alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Pupuk Subsidi Langka, Harus Ada Solusi

SUKADANA – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara Wahono mengaku, hingga saat ini para petani masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk subsidi di kabupaten ini. Hal ini pun sudah disampaikan dia kepada Pemerintah Provinsi. Namun warga berharap kepada dia agar pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat.

“Pupuk subsidi masih sulit kita dapatkan, karena beberapa alasan yang pernah saya sebutkan terdahulu. Minggu lalu kami sudah  laporkan dan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi, dan kelihatannya mereka juga beberpa hari yang lalu membahas dan merapatkannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada solusinya,” terang Wahono di Sukadana.

Sementara itu, sebelumnya dikatakan Wahono, untuk kelompok tani yang akan memperoleh pupuk subsidi membuat rencana daftar kebutuhan kelompoknya. “Kelompok tani membuat rencana daftar kebutuhan kelompoknya atau biasa disebut RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) tani. Diketahui penyuluh dan disampaikan ke dinas untuk diajukan mendapat pupuk subsidi,” lanjut dia.

Baca Juga :  DPRD akan Panggil PUPR

Wahono mengatakan, untuk jumlah pupuk sesuai dengan usulan kebutuhan yang dibuat di RDKK. Sebab RDKK, menurut dia, merupakan usulan kebutuhan pupuk subsidi tani yang disusun dan diusulkan petani setiap tahun. “Untuk tahun lalu (2020, Red) jumlah pupuk subsidi Urea (sebanyak) 683,42 ton, pupuk SP-36, 20 ton; NPK, 1.404,08 ton; Za:15, 11 ton; dan pupuk organik, 40 ton,” katanya.

Sementara itu sebelumnya, satu di antara petani, Tarmizi mengatakan, terkait pupuk bersubsidi ini dikeluhkan oleh beberapa petani. Sebab, kata dia, saat ini untuk persyaratannya petani tersebut  harus terdaftar sebagai kelompok tani.

“Adanya keluhan dari beberapa petani, hortikultura tentang sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi ternyata salah satu penyebabnya adalah tidak terdaftarnya petani tersebut dalam di dalam kelompok tani yang telah terferivikasi oleh pemerintah setempat,” terangnya. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara Wahono mengaku, hingga saat ini para petani masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk subsidi di kabupaten ini. Hal ini pun sudah disampaikan dia kepada Pemerintah Provinsi. Namun warga berharap kepada dia agar pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat.

“Pupuk subsidi masih sulit kita dapatkan, karena beberapa alasan yang pernah saya sebutkan terdahulu. Minggu lalu kami sudah  laporkan dan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi, dan kelihatannya mereka juga beberpa hari yang lalu membahas dan merapatkannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada solusinya,” terang Wahono di Sukadana.

Sementara itu, sebelumnya dikatakan Wahono, untuk kelompok tani yang akan memperoleh pupuk subsidi membuat rencana daftar kebutuhan kelompoknya. “Kelompok tani membuat rencana daftar kebutuhan kelompoknya atau biasa disebut RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) tani. Diketahui penyuluh dan disampaikan ke dinas untuk diajukan mendapat pupuk subsidi,” lanjut dia.

Baca Juga :  Kumpulkan Bukti di PUPR

Wahono mengatakan, untuk jumlah pupuk sesuai dengan usulan kebutuhan yang dibuat di RDKK. Sebab RDKK, menurut dia, merupakan usulan kebutuhan pupuk subsidi tani yang disusun dan diusulkan petani setiap tahun. “Untuk tahun lalu (2020, Red) jumlah pupuk subsidi Urea (sebanyak) 683,42 ton, pupuk SP-36, 20 ton; NPK, 1.404,08 ton; Za:15, 11 ton; dan pupuk organik, 40 ton,” katanya.

Sementara itu sebelumnya, satu di antara petani, Tarmizi mengatakan, terkait pupuk bersubsidi ini dikeluhkan oleh beberapa petani. Sebab, kata dia, saat ini untuk persyaratannya petani tersebut  harus terdaftar sebagai kelompok tani.

“Adanya keluhan dari beberapa petani, hortikultura tentang sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi ternyata salah satu penyebabnya adalah tidak terdaftarnya petani tersebut dalam di dalam kelompok tani yang telah terferivikasi oleh pemerintah setempat,” terangnya. (dan)

Most Read

Usulan Harus Tepat Sasaran

Pandemi Sumbang Angka Stunting

Pasang Target Juara Umum

Setengah Kuintal Sabu Dimusnahkan

Artikel Terbaru

/