan tersebut sudah dikemas dan siap diedarkan mereka kepada masyarakat. Untuk penjualan perdana diakuinya menjadi target adalah para ASN dan pegawai BUMD yang ada di Kayong Utara.

Sebelumnya untuk membantu para nelayan ini, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengambil kebijakan dengan menggandeng pengusaha coldstorage untuk membeli tangkapan nelayan. “Saya sudah meminta Dinas Perikanan untuk membeli hasil tangkapan nelayan, tujuannya biar harga ikan tetap stabil,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Kejari akan Panggil Inspektorat, Terkait Masalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tanjung Belimbing

Selama lima hari di Kepulauan Karimata, DKP, menurut Bupati, telah berhasil mengumpulkan sekitar 1 ton ikan dari nelayan tradisional. Ikan yang berhasil dibeli, menurut dia, terdiri dari ikan campuran seperti ekor kuning dan ikan lainnya.

Selain membeli langsung ikan, DKP, menurut Bupati, juga menyiapkan perwakilan penampung ikan khusus di Kepulauan Karimata. “Kita menyiapkan langkah pemasaran melalui prodak konsumen yang sudah dikemas, siap olah dan siap antar kepada pembeli,” tutur Bupati lagi.

Dengan kebijakan ini, Citra berharap harga ikan di tingkat nelayan dapat stabil dan tidak anjlok. (dan /humas)

SUKADANA – Bupati Kayong Utara, Citra Duani, mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli ikan hasil tangkapan nelayan tradisional yang ada di Kayong Utara. Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan yang telah dikemas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, kemarin (13/4).

“Ikan segar ini telah dikemas dengan baik. Saya minta seluruh ASN di Kayong Utara untuk ikut membelinya,” tutur Bupati. Ikan-ikan hasil tangkapan yang dimaksud Bupati tersebut seperti kakap merah, tenggiri, senangin, dan beberapa jenis lainnya, telah dimasukan di dalam kemasan boks plastik dengan haga bervariasi. Perkemasan ada yang dibanderol dengan harga Rp30 ribu perkilogram hingga ratusan ribu rupiah.

Baca Juga :  Sayangkan Kebijakan Kenaikan Iuran BPJS

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah Kayong Utara Hilaria Yusnani, Kepala Bank Kalbar, dan Abas, wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara bersama dua anggota DPRD seperti Dedy Effendi dan Soleh, juga ikut membeli ikan tersebut.

Nendar Soeheri, kepala DKP Kabupaten Kayong Utara menjelaskan bahwa ikan yang berhasil dibeli dari nelayan tersebut sebanyak sekitar 1 ton. Ikan tersebut sudah dikemas dan siap diedarkan mereka kepada masyarakat. Untuk penjualan perdana diakuinya menjadi target adalah para ASN dan pegawai BUMD yang ada di Kayong Utara.

Sebelumnya untuk membantu para nelayan ini, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengambil kebijakan dengan menggandeng pengusaha coldstorage untuk membeli tangkapan nelayan. “Saya sudah meminta Dinas Perikanan untuk membeli hasil tangkapan nelayan, tujuannya biar harga ikan tetap stabil,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Terus Berlanjut

Selama lima hari di Kepulauan Karimata, DKP, menurut Bupati, telah berhasil mengumpulkan sekitar 1 ton ikan dari nelayan tradisional. Ikan yang berhasil dibeli, menurut dia, terdiri dari ikan campuran seperti ekor kuning dan ikan lainnya.

Selain membeli langsung ikan, DKP, menurut Bupati, juga menyiapkan perwakilan penampung ikan khusus di Kepulauan Karimata. “Kita menyiapkan langkah pemasaran melalui prodak konsumen yang sudah dikemas, siap olah dan siap antar kepada pembeli,” tutur Bupati lagi.

Dengan kebijakan ini, Citra berharap harga ikan di tingkat nelayan dapat stabil dan tidak anjlok. (dan /humas)

Most Read

Artikel Terbaru

/