alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Hadapi Lonjakan Arus Balik, Dishub Tambah Jumlah Petugas

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kayong Utara, Erwan Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya menempatkan petugas tambahan di lokasi Pelabuhan Teluk Batang. Hal tersebut mereka lakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang  yang tidak menetapkan protokol kesehatan dan keselamatan saat melakukan perjalanan pada arus balik lebaran.

Iya, makanya mulai besok (kemarin, Red) kami tambahkan petugas disana untuk pengendalian arus balik lebaran. Selain prokes akan kami tekankan juga ke sisi safety-nya,” ungkap Erwan, Selasa (18/5) di Sukadana.

Lanjut Erwan, saat ini sesuai arahan Bupati Kayong Utara, keberadaan posko terpadu terkait peniadaan mudik juga akan diperpanjang hingga 24 Mei mendatang. “Adapun guna pengendalian penumpang yang akan berangkat melalui pelabuhan, baik itu speedboat maupun klotok, dari Dishub juga menambahkan personel untuk membantu pelaksanaan tugas posko terpadu,” kata dia.

Sementara sebelumnya, dibukanya trasportasi jalur air di Pelabuhan Teluk Batang menjadikan jumlah penumpang dari Teluk Batang menuju Kota Pontianak maupun Rasau Jaya hingga ke daerah lainnya mengalami peningkatan. Ketua Satgas Covid-19 di Teluk Batang Hambali mengungkapkan, untuk jumlah penumpang yang berangkat dari Teluk Batang mengalami peningkatan, setelah dibukanya jalur trasporasi tersebut pascapenyekatan larangan mudik lebaran.

Baca Juga :  Pemudik Diminta Putar Balik

“Kemudian untuk penumpang, kalau untuk motor kebanyakan dari Ketapang untuk pulang ke Pontianak. Untuk petugas yang ada sebanyak 20 orang petugas Covid. Jumlah penumpang pada hari pertama membludak menuju Kota Pontianak dan Rasau Jaya (Kabupaten Kubu Raya) di keberangkatan pertama pascalibur lebaran,” terang dia, Selasa (18/5) di Teluk Batang.

Menanggapi hal in, Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara, menurut Camat Teluk Batang tersebut, akan melakukan rapat bersama penjual tiket kapal kelotok yang ada di Pelabuhan Teluk Batang, untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang. Pasalnya, hal ini harus dilakukan mereka agar penumpang dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Memang pada keberangkatan pertama ini paska tidak kembali jalannya kapal sudah banyak menunggu di Teluk Batang, salah satunya dari Ketapang. Karena kemarin mereka mau kembali lagi terlalu jauh, jadi terpaksa menginap sampai kapal kelotok kembali beroperasi. Makanya hari ini (kemarin, Red) jumlah penumpang luar biasa,” lanjut dia.

Baca Juga :  Hujan Tak Kunjung Reda, Air Mulai Masuk ke Bahu Jalan dan Rumah Warga

Ia berharap, pada pertemuan yang akan dilakukan bersama Dinas Perhubungan tersebut dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan pada kapal. Sebab, hal ini harus dilakukan mereka demi keselamatan dan kenyamanan penupang saat berada di kapal, tentunya dengan perjalanan cukup lama.

“Rapat ini juga ditujukan agar penumpang tidak membeludak. Hal ini juga untuk keselamatan bagi penumpang. Ini juga bukan pembiaran. Apa lagi perjalanan bisa delapan jam dan bisa 10 jam perjalanan. Karena siapa tahu kelebihan penumpang,  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan seharusnya untuk angkutan lebaran ini ada Pol Airud, ada Syahbandarnya,” tutupnya. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kayong Utara, Erwan Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya menempatkan petugas tambahan di lokasi Pelabuhan Teluk Batang. Hal tersebut mereka lakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang  yang tidak menetapkan protokol kesehatan dan keselamatan saat melakukan perjalanan pada arus balik lebaran.

Iya, makanya mulai besok (kemarin, Red) kami tambahkan petugas disana untuk pengendalian arus balik lebaran. Selain prokes akan kami tekankan juga ke sisi safety-nya,” ungkap Erwan, Selasa (18/5) di Sukadana.

Lanjut Erwan, saat ini sesuai arahan Bupati Kayong Utara, keberadaan posko terpadu terkait peniadaan mudik juga akan diperpanjang hingga 24 Mei mendatang. “Adapun guna pengendalian penumpang yang akan berangkat melalui pelabuhan, baik itu speedboat maupun klotok, dari Dishub juga menambahkan personel untuk membantu pelaksanaan tugas posko terpadu,” kata dia.

Sementara sebelumnya, dibukanya trasportasi jalur air di Pelabuhan Teluk Batang menjadikan jumlah penumpang dari Teluk Batang menuju Kota Pontianak maupun Rasau Jaya hingga ke daerah lainnya mengalami peningkatan. Ketua Satgas Covid-19 di Teluk Batang Hambali mengungkapkan, untuk jumlah penumpang yang berangkat dari Teluk Batang mengalami peningkatan, setelah dibukanya jalur trasporasi tersebut pascapenyekatan larangan mudik lebaran.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Sebab Tongkang Terbalik, dari Kalbar Menuju Jambi

“Kemudian untuk penumpang, kalau untuk motor kebanyakan dari Ketapang untuk pulang ke Pontianak. Untuk petugas yang ada sebanyak 20 orang petugas Covid. Jumlah penumpang pada hari pertama membludak menuju Kota Pontianak dan Rasau Jaya (Kabupaten Kubu Raya) di keberangkatan pertama pascalibur lebaran,” terang dia, Selasa (18/5) di Teluk Batang.

Menanggapi hal in, Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara, menurut Camat Teluk Batang tersebut, akan melakukan rapat bersama penjual tiket kapal kelotok yang ada di Pelabuhan Teluk Batang, untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang. Pasalnya, hal ini harus dilakukan mereka agar penumpang dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Memang pada keberangkatan pertama ini paska tidak kembali jalannya kapal sudah banyak menunggu di Teluk Batang, salah satunya dari Ketapang. Karena kemarin mereka mau kembali lagi terlalu jauh, jadi terpaksa menginap sampai kapal kelotok kembali beroperasi. Makanya hari ini (kemarin, Red) jumlah penumpang luar biasa,” lanjut dia.

Baca Juga :  Pemudik Diminta Putar Balik

Ia berharap, pada pertemuan yang akan dilakukan bersama Dinas Perhubungan tersebut dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan pada kapal. Sebab, hal ini harus dilakukan mereka demi keselamatan dan kenyamanan penupang saat berada di kapal, tentunya dengan perjalanan cukup lama.

“Rapat ini juga ditujukan agar penumpang tidak membeludak. Hal ini juga untuk keselamatan bagi penumpang. Ini juga bukan pembiaran. Apa lagi perjalanan bisa delapan jam dan bisa 10 jam perjalanan. Karena siapa tahu kelebihan penumpang,  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan seharusnya untuk angkutan lebaran ini ada Pol Airud, ada Syahbandarnya,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/