alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Atasi Banjir, Perlu Perbaikan Saluran Air

SUKADANA – Kabupaten Kayong Utara yang terdampak banjir dibeberapa kecamatan beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara. Kondisi banjir besar yang menenggelamkan ribuan rumah di beberapa kecamatan ini bukan kali pertama. Sebelumnya di tahun 2017 banjir serupa juga pernah terjadi.

Mengenai hal ini tentunya bisa saja disebabkan,  minimnya drainase dan parit-parit yang sudah tertutup dengan semak semak, dianggap faktor besar penyebab banjir yang melanda permukiman warga.

“Kalau kita lihat drainase dan parit-parit memang kurang. kalau kondisi curah hujan tinggi debit air besar, tak sebanding dengan pembuangan yang ada. Padahal kemarin air laut surut, kalau drainase baik, parit kita banyak, air pasti mudah keluar ke laut,” ungkap Rizal Armaza, salah satu warga sukadana, Rabu (21/7) di Sukadana.

Baca Juga :  Ayo Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDM) Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara Heri Safuan mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan kroscek kelapangan, melihat kondisi saluran-saluran air yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan untuk pembuatan drainase maupun normalisisasi parit, pihaknya akan menyesuaikan anggaran yang ada, mengingat hampir seluruh SKPD yang ada dikayong Utara harus dipangkas karena dialihakan kepenanganan Covid-19.

“Kita mau kroscek dulu, harus mengsingkronkan anggaran kita, anggaran kita ditahun inikan cuma berapa,” kata Heri.

Hal serupa diungkapkan  Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kayong Utara Rahadi. Diakui Rahadi, pascabanjir yang terjadi pada Rabu (14/7)  lalu, pihaknya sudah melakukan pendataan drainase yang ada di Kayong Utara, agar mendapatkan penanganan.

Baca Juga :  Jembatan di Seponti Roboh Saat Dilintasi Truk

“Pascabanjir kemarin Dinas PUPR sudah melakukan pendataan terkait fungsi drainase yang ada untuk melakukan tindakan selanjutnya, ” terangnya.

Ia menambahkan,  selain drainase dan aliran parit yang buruk, curah hujan yang tinggi diakui Rahadi, membuat air dibeberapa bukit yang mengelilingi kota sukadana turun kedataran lebih rendah dengan debit air yang besar, sehingga air dengan cepat masuk ke pemukiman warga. “Secara umum salah satu faktor bencana banjir tersebut  disebabkan oleh curah hujan yang terjadi sebelumnya. ia, tidak berfungsi juga karena banyak faktor,” kata dia. (dan)

SUKADANA – Kabupaten Kayong Utara yang terdampak banjir dibeberapa kecamatan beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara. Kondisi banjir besar yang menenggelamkan ribuan rumah di beberapa kecamatan ini bukan kali pertama. Sebelumnya di tahun 2017 banjir serupa juga pernah terjadi.

Mengenai hal ini tentunya bisa saja disebabkan,  minimnya drainase dan parit-parit yang sudah tertutup dengan semak semak, dianggap faktor besar penyebab banjir yang melanda permukiman warga.

“Kalau kita lihat drainase dan parit-parit memang kurang. kalau kondisi curah hujan tinggi debit air besar, tak sebanding dengan pembuangan yang ada. Padahal kemarin air laut surut, kalau drainase baik, parit kita banyak, air pasti mudah keluar ke laut,” ungkap Rizal Armaza, salah satu warga sukadana, Rabu (21/7) di Sukadana.

Baca Juga :  Jalan Lintas Selatan Banjir

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDM) Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara Heri Safuan mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan kroscek kelapangan, melihat kondisi saluran-saluran air yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan untuk pembuatan drainase maupun normalisisasi parit, pihaknya akan menyesuaikan anggaran yang ada, mengingat hampir seluruh SKPD yang ada dikayong Utara harus dipangkas karena dialihakan kepenanganan Covid-19.

“Kita mau kroscek dulu, harus mengsingkronkan anggaran kita, anggaran kita ditahun inikan cuma berapa,” kata Heri.

Hal serupa diungkapkan  Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kayong Utara Rahadi. Diakui Rahadi, pascabanjir yang terjadi pada Rabu (14/7)  lalu, pihaknya sudah melakukan pendataan drainase yang ada di Kayong Utara, agar mendapatkan penanganan.

Baca Juga :  Komitmen Pelayanan Administrasi BPJS Sintang Selama Musibah Banjir

“Pascabanjir kemarin Dinas PUPR sudah melakukan pendataan terkait fungsi drainase yang ada untuk melakukan tindakan selanjutnya, ” terangnya.

Ia menambahkan,  selain drainase dan aliran parit yang buruk, curah hujan yang tinggi diakui Rahadi, membuat air dibeberapa bukit yang mengelilingi kota sukadana turun kedataran lebih rendah dengan debit air yang besar, sehingga air dengan cepat masuk ke pemukiman warga. “Secara umum salah satu faktor bencana banjir tersebut  disebabkan oleh curah hujan yang terjadi sebelumnya. ia, tidak berfungsi juga karena banyak faktor,” kata dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/