alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Jalan Siduk-Sukadana Rusak, Warga Desak Pemprov Lakukan Perbaikan

SUKADANA – Kondisi ruas jalan Siduk-Sukadana di Kayong Utara rusak parah. Banyak lubang menganga di sepanjang jalan provinsi  ini. Warga pun berharap pemerintah provinsi Kalbar segera melakukan perbaikan jalan tersebut.

Demi Ramayadi (41), warga Sukadana, Kayong Utara, salah satunya.  Ramayadi adalah satu dari sekian pengendara yang sangat mendambakan jalan Siduk-Sukadana dapat segera diperbaiki. Sebab, menurut Ramayadi, rusaknya jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

Ramayadi pun berharap kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji agar memprioritaskan perbaikan jalan Siduk – Sukadana. Sebab jalur tersebut menurut dia, sudah mengalami kerusakan cukup lama dan sering kali terjadinya kecelakaan.

“Kami berharap kepada Pemerintah Provinsi,  khususnya kepada Pak Gubernur Sutarmidji, agara bisa memperbaiki akses jalan utama,  yakni jalan Sukadana-Siduk di Kayong Utara,” ungkapnya saat ditemui di Sukadana, Minggu (11/4).

Hal senada disampaikan Budiman, warga Kayong Utara. Menurut Budiman, jika jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki, perekonomian masyarakat bisa saja terancam. Sebab, jalur tersebut juga menjadi akses bagi warga yang memiliki usaha kecil, hanya sekadar untuk mencukupi kebutuhan hari-harinya. “Kalau jalan itu tidak bagus,  ekonomi masyarakat jelas tidak bisa stabil.

Karena rata-rata pengguna jalan tersebut merupakan pedagang kecil.  Biasanya mereka membeli barang-barang dari Ketapang untuk diperdagangkan di Sukadana atau daerah lainnya. “Karena jalan rusak, biaya perjalanan juga semakin besar,” ungkap Budiman.

Saat musim hujan, jalan Sukadana -Siduk semakin memprihatinkan. Lumpur kerap memenuhi lubang-lubang di sepanjang jalan. “Hampir setiap hari kalau hujan sering kali terjadi kecelakaan. Saya sendiri pernah membuktikan,” katanya.

Saat ini, menurut dia, kondisi jalan tingkat kesulitannya sudah parah. “Tingkat kesulitannya sudah parah.  kalau kendaraan besar tidak hati-hati bisa terguling,” tambahnya. Untui itu, ia pun menyarankan agar di Kayong Utara terdapat jembatan timbang. Sehingga dapat mengetahui beban kendaraan besar yang lewat, salah satunya seperti truk. “Kalau dapat jadi truk angkutan umum punya kapasitas,  harusnya di daerah Kayong Utara ada penimbangan,”katanya.

Baca Juga :  Pencarian ABK KM Rajawali Diakhiri

Sementara itu, dikatakan dia, jika memang dalam waktu dekat ini perbaikan jalan tersebut terwujud, ia berharap dapat dilakukan pengawasan yang baik. Sedangkan untuk mengerjakannya dapat dilakukan dengan baik, agar jalan tersebut dapat bertahan lama.

“Kami pun sebagai masyarakat, jika perbaikan jalan terwujud,  dalam perbaikan jalan Provinsi di Kayong Utara,  tolong pengawasan dari pemerintah harus sebaik mungkin.  Jangan sampai slesai dibangun hasilnya tidak ada sama sekali.  Jadi harus benar-benar berkwaliatas.  Itulah yang sering terjadi seperti itu.  Kalau dapat bangun tahun ini, semoga dapat bertaha hingga lima tahun nanti.  Intinya tidak merugikan pemerintah,” tandasnya.

Mengenai jalur Perawas, pria yang juga pemilik usaha bengkel motor di Sukadana itu menilai, apabila memang ke depan dapat juga terwujud, dirinya sebagai salah satu pemilik usaha di Sukadana, dapat dengan mudah untuk menuju ke Pontianak.

“Sedangkan untuk jalur perawas sudah terbuka dan jika sudah di aspal, kami tentunya sangat berterima kasih kepada pemerintah. Seandainya jalan tersebut bisa dilewati masyarakat sangat bersyukur. Masyarakat dapat lewat untuk ke provinsi.  Karena alternatif terdekat jalan perawas itu,”katanya.

“Kita hanya sebagai pengusaha kecil,  kalau kita turun beli barang ke Pontianak,  kaya saya usaha bengkel, dan juga membeli keperluan sembako di rumah,  itu kita kalau mau darat kita keliling dulu, atau pake kapal feri,  itu ongkosnya lebih besar.  Itu yang membuat harga barang naik.  Kalau akses jalan Perawas sudah enak dilewati,  Insya Allah akan bertambah kemajuan di Kabupaten Kayong Utara,”katanya.

