alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Warga Sambut Gembira Pengerasan Melano-Perawas

TELUK MELANO – Sejumlah warga menyambut baik rencana pengerasan ruas jalan Teluk Melano – Perawas yang akan segera dikerjakan personel TNI melalui kegiatan Karya Bhakti. Jika rencana tersebut terealisasi, maka rentang jarak antara Kabupaten Kayong Utara menuju ibukota Provinsi Kalbar menjadi kian dekat.

Udin Periak, salah satu supir truk yang kerap membawa angkutan dari Kota Pontianak ke Kabupaten Kayong Utara menggambarkan bagaimana mereka akan sangat dimudahkan dengan keberadaan ruas jalan tersebut. “Syukurlah kalau jalan itu akan dibangun. Mudah-mudahan dapat segera terselesaikan dengan baik, dan juga tentunya kualitas jalan tersebut baik pula. Dengan harapan dapat bertahan lebih lama,” ungkapnya.

Menurut dia, ruas jalan tersebut merupakan bagian dari urat nadi warga ketika akan bepergian. Jika benar-benar terbangun, dikatakan dia, akan sangat mempersingkat waktu, ketika menggunakan jalur darat. “Iya pastilah, kita akan banyak pilihan nantinya, kalau jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan baik. Jadi dengan menggunakan jalur darat juga menjadi pilihan, sehingga tidak jauh-jauh lagi mutar melalui jalur Siduk – Sandai, untuk menuju Pontianak,” ungkapnya.

Belum lama ini, Kepala Zeni Kodam XII Tanjungpura, Kolonel Corp Zeni Sukamdi memimpin survei persiapan untuk mengadakan kegiatan Karya Bhakti membangun ruas jalan tersebut. Dalam survei tersebut, diungkapkan dia bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan membangun jalan dengan total panjang 42,9 kilometer, mulai dari Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, hingga batas Kabupaten Kayong Utara dengan Desa Perawas di Kabupaten Ketapang. Zeni menjelaskan bahwa Karya Bhakti ini diinisiasi oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada Pangdam XII Tanjungpura, sehingga dilakukanlah gelar survei awal terlebih dahulu. “Setelah itu kita akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk melaksanakan pengukuran kira-kira seperti apa pekerjaan yang diharapkan,” terangnya saat bersama pasukan meninjau langsung kondisi ruas jalan yang akan dibangun.

Baca Juga :  Puluhan CPNS dan PPPK 2021 Terima SK, Bupati Citra Berpesan Harus Loyal

Kodam XII Tanjungpura, kata dia, akan mengikuti program dari Pemprov, dan langsung bekerja ketika anggaran telah digulirkan. Namun dipastikan dia mulai saat ini hingga ke depan, mereka akan merencanakan apa-apa saja yang akan dilaksanakan.

Dia berharap agar rencana ini dapat segera direalisasikan, sehingga program ini akan dilaksanakan pada tahun ini. Apa lagi, dari hasil peninjauannya terungkap bahwa akses ruas jalan ini sudah pernah dibuka.

“Kelihatannya akses jalan sudah pernah dibuka, dan tidak dimanfaatkan, jadi kita akan buka dan bisa dimanfaatkan. Dari peninjauan yang telah dilakukan, ada beberapa ruas jalan yang belum terkoneksi. Sehingga kita koneksikan supaya bisa tersambung dari Teluk Melano hingga Perawas,” lanjutnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Hilaria Yusnani, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sebenarnya adalah antara Pemprov bersama TNI. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara sendiri nantinya diharapkan dia, akan memberikan kontribusi, lantaran masih ada tersisa 3 kilometer lagi ruas jalan yang belum tergarap. Menurut dia, pengerjaannya bisa saja melalui konsesi perusahaan maupun yang akan dikerjakan oleh TNI.

“Kita harapkan ada sinergitas perencanaan dari (Pemerintah) Kabupaten dan (Pemerintah) Provinsi yang finalnya akan dikerjakan oleh TNI,” terang Hilaria yang ikut langsung meninjau jalan tersebut.

