alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pelaku Penggelapan 17 Laptop Dinas Pendidikan Terima Sanksi

SUKADANA – Pelaku penggelapan 17 laptop SMP Negeri 1 Pulau Maya, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang.
Sejumlah laptop tersebut merupakan pengadaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara.

Sebelumnya, untuk ke tiga pelaku satu diantaranya merupakan guru honorer berhasil dibekuk Tim Response Cepat Tindak (Respatti) Satreskrim Polres Kayong Utara, atas perbuatannya menggelapkan 17 unit laptop milik SMP Negeri 1 Pulau Maya, Kecamatan Pulau Maya.

Mengenal ini Kasat Reskrim Polres Kayong Utara AKP David Dino Sipahutar mengungkapkan, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang.”Sudah bang,”terangnya ketika dikonfirmasi Pontianak Post, Senin (19/4) kemarin.

Terpisah Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto menjelaskan, untuk masing-masing pelaku sudah diketahui berapa lama sanksi masa tahanannya. Tinggal menunggu putusan.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Covid 19, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Ditutup

“Kemarin sudah dibacakan tuntutannya. Besok Kamis (hari ini.red 22 April) Insya Allah putusan pengadilan,”jelasnya, Selasa (20/4).

Dijelaskan dia, untuk masing-masing pelaku lama masa tahananya berbeda. Karena, lanjut dia ada yang berperan sebagai penadah dan juga penggelapan dalam jabatan.

“Kalau yang mahasiswa sekaligus pegawai honor Poltek ada AR dan HS.
Untuk yang guru honorer atas nama HA alias bang dol, kita tuntut dua tahun enam bulan. Dia pelaku utama penggelapan laptop SMP Negeri 1 Pulau Maya. Dia kita tuntut terbukti penggelapan dalam jabatan,”ungkapnya.

Sementara itu, untuk dua pelaku lainnya HS dan AR merupakan sebagai penadah masing-masing masa tahananya selama satu tahun enam bulan.

Baca Juga :  Pemkab KKU Gencarkan Penerapan Protokol Kesehatan

“Kalau HS dan AR yang menjualkan laptop mereka dituntut masing masing 1 tahun 6 bulan. Kalau ini 480 Penadahan,”paparnya.

Sementara itu, dijelaskaan dia, untuk barang bukti sudah diserah terima kepada pihak sekolah, dan mengenai hal ini tidak ada lagi hubunganya dengan Dinas Pendidikan.

” Yang dimintai keterangan sebagai saksi hanya yang terkait perkara. Selanjutnya laptop dititipkan ke Kepala Sekolah dan sudah diserah terimakan, sudah tidak ada hubungan lagi dengan Dinas Pendidikan,”tutupnya. (dan)

SUKADANA – Pelaku penggelapan 17 laptop SMP Negeri 1 Pulau Maya, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang.
Sejumlah laptop tersebut merupakan pengadaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara.

Sebelumnya, untuk ke tiga pelaku satu diantaranya merupakan guru honorer berhasil dibekuk Tim Response Cepat Tindak (Respatti) Satreskrim Polres Kayong Utara, atas perbuatannya menggelapkan 17 unit laptop milik SMP Negeri 1 Pulau Maya, Kecamatan Pulau Maya.

Mengenal ini Kasat Reskrim Polres Kayong Utara AKP David Dino Sipahutar mengungkapkan, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang.”Sudah bang,”terangnya ketika dikonfirmasi Pontianak Post, Senin (19/4) kemarin.

Terpisah Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto menjelaskan, untuk masing-masing pelaku sudah diketahui berapa lama sanksi masa tahanannya. Tinggal menunggu putusan.

Baca Juga :  Takbir Keliling Dilarang di Landak

“Kemarin sudah dibacakan tuntutannya. Besok Kamis (hari ini.red 22 April) Insya Allah putusan pengadilan,”jelasnya, Selasa (20/4).

Dijelaskan dia, untuk masing-masing pelaku lama masa tahananya berbeda. Karena, lanjut dia ada yang berperan sebagai penadah dan juga penggelapan dalam jabatan.

“Kalau yang mahasiswa sekaligus pegawai honor Poltek ada AR dan HS.
Untuk yang guru honorer atas nama HA alias bang dol, kita tuntut dua tahun enam bulan. Dia pelaku utama penggelapan laptop SMP Negeri 1 Pulau Maya. Dia kita tuntut terbukti penggelapan dalam jabatan,”ungkapnya.

Sementara itu, untuk dua pelaku lainnya HS dan AR merupakan sebagai penadah masing-masing masa tahananya selama satu tahun enam bulan.

Baca Juga :  K.H. Chairuman Arrahbini, SosokĀ Ulama yang Kharismatik

“Kalau HS dan AR yang menjualkan laptop mereka dituntut masing masing 1 tahun 6 bulan. Kalau ini 480 Penadahan,”paparnya.

Sementara itu, dijelaskaan dia, untuk barang bukti sudah diserah terima kepada pihak sekolah, dan mengenai hal ini tidak ada lagi hubunganya dengan Dinas Pendidikan.

” Yang dimintai keterangan sebagai saksi hanya yang terkait perkara. Selanjutnya laptop dititipkan ke Kepala Sekolah dan sudah diserah terimakan, sudah tidak ada hubungan lagi dengan Dinas Pendidikan,”tutupnya. (dan)

Most Read

KPU Musnahkan Surat Suara Lebih dan Rusak

Berkat Serangan Cepat

Atbah Dekatkan Diri ke Warga

Artikel Terbaru

/