Apa lagi, lanjut dia Kayong Utara sebagai daerah wisata,  mungkin dari provinsi atau Kabupaten lain bisa masuk ke Kayong Utara dengan mudah.”Kita ini sebagai daerah wisata, bisa saja dari daerah lain ke Kayong Utara, kalau jalannya dapat ditempuh dengan cepat,” tuturnya.

Baca Juga :  13 Orang Positif Covid-19

Bupati Kayong Utara,Citra Duani mengatakan, akses jalan darat cukup penting bagi masyarakat Kayong Utara. Sebab orang luar yang ingin berkunjung ke Kayong Utara masih terbiasa menggunakan jalur darat dari pada menggunakan jalur air. “Banyak kelebihan menggunakan jalur darat, warga yang akan berpergian bisa menentukan kapan pun waktu berangkat,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (5/4).

Pada 2018 lalu Pemerintah Kayong Utara sudah mengajukan peningkatan status  jalan poros provinsi dari Siduk- Teluk Batang dan jalan Melano-Perawas. Diajukan untuk ditingkatkan menjadi statusnya jalan nasional. “Langkah ini merupakan salah satu upaya agar Kayong Utara bisa ramai dikunjungi masyarakat dari luar dan mudah dijangkau dalam waktu singkat apabila akses jalan darat sudah bagus,” ungkapnya.

Jarak antara Kayong Utara – Ketapang yang merupakan kabupaten terdekat sekitar 82 Kilometer. Tetapi  jalan poros Siduk-Sukadana yang jaraknya sekitar 22 kilometer mengalami kerusakan.  Apabila dalam kondisi normal jalan mulus bisa ditempuh dengan waktu 1 jam 15 menit. Tetapi dalam  kondisi sekarang yang rusak harus ditempuh menjadi 2 jam lebih.

“Dampaknya banyak warga Kabupaten Ketapang dan sekitarnya enggan mau datang kesini (Kabupaten Kayong Utara). Sudah pasti berpengaruh kepada perekonomian daerah,” tambahnya.

Seperti diketahui, dari data program strategis OPD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, tahun 2021 peningkatan Jalan Siduk-Sukadana, Kabupaten Kayong Utara telah dianggarkan sebesar Rp10 miliar. Dengan estimasi target penanganan atau volume sejauh 2,20 kilometer.

Secara umum tahun ini ada 25 ruas jalan se-Kalbar yang masuk dalam program strategis pembangunan dan pemeliharaan. Pemprov Kalbar telah menganggarkan untuk itu sebesar Rp289,78 miliar. (dan/bar/yad)

SUKADANA – Kondisi ruas jalan Siduk-Sukadana di Kayong Utara rusak parah. Banyak lubang menganga di sepanjang jalan provinsi  ini. Warga pun berharap pemerintah provinsi Kalbar segera melakukan perbaikan jalan tersebut.

Demi Ramayadi (41), warga Sukadana, Kayong Utara, salah satunya.  Ramayadi adalah satu dari sekian pengendara yang sangat mendambakan jalan Siduk-Sukadana dapat segera diperbaiki. Sebab, menurut Ramayadi, rusaknya jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

Ramayadi pun berharap kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji agar memprioritaskan perbaikan jalan Siduk – Sukadana. Sebab jalur tersebut menurut dia, sudah mengalami kerusakan cukup lama dan sering kali terjadinya kecelakaan.

“Kami berharap kepada Pemerintah Provinsi,  khususnya kepada Pak Gubernur Sutarmidji, agara bisa memperbaiki akses jalan utama,  yakni jalan Sukadana-Siduk di Kayong Utara,” ungkapnya saat ditemui di Sukadana, Minggu (11/4).

Hal senada disampaikan Budiman, warga Kayong Utara. Menurut Budiman, jika jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki, perekonomian masyarakat bisa saja terancam. Sebab, jalur tersebut juga menjadi akses bagi warga yang memiliki usaha kecil, hanya sekadar untuk mencukupi kebutuhan hari-harinya. “Kalau jalan itu tidak bagus,  ekonomi masyarakat jelas tidak bisa stabil.

Karena rata-rata pengguna jalan tersebut merupakan pedagang kecil.  Biasanya mereka membeli barang-barang dari Ketapang untuk diperdagangkan di Sukadana atau daerah lainnya. “Karena jalan rusak, biaya perjalanan juga semakin besar,” ungkap Budiman.

Saat musim hujan, jalan Sukadana -Siduk semakin memprihatinkan. Lumpur kerap memenuhi lubang-lubang di sepanjang jalan. “Hampir setiap hari kalau hujan sering kali terjadi kecelakaan. Saya sendiri pernah membuktikan,” katanya.

Saat ini, menurut dia, kondisi jalan tingkat kesulitannya sudah parah. “Tingkat kesulitannya sudah parah.  kalau kendaraan besar tidak hati-hati bisa terguling,” tambahnya. Untui itu, ia pun menyarankan agar di Kayong Utara terdapat jembatan timbang. Sehingga dapat mengetahui beban kendaraan besar yang lewat, salah satunya seperti truk. “Kalau dapat jadi truk angkutan umum punya kapasitas,  harusnya di daerah Kayong Utara ada penimbangan,”katanya.

