alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Berikan Pendampingan Hukum untuk TR

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada TR (22), warga Sukadana, Kayong Utara yang diamakan Tim Siber Polda Metro Jaya, atas dugaan meretas situs milik PT. Global Media Visual, Mola TV, Selasa (8/6) lalu. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara Citra Duani, kemarin.

“Tadi malam bapaknya (kemarin, Red) datang ke saya. Alhamdulillah putranya (TR, Red), sehat walafiat. Dia (orang tua TR, Red) komunikasi dengan penyidik Polda Metro cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kayong Utara siap melakukan pendampingan dan bantuan hukum, berupaya untuk melakukan mediasi dengan Mola TV,” terang Bupati. Sebab, menurut Bupati, TR disangkakan telah melakukan dugaan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bukan atas kesengajaan, dengan meretas Mola TV. “Bahwa yang bersangkutan melakukan hal tersebut bukan atas kesengajaan, meretas di usia masih muda baru tamat SMA,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Kayong Utara, Syarif Muhammad Damiri mengatakan, untuk pendampingan dan bantuan hukum terhadap TR, akan dipelajari mereka terlebih dahulu atas hal ini.

“Menyikapi hal ini, kita akan pelajari kasusnya seperti apa. Karena ini terindikasi adanya persoalan hukum, maka selanjutnya kita tentukan langkah-langkah atau upaya upaya hukum,” terangnya.

Baca Juga :  Yudie Chaniago Harapkan Sutarmidji Perbaikan Jalan Provinsi

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar membenarkan informasi mengenai warga Sukadana, TR (22), yang diamakan Tim Siber Polda Metro Jaya, atas dugaan meretas situs milik PT. Global Media Visual, Mola TV. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, Minggu (13/6) lalu.

“Biasanya Polda Metro laporkan ke Polres setempat, dan laporan Polres Kayong (Utara) benar, yang bersangkutan sudah dibawa ke Jakarta untuk diproses hukum,” terangnya kepada Pontianak Post.

Kepada Pontianak Post, di hari yang sama, ayah TR, M. Azhari, menceritakan bagaimana putra bungsunya tersebut diamankan aparat Polda Metro Jaya pada 8 Juni lalu. “Ada sekitar lima orang datang ke rumah, pakai mobil, minta izin untuk membawa TR ke Polsek Sukadana, untuk dimintakan keterangan,” jelas Azhari di Sukadana, Minggu (13/6) kemarin.

Dijelaskannya, saat itu pihak yang menjemput putranya tersebut juga membawa sebuah laptop, dua buah HP, sebuah hardisk, dan kartu ATM milik anaknya.

Terkait hal ini, awalnya orang tua TR mengaku belum mengetahui dengan pasti apa kesalahan yang telah dilakukan anaknya tersebut. “Dari Polsek Sukadana, anak saya dibawa menuju Polres Ketapang. Di sinilah baru kami  bisa bertemu dan menanyakan langsung kepada pihak polisi terkait masalah anak kami,” sambungnya.

Baca Juga :  Festival Panen Raya Durian Hasilkan Rp42 Juta

Sementara itu, salah satu guru TR saat masih bersekolah di SMA Negeri 1 Sukadana, Sudarmono, mengaku tak habis pikir. Menurut dia, TR saat masih bersekolah tak ada beda dengan siswa lainnya, bahkan nilai akademiknya tergolong biasa saja.

“Normal anak ini, tidak ada tanda-tanda, seperti siswa biasanya. Unggul di komputer juga tidak, tapi memang anak IPA dia. Terkejutlah, kata anak – anak, dari SMA tapi yang di hack itu game, karena suka main game,” tutur Mono, sapaan akrabnya.

Mono sendiri saat ini sudah tidak mengajar lagi di SMA Negeri 1 Sukadana. Namun dirinya mengenal betul siswa didik TR yang lulus pada 2019 tersebut. Dirinya mengaku terkejut ketika mengetahui salah satu mantan siswanya harus berurusan dengan hukum karena memiliki kemampuan meretas situs milik PT. Global Media Visual alias Mola TV.

Diketahui, TR yang merupakan warga Kecamatan Sukadana ini dijemput langsung oleh Kepolisian Polda Metro Jaya, pada sore, 8 Juni lalu. (dan)

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada TR (22), warga Sukadana, Kayong Utara yang diamakan Tim Siber Polda Metro Jaya, atas dugaan meretas situs milik PT. Global Media Visual, Mola TV, Selasa (8/6) lalu. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara Citra Duani, kemarin.

“Tadi malam bapaknya (kemarin, Red) datang ke saya. Alhamdulillah putranya (TR, Red), sehat walafiat. Dia (orang tua TR, Red) komunikasi dengan penyidik Polda Metro cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kayong Utara siap melakukan pendampingan dan bantuan hukum, berupaya untuk melakukan mediasi dengan Mola TV,” terang Bupati. Sebab, menurut Bupati, TR disangkakan telah melakukan dugaan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bukan atas kesengajaan, dengan meretas Mola TV. “Bahwa yang bersangkutan melakukan hal tersebut bukan atas kesengajaan, meretas di usia masih muda baru tamat SMA,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Kayong Utara, Syarif Muhammad Damiri mengatakan, untuk pendampingan dan bantuan hukum terhadap TR, akan dipelajari mereka terlebih dahulu atas hal ini.

“Menyikapi hal ini, kita akan pelajari kasusnya seperti apa. Karena ini terindikasi adanya persoalan hukum, maka selanjutnya kita tentukan langkah-langkah atau upaya upaya hukum,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Piala Eropa, MOLA Umumkan Hak Siar di Indonesia

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar membenarkan informasi mengenai warga Sukadana, TR (22), yang diamakan Tim Siber Polda Metro Jaya, atas dugaan meretas situs milik PT. Global Media Visual, Mola TV. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, Minggu (13/6) lalu.

“Biasanya Polda Metro laporkan ke Polres setempat, dan laporan Polres Kayong (Utara) benar, yang bersangkutan sudah dibawa ke Jakarta untuk diproses hukum,” terangnya kepada Pontianak Post.

Kepada Pontianak Post, di hari yang sama, ayah TR, M. Azhari, menceritakan bagaimana putra bungsunya tersebut diamankan aparat Polda Metro Jaya pada 8 Juni lalu. “Ada sekitar lima orang datang ke rumah, pakai mobil, minta izin untuk membawa TR ke Polsek Sukadana, untuk dimintakan keterangan,” jelas Azhari di Sukadana, Minggu (13/6) kemarin.

Dijelaskannya, saat itu pihak yang menjemput putranya tersebut juga membawa sebuah laptop, dua buah HP, sebuah hardisk, dan kartu ATM milik anaknya.

Terkait hal ini, awalnya orang tua TR mengaku belum mengetahui dengan pasti apa kesalahan yang telah dilakukan anaknya tersebut. “Dari Polsek Sukadana, anak saya dibawa menuju Polres Ketapang. Di sinilah baru kami  bisa bertemu dan menanyakan langsung kepada pihak polisi terkait masalah anak kami,” sambungnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Rusak Rumah Pelapis

Sementara itu, salah satu guru TR saat masih bersekolah di SMA Negeri 1 Sukadana, Sudarmono, mengaku tak habis pikir. Menurut dia, TR saat masih bersekolah tak ada beda dengan siswa lainnya, bahkan nilai akademiknya tergolong biasa saja.

“Normal anak ini, tidak ada tanda-tanda, seperti siswa biasanya. Unggul di komputer juga tidak, tapi memang anak IPA dia. Terkejutlah, kata anak – anak, dari SMA tapi yang di hack itu game, karena suka main game,” tutur Mono, sapaan akrabnya.

Mono sendiri saat ini sudah tidak mengajar lagi di SMA Negeri 1 Sukadana. Namun dirinya mengenal betul siswa didik TR yang lulus pada 2019 tersebut. Dirinya mengaku terkejut ketika mengetahui salah satu mantan siswanya harus berurusan dengan hukum karena memiliki kemampuan meretas situs milik PT. Global Media Visual alias Mola TV.

Diketahui, TR yang merupakan warga Kecamatan Sukadana ini dijemput langsung oleh Kepolisian Polda Metro Jaya, pada sore, 8 Juni lalu. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/