alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Air Bersih Tidak Mengalir, Warga Mengeluh

SUKADANA – Sering tidak mengalirnya Air Bersih ke rumah warga selalu menjadi keluhan masyarakat. Bahkan banyak diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Air Bersih, Eman Awaludin menjelaskan, saat ini UPT Air Bersih mengelola enam  sumber air untuk mengaliri masyarakat di Kayong Utara. “Sumber-sumber air yang kami kelola, Sungai Buloh (Gunung Palong), Mandi Bintang (air paoh), Nek Otong, Lubuk Tapah, Tapeng dan Sarawak,” terangnya Kamis (15/4).

Ia juga menjelaskan, saat ini empat sumber dari keenam sumber air yang dikelola UPT mengalami kekeringan di Broncep. Debit air yang berkurang menjadi penyebab air tak dapat mengaliri masyarakat secara merata. Sebab itu, ia mengimbau, masyarakat dapat melakukan penghematan dalam pemakaian air.

Baca Juga :  Krisis Air di Kayong Utara, Warga Terpaksa Membeli

“Untuk Sumber Air, Mandi Bintang, Nek Otong, Tapeng dan Serawak, pelayanan tidak seperti keadaan normal. Dikarenakan debit air di sumber mengalami penurunan sehingga saringan pipa nampak dari permukaan air di masing-masing  broncep. Bagi pelanggan yang masih mengalir airnya, untuk segera menghemat pemakaian. Bagi pelanggan yang tidak mengalir kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan ini,” sambungnya.

Ia berharap, masyarakat dapat memahami, dengan kondisi alam yang ada saat ini. “Kita sebagai masyarakat harus memahami keadaan alam sekarang. Karena yang membutuhkan air bukan manusia saja, tetapi semua mahluk hidup. Menurut kami saat ini cuaca dikatakan hujan pun tidak panas pun tidak. Artinya semua nanggung,” kata dia. (dan)

SUKADANA – Sering tidak mengalirnya Air Bersih ke rumah warga selalu menjadi keluhan masyarakat. Bahkan banyak diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Air Bersih, Eman Awaludin menjelaskan, saat ini UPT Air Bersih mengelola enam  sumber air untuk mengaliri masyarakat di Kayong Utara. “Sumber-sumber air yang kami kelola, Sungai Buloh (Gunung Palong), Mandi Bintang (air paoh), Nek Otong, Lubuk Tapah, Tapeng dan Sarawak,” terangnya Kamis (15/4).

Ia juga menjelaskan, saat ini empat sumber dari keenam sumber air yang dikelola UPT mengalami kekeringan di Broncep. Debit air yang berkurang menjadi penyebab air tak dapat mengaliri masyarakat secara merata. Sebab itu, ia mengimbau, masyarakat dapat melakukan penghematan dalam pemakaian air.

Baca Juga :  YBM PLN dan Rumah Zakat Berikan Wakaf Air Bersih untuk Pesantren Al Muhajirin

“Untuk Sumber Air, Mandi Bintang, Nek Otong, Tapeng dan Serawak, pelayanan tidak seperti keadaan normal. Dikarenakan debit air di sumber mengalami penurunan sehingga saringan pipa nampak dari permukaan air di masing-masing  broncep. Bagi pelanggan yang masih mengalir airnya, untuk segera menghemat pemakaian. Bagi pelanggan yang tidak mengalir kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan ini,” sambungnya.

Ia berharap, masyarakat dapat memahami, dengan kondisi alam yang ada saat ini. “Kita sebagai masyarakat harus memahami keadaan alam sekarang. Karena yang membutuhkan air bukan manusia saja, tetapi semua mahluk hidup. Menurut kami saat ini cuaca dikatakan hujan pun tidak panas pun tidak. Artinya semua nanggung,” kata dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/