alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Polisi Kembali Bekuk Tahanan Kabur

SUKADANA – Paursubbag Humas Polres Kayong Utara IPTU Jaminto mengungkapkan bahwa Polres Kayong Utara berhasil membekuk tahanan kabur dari Polres Kayong Utara, Jumat (22/1). Tahanan dimaksud Jaminto adalah Edi Chandra, merupakan satu dari tiga tahanan yang kabur pada 27 Juni 2020 lalu. Dengan tertangkapnya Edi, maka dipastikan dia, ketiga DPO tersangka tersebut sudah berhasil dibekuk semuanya.

Untuk kronologi singkatnya tersangka,  Jaminto menjelaskan, Edi berada di tempat persembunyian yaitu di rumah saudara kandungnya. Berbekal informasi tersebut, anggota Respatti-Satreskrim  Polres Kayong Utara langsung melakukan penyelidikan intensif yang dibantu oleh Unit Reskrim  Polsek Nanga Tayap Polres Ