alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Pasang Laut Genangi Rumah Nelayan

SUKADANA – Akibat pasang air laut yang cukup tinggi, sejumlah  lokasi tergenang air, termasuk permukiman 50 kepala keluarga di perumahan nelayan Sukadana. Warga yang menempati rumah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2016 silam tersebut terlihat pasrah dengan kondisi alam yang terjadi hampir setiap tahun itu.

Kepala Pengurus Rumah Nelayan, Hermanto, mengatakan, hampir setiap tahun pasang surut air terjadi di permukiman rumah nelayan tersebut. “Tahun kemarin air pasang hanya  5 – 10 sentimeter saja, namun tahun ini tapi tahun ini mencapai 35 sentimeter, yang jelasnya kami tetap bertahan. Karena tidak ada tempat tinggal lain lagi,” terang Hermanto, Rabu (16/12) di Sukadana.

Baca Juga :  Kades Mangkir, Bupati Kecewa

Dikatakan dia, untuk air yang sudah tinggi sejak pagi membuat alat elektronik sebagian warga rusak. Bahkan barang-barang perlengkapan rumah tangga milik mereka harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari rendaman air. “Kami minta tolong agar Pemda setempat bisa memperhatikan dan memberikan solusi terbaik ke depanya,” kata dia.

Semantara itu, sampai saat ini mereka belum sedikit pun menerima bantuan dari pemerintah daerah  terkait bencana yang mereka hadapi. “Sementara ini belumlah harapan bantuan sembako dan keperluan sehari-hari kami,” kata dia.

Terpisah, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara Noorhabib mengatakan, dalam hal ini pihaknya telah memperingatkan agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun ini, terutama beraktivitas di laut dan tempat-tempat yang  rawan bencana. “Saya mengimbau kepada masyarakat bahwa sampai saat ini kondisi laut kita belum bisa bersahabat dengan baik berdasarakan informasi dari  BMKG masih ada akan terjadi cuaca ekstrem diperkirkan sampai akhir bulan Desember ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pendemi dan Jalan Rusak, Kunjungan Wisatawan Berkurang

Terlebih, diingatkan dia, di tempat wisata pantai yang banyak berdiri pohon yang usianya banyak yang sudah cukup tua. “Khawatir kan  juga khususnya di sukadana hati-hati di pantai tersebut karena menurut kami banyak pohon-pohon yang sudah tua,” tutupnya. (dan)

SUKADANA – Akibat pasang air laut yang cukup tinggi, sejumlah  lokasi tergenang air, termasuk permukiman 50 kepala keluarga di perumahan nelayan Sukadana. Warga yang menempati rumah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2016 silam tersebut terlihat pasrah dengan kondisi alam yang terjadi hampir setiap tahun itu.

Kepala Pengurus Rumah Nelayan, Hermanto, mengatakan, hampir setiap tahun pasang surut air terjadi di permukiman rumah nelayan tersebut. “Tahun kemarin air pasang hanya  5 – 10 sentimeter saja, namun tahun ini tapi tahun ini mencapai 35 sentimeter, yang jelasnya kami tetap bertahan. Karena tidak ada tempat tinggal lain lagi,” terang Hermanto, Rabu (16/12) di Sukadana.

Baca Juga :  Pendemi dan Jalan Rusak, Kunjungan Wisatawan Berkurang

Dikatakan dia, untuk air yang sudah tinggi sejak pagi membuat alat elektronik sebagian warga rusak. Bahkan barang-barang perlengkapan rumah tangga milik mereka harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari rendaman air. “Kami minta tolong agar Pemda setempat bisa memperhatikan dan memberikan solusi terbaik ke depanya,” kata dia.

Semantara itu, sampai saat ini mereka belum sedikit pun menerima bantuan dari pemerintah daerah  terkait bencana yang mereka hadapi. “Sementara ini belumlah harapan bantuan sembako dan keperluan sehari-hari kami,” kata dia.

Terpisah, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara Noorhabib mengatakan, dalam hal ini pihaknya telah memperingatkan agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun ini, terutama beraktivitas di laut dan tempat-tempat yang  rawan bencana. “Saya mengimbau kepada masyarakat bahwa sampai saat ini kondisi laut kita belum bisa bersahabat dengan baik berdasarakan informasi dari  BMKG masih ada akan terjadi cuaca ekstrem diperkirkan sampai akhir bulan Desember ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Daud Kembali Naik Ring di Jakarta Awal Juli

Terlebih, diingatkan dia, di tempat wisata pantai yang banyak berdiri pohon yang usianya banyak yang sudah cukup tua. “Khawatir kan  juga khususnya di sukadana hati-hati di pantai tersebut karena menurut kami banyak pohon-pohon yang sudah tua,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/