Hilaria menambahkan, ruas jalan ini merupakan sebuah akses yang tidak hanya sekadar pembukaan akses Kabupaten Kayong Utara menuju Kota Pontianak saja, tetapi juga untuk peningkatan perekonomian masyarakat Kayong Utara. Sebab secara otomatis, jalan ini, menurut dia, akan menghubungkan Kabupaten Kayong Utara dengan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Gali Potensi Desa

“Seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, dan lain sebagainya, ini juga akan sangat mendukung rencana pelabuhan nasional yang saat ini juga sudah dirintis di Teluk Batang,” tutupnya.

Kepastikan pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang Letkol Kav. Jami’an Remi. “Selain air bersih, kita tahu membuka akses jalan Teluk Melano – Simpang Dua (di Kabupaten Ketapang) ini merupakan salah satu program Pak Bupati Citra Duani. Untuk itu sudah selayaknya Kodim 1203 siap membantu,” tegas Jami’an saat memimpin survei jalan yang telah lama didambakan masyarakat Kayong Utara tersebut pada 15 Januari lalu.

Didampingi Kepala Dinas PU PR dan Kepala Bappeda Kayong Utara, Dandim beserta jajarannya meninjau kondisi jalan dengan menggunakan kendaraan double gardan. Rombongan  menyusuri ruas-ruas jalan yang akan dibuka, demi membongkar keterisolasian Kayong Utara ke daerah lainnya.

“Medannya cukup berat, masih banyak jalan yang terputus. Data sudah kita pegang, (di mana) survei hari ini sebagai bahan kita untuk disampaikan ke Makodam, yang akan ikut terjun langsung ke lapangan besok (hari ini, Red) beserta Pemerintah Provinsi (Kalbar),” tambahnya.

Ia menambahkan, untuk jalan yang akan dibangun mereka saat ini jaraknya belum dapat ditentukan. Pasalnya, dijelaskan Dandim bahwa saat ini mereka masih dalam tahapan peninjauan ke lapangan. Apa lagi saat ini, menurut dia, merupakan kondisi pertama kali mereka datang ke lokasi. “Jaraknya berapa saat ini belum kita bisa kita tentukan secara pasti,” ungkapnya. (dan)

 

TELUK MELANO – Sejumlah warga menyambut baik rencana pengerasan ruas jalan Teluk Melano – Perawas yang akan segera dikerjakan personel TNI melalui kegiatan Karya Bhakti. Jika rencana tersebut terealisasi, maka rentang jarak antara Kabupaten Kayong Utara menuju ibukota Provinsi Kalbar menjadi kian dekat.

Udin Periak, salah satu supir truk yang kerap membawa angkutan dari Kota Pontianak ke Kabupaten Kayong Utara menggambarkan bagaimana mereka akan sangat dimudahkan dengan keberadaan ruas jalan tersebut. “Syukurlah kalau jalan itu akan dibangun. Mudah-mudahan dapat segera terselesaikan dengan baik, dan juga tentunya kualitas jalan tersebut baik pula. Dengan harapan dapat bertahan lebih lama,” ungkapnya.

Menurut dia, ruas jalan tersebut merupakan bagian dari urat nadi warga ketika akan bepergian. Jika benar-benar terbangun, dikatakan dia, akan sangat mempersingkat waktu, ketika menggunakan jalur darat. “Iya pastilah, kita akan banyak pilihan nantinya, kalau jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan baik. Jadi dengan menggunakan jalur darat juga menjadi pilihan, sehingga tidak jauh-jauh lagi mutar melalui jalur Siduk – Sandai, untuk menuju Pontianak,” ungkapnya.

Belum lama ini, Kepala Zeni Kodam XII Tanjungpura, Kolonel Corp Zeni Sukamdi memimpin survei persiapan untuk mengadakan kegiatan Karya Bhakti membangun ruas jalan tersebut. Dalam survei tersebut, diungkapkan dia bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan membangun jalan dengan total panjang 42,9 kilometer, mulai dari Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, hingga batas Kabupaten Kayong Utara dengan Desa Perawas di Kabupaten Ketapang. Zeni menjelaskan bahwa Karya Bhakti ini diinisiasi oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada Pangdam XII Tanjungpura, sehingga dilakukanlah gelar survei awal terlebih dahulu. “Setelah itu kita akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk melaksanakan pengukuran kira-kira seperti apa pekerjaan yang diharapkan,” terangnya saat bersama pasukan meninjau langsung kondisi ruas jalan yang akan dibangun.

Baca Juga :  BUMDes Tampung Produk Masyarakat Sekitar Tanagupa

Kodam XII Tanjungpura, kata dia, akan mengikuti program dari Pemprov, dan langsung bekerja ketika anggaran telah digulirkan. Namun dipastikan dia mulai saat ini hingga ke depan, mereka akan merencanakan apa-apa saja yang akan dilaksanakan.

Dia berharap agar rencana ini dapat segera direalisasikan, sehingga program ini akan dilaksanakan pada tahun ini. Apa lagi, dari hasil peninjauannya terungkap bahwa akses ruas jalan ini sudah pernah dibuka.

“Kelihatannya akses jalan sudah pernah dibuka, dan tidak dimanfaatkan, jadi kita akan buka dan bisa dimanfaatkan. Dari peninjauan yang telah dilakukan, ada beberapa ruas jalan yang belum terkoneksi. Sehingga kita koneksikan supaya bisa tersambung dari Teluk Melano hingga Perawas,” lanjutnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Hilaria Yusnani, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sebenarnya adalah antara Pemprov bersama TNI. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara sendiri nantinya diharapkan dia, akan memberikan kontribusi, lantaran masih ada tersisa 3 kilometer lagi ruas jalan yang belum tergarap. Menurut dia, pengerjaannya bisa saja melalui konsesi perusahaan maupun yang akan dikerjakan oleh TNI.

“Kita harapkan ada sinergitas perencanaan dari (Pemerintah) Kabupaten dan (Pemerintah) Provinsi yang finalnya akan dikerjakan oleh TNI,” terang Hilaria yang ikut langsung meninjau jalan tersebut.

Hilaria menambahkan, ruas jalan ini merupakan sebuah akses yang tidak hanya sekadar pembukaan akses Kabupaten Kayong Utara menuju Kota Pontianak saja, tetapi juga untuk peningkatan perekonomian masyarakat Kayong Utara. Sebab secara otomatis, jalan ini, menurut dia, akan menghubungkan Kabupaten Kayong Utara dengan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Lembaga Gemawan Bentuk Kelompok Perempuan

“Seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, dan lain sebagainya, ini juga akan sangat mendukung rencana pelabuhan nasional yang saat ini juga sudah dirintis di Teluk Batang,” tutupnya.

Kepastikan pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang Letkol Kav. Jami’an Remi. “Selain air bersih, kita tahu membuka akses jalan Teluk Melano – Simpang Dua (di Kabupaten Ketapang) ini merupakan salah satu program Pak Bupati Citra Duani. Untuk itu sudah selayaknya Kodim 1203 siap membantu,” tegas Jami’an saat memimpin survei jalan yang telah lama didambakan masyarakat Kayong Utara tersebut pada 15 Januari lalu.

Didampingi Kepala Dinas PU PR dan Kepala Bappeda Kayong Utara, Dandim beserta jajarannya meninjau kondisi jalan dengan menggunakan kendaraan double gardan. Rombongan  menyusuri ruas-ruas jalan yang akan dibuka, demi membongkar keterisolasian Kayong Utara ke daerah lainnya.

“Medannya cukup berat, masih banyak jalan yang terputus. Data sudah kita pegang, (di mana) survei hari ini sebagai bahan kita untuk disampaikan ke Makodam, yang akan ikut terjun langsung ke lapangan besok (hari ini, Red) beserta Pemerintah Provinsi (Kalbar),” tambahnya.

Ia menambahkan, untuk jalan yang akan dibangun mereka saat ini jaraknya belum dapat ditentukan. Pasalnya, dijelaskan Dandim bahwa saat ini mereka masih dalam tahapan peninjauan ke lapangan. Apa lagi saat ini, menurut dia, merupakan kondisi pertama kali mereka datang ke lokasi. “Jaraknya berapa saat ini belum kita bisa kita tentukan secara pasti,” ungkapnya. (dan)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/