alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak Dimasa Pandemi Covid 19

SUKADANA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara, Al- Ghazali berpesan kepada para orangtua dimasa pandemi Covid 19 agar dapat memaksimalkan pengawasan dalam pembelajaran anak di rumah. Sebab, sejauh ini belum dapat dipastikan kapan sekolah dapat kembali masuk seperti biasa.

“Sejauh ini belum dapat dipastikan kapan masuk, dan untuk saat ini masih persiapan baik di dinas maupun kesiapan sekolah, hingga masih menunggu hasil swab yang telah dilakukan, “terang Ketua KPAD Kayong Utara kepada Pontianak Post, Selasa (18/8) di Sukadana.

Untuk itu lanjut dia, bagi para orangtua dari kemarin sudah diimbau sejak awal pandemi agar dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran di rumah dan pengawasan kepada anaknya.

Baca Juga :  Sungai Sepeti Wakili Kayong Utara

“Sejak awal pandemi sudah kita sampikan, agar dapat memaksimalkan belajar di rumah, sampai ada keputusan dari gubernur kapan masuk sekolahnya,”ungkap Al-Ghazali.

Namun ia menilai, sejak status zona hijau, orang tua sepertinya mulai kurang pengawasannya kepada anak-anak, karena bukan berarti pendidikan tidak penting dimasa pandemi, karena kesehatanlah yang utama.

“Ya memang kondisinya memaksa kita untuk dimasa pandemi begini pemerintah fokus pada kesehatan. Belajar dari rumah juga sebenarnya banyak dikeluhkan guru dan tidak hanya murid. Karena guru harus berkerja ekstra menyiapkan materi pembelajaran,”lanjut dia.

Tujuan dengan adanya belajar dirumah sebenarnya untuk kebaikan anak-anak, mengingat di sekolah itu interaksi antar-anak dan anak maupun guru cukup tinggi.

Baca Juga :  Manfaatkan Lahan Kosong dengan Budidaya Nila

Atas hal ini, ia berpesan kepada para orangtua yang melakukan pengawasan dan membimbing belajar di rumah agar dapat bersabar. Sambil menunggu masuknya sekolah.

“Anak-anak sendiri terutama diusia Sekolah Dasar, Paud sangat sulit dikondisikan dengan New Normal life. Potensinya akan sangat berbahaya jika ada salah satu saja anak yang positif. Untuk itu saya rasa orang tua harus bersabar, sembari kita menjaga anak dengan baik. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget (HP) pada anaknya, “jelasnya. (dan)

SUKADANA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara, Al- Ghazali berpesan kepada para orangtua dimasa pandemi Covid 19 agar dapat memaksimalkan pengawasan dalam pembelajaran anak di rumah. Sebab, sejauh ini belum dapat dipastikan kapan sekolah dapat kembali masuk seperti biasa.

“Sejauh ini belum dapat dipastikan kapan masuk, dan untuk saat ini masih persiapan baik di dinas maupun kesiapan sekolah, hingga masih menunggu hasil swab yang telah dilakukan, “terang Ketua KPAD Kayong Utara kepada Pontianak Post, Selasa (18/8) di Sukadana.

Untuk itu lanjut dia, bagi para orangtua dari kemarin sudah diimbau sejak awal pandemi agar dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran di rumah dan pengawasan kepada anaknya.

Baca Juga :  Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Meningkat di Indonesia

“Sejak awal pandemi sudah kita sampikan, agar dapat memaksimalkan belajar di rumah, sampai ada keputusan dari gubernur kapan masuk sekolahnya,”ungkap Al-Ghazali.

Namun ia menilai, sejak status zona hijau, orang tua sepertinya mulai kurang pengawasannya kepada anak-anak, karena bukan berarti pendidikan tidak penting dimasa pandemi, karena kesehatanlah yang utama.

“Ya memang kondisinya memaksa kita untuk dimasa pandemi begini pemerintah fokus pada kesehatan. Belajar dari rumah juga sebenarnya banyak dikeluhkan guru dan tidak hanya murid. Karena guru harus berkerja ekstra menyiapkan materi pembelajaran,”lanjut dia.

Tujuan dengan adanya belajar dirumah sebenarnya untuk kebaikan anak-anak, mengingat di sekolah itu interaksi antar-anak dan anak maupun guru cukup tinggi.

Baca Juga :  Tracing dan Testing semua Negatif Covid-19

Atas hal ini, ia berpesan kepada para orangtua yang melakukan pengawasan dan membimbing belajar di rumah agar dapat bersabar. Sambil menunggu masuknya sekolah.

“Anak-anak sendiri terutama diusia Sekolah Dasar, Paud sangat sulit dikondisikan dengan New Normal life. Potensinya akan sangat berbahaya jika ada salah satu saja anak yang positif. Untuk itu saya rasa orang tua harus bersabar, sembari kita menjaga anak dengan baik. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget (HP) pada anaknya, “jelasnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/