Baca Juga :  Oknum Kades di Kubu Diduga Setubuhi Pelajar

Sementara itu, dikatakan dia, jika memang dalam waktu dekat ini perbaikan jalan tersebut terwujud, ia berharap dapat dilakukan pengawasan yang baik. Sedangkan untuk mengerjakannya dapat dilakukan dengan baik, agar jalan tersebut dapat bertahan lama.

“Kami pun sebagai masyarakat, jika perbaikan jalan terwujud,  dalam perbaikan jalan Provinsi di Kayong Utara,  tolong pengawasan dari pemerintah harus sebaik mungkin.  Jangan sampai slesai dibangun hasilnya tidak ada sama sekali.  Jadi harus benar-benar berkwaliatas.  Itulah yang sering terjadi seperti itu.  Kalau dapat bangun tahun ini, semoga dapat bertaha hingga lima tahun nanti.  Intinya tidak merugikan pemerintah,” tandasnya.

Mengenai jalur Perawas, pria yang juga pemilik usaha bengkel motor di Sukadana itu menilai, apabila memang ke depan dapat juga terwujud, dirinya sebagai salah satu pemilik usaha di Sukadana, dapat dengan mudah untuk menuju ke Pontianak.

“Sedangkan untuk jalur perawas sudah terbuka dan jika sudah di aspal, kami tentunya sangat berterima kasih kepada pemerintah. Seandainya jalan tersebut bisa dilewati masyarakat sangat bersyukur. Masyarakat dapat lewat untuk ke provinsi.  Karena alternatif terdekat jalan perawas itu,”katanya.

“Kita hanya sebagai pengusaha kecil,  kalau kita turun beli barang ke Pontianak,  kaya saya usaha bengkel, dan juga membeli keperluan sembako di rumah,  itu kita kalau mau darat kita keliling dulu, atau pake kapal feri,  itu ongkosnya lebih besar.  Itu yang membuat harga barang naik.  Kalau akses jalan Perawas sudah enak dilewati,  Insya Allah akan bertambah kemajuan di Kabupaten Kayong Utara,”katanya.

Apa lagi, lanjut dia Kayong Utara sebagai daerah wisata,  mungkin dari provinsi atau Kabupaten lain bisa masuk ke Kayong Utara dengan mudah.”Kita ini sebagai daerah wisata, bisa saja dari daerah lain ke Kayong Utara, kalau jalannya dapat ditempuh dengan cepat,” tuturnya.

Baca Juga :  Billboard KONI Sintang Diresmikan, Gratis untuk Semua Pihak

Bupati Kayong Utara,Citra Duani mengatakan, akses jalan darat cukup penting bagi masyarakat Kayong Utara. Sebab orang luar yang ingin berkunjung ke Kayong Utara masih terbiasa menggunakan jalur darat dari pada menggunakan jalur air. “Banyak kelebihan menggunakan jalur darat, warga yang akan berpergian bisa menentukan kapan pun waktu berangkat,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (5/4).

Pada 2018 lalu Pemerintah Kayong Utara sudah mengajukan peningkatan status  jalan poros provinsi dari Siduk- Teluk Batang dan jalan Melano-Perawas. Diajukan untuk ditingkatkan menjadi statusnya jalan nasional. “Langkah ini merupakan salah satu upaya agar Kayong Utara bisa ramai dikunjungi masyarakat dari luar dan mudah dijangkau dalam waktu singkat apabila akses jalan darat sudah bagus,” ungkapnya.

Jarak antara Kayong Utara – Ketapang yang merupakan kabupaten terdekat sekitar 82 Kilometer. Tetapi  jalan poros Siduk-Sukadana yang jaraknya sekitar 22 kilometer mengalami kerusakan.  Apabila dalam kondisi normal jalan mulus bisa ditempuh dengan waktu 1 jam 15 menit. Tetapi dalam  kondisi sekarang yang rusak harus ditempuh menjadi 2 jam lebih.

“Dampaknya banyak warga Kabupaten Ketapang dan sekitarnya enggan mau datang kesini (Kabupaten Kayong Utara). Sudah pasti berpengaruh kepada perekonomian daerah,” tambahnya.

Seperti diketahui, dari data program strategis OPD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, tahun 2021 peningkatan Jalan Siduk-Sukadana, Kabupaten Kayong Utara telah dianggarkan sebesar Rp10 miliar. Dengan estimasi target penanganan atau volume sejauh 2,20 kilometer.

Secara umum tahun ini ada 25 ruas jalan se-Kalbar yang masuk dalam program strategis pembangunan dan pemeliharaan. Pemprov Kalbar telah menganggarkan untuk itu sebesar Rp289,78 miliar. (dan/bar/yad)

Most Read

Artikel Terbaru

/