alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Kopi Diharapkan Menjadi Komoditas Unggulan di Kayong Utara

SUKADANA –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Kayong Utara Sarnawi, sangat menyambut baik ditetapkannya sebagai hari kopi Kayong Utara pada 14 Agustus  kemarin di Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti. Untuk itu ia berharap hal ini dapat menjadi satu diantara komuditas unggulan dan memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kabupaten ini.

“DPRD sepakat telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara dilakukan secara bersama di Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti,  bersama Danrem,  Bupati dan lainnya, “terang Sarnawi yang ikut mendeklarasikan hari Kopi Kayong Utara kemarin.

Sarnawi berharap, dideklarasikan hari kopi Kayong Utara ini mampu memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kayong Utara, diantaranya yang ada di Desa Podo Rukun, Kecamatan Seponti.  “Semoga telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara pada 14 Agustus dapat memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kayong Utara ,”harap Sarnawi, Minggu (16/8).

Baca Juga :  Pilkades 2020; Pemerintah Desa Diingatkan Tidak Curang

Bahkan,  diakui Sarnawi selain durian di Kayong Utara, kopi juga dapat menjadi satu diantara komoditas unggulan.  “Kita mendorong kopi ini menjadi komoditas unggulan selain durian,  bahkan selanjutnya akan kami dorong kelapa yang juga ada di Kabupaten ini,” tambahnya.

Sementara Pj (Pejabat) Kepala Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara Afil Bahari mengungkapkan,  pihaknya sangat menyambut baik telah dideklarasikan hari Kopi Kayong Utara pada 14 agustus kemarin.

Semoga peringatan ini dapat menjadi agenda tahunan bagi pemerintah daerah Kabupaten Kayong Utara dalam memperingati hari kopi, dan memberikan motivasi bagi petani.  “Kami di Desa tentunya sangat menyambut baik dengan telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara.  Semoga ini dapat menjadi agenda tahunan untuk memperingati hari Kopi di Kabupaten, dan dapat memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kabupaten Kayong Utara,” harapnya.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Terus Berlanjut

Afil menerangkan,  saat ini pengelolaan kopi di Desa Podo Rukun, masih dengan cara tradisional, dengan hamparan lahan yang ada kurang lebih seluas 100 hektar, dengan produktivitas sekitar lima ton perbulan.

“Salah satu program inovasi Desa Podo Rukun saat ini yaitu pengembangan budidaya kopi.  Kopi di Desa Podo Rukun masih di kelola secara tradisional,  dengan produktivitas sebanyak lima ton perbulan, “terangnya.

Bahkan,  lanjut dia saat ini di Desa Podo Rukun terdapat lahan aset desa yang disiapkan kurang lebih seluas 300 hetar guna pengembangan kopi.  Sehingga diharapkan kedepan dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ada lahan aset desa,  sekitar 300 hektar dan rencana kami jika ada yang bersedia membantu untuk dapat dikelola sehingga dapat berguna bagi masyarakat Podo Rukun,  dan Kecamatan Seponti,  Kabupaten Kayong Utara secara umumnya,” tutupnya.  (dan)

 

SUKADANA –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Kayong Utara Sarnawi, sangat menyambut baik ditetapkannya sebagai hari kopi Kayong Utara pada 14 Agustus  kemarin di Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti. Untuk itu ia berharap hal ini dapat menjadi satu diantara komuditas unggulan dan memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kabupaten ini.

“DPRD sepakat telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara dilakukan secara bersama di Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti,  bersama Danrem,  Bupati dan lainnya, “terang Sarnawi yang ikut mendeklarasikan hari Kopi Kayong Utara kemarin.

Sarnawi berharap, dideklarasikan hari kopi Kayong Utara ini mampu memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kayong Utara, diantaranya yang ada di Desa Podo Rukun, Kecamatan Seponti.  “Semoga telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara pada 14 Agustus dapat memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kayong Utara ,”harap Sarnawi, Minggu (16/8).

Baca Juga :  Penanaman dan Deklarasi Hari Kopi Kayong Utara

Bahkan,  diakui Sarnawi selain durian di Kayong Utara, kopi juga dapat menjadi satu diantara komoditas unggulan.  “Kita mendorong kopi ini menjadi komoditas unggulan selain durian,  bahkan selanjutnya akan kami dorong kelapa yang juga ada di Kabupaten ini,” tambahnya.

Sementara Pj (Pejabat) Kepala Desa Podo Rukun,  Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara Afil Bahari mengungkapkan,  pihaknya sangat menyambut baik telah dideklarasikan hari Kopi Kayong Utara pada 14 agustus kemarin.

Semoga peringatan ini dapat menjadi agenda tahunan bagi pemerintah daerah Kabupaten Kayong Utara dalam memperingati hari kopi, dan memberikan motivasi bagi petani.  “Kami di Desa tentunya sangat menyambut baik dengan telah dideklarasikan hari kopi Kayong Utara.  Semoga ini dapat menjadi agenda tahunan untuk memperingati hari Kopi di Kabupaten, dan dapat memberikan motivasi bagi para petani kopi di Kabupaten Kayong Utara,” harapnya.

Baca Juga :  Pilkades 2020; Pemerintah Desa Diingatkan Tidak Curang

Afil menerangkan,  saat ini pengelolaan kopi di Desa Podo Rukun, masih dengan cara tradisional, dengan hamparan lahan yang ada kurang lebih seluas 100 hektar, dengan produktivitas sekitar lima ton perbulan.

“Salah satu program inovasi Desa Podo Rukun saat ini yaitu pengembangan budidaya kopi.  Kopi di Desa Podo Rukun masih di kelola secara tradisional,  dengan produktivitas sebanyak lima ton perbulan, “terangnya.

Bahkan,  lanjut dia saat ini di Desa Podo Rukun terdapat lahan aset desa yang disiapkan kurang lebih seluas 300 hetar guna pengembangan kopi.  Sehingga diharapkan kedepan dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ada lahan aset desa,  sekitar 300 hektar dan rencana kami jika ada yang bersedia membantu untuk dapat dikelola sehingga dapat berguna bagi masyarakat Podo Rukun,  dan Kecamatan Seponti,  Kabupaten Kayong Utara secara umumnya,” tutupnya.  (dan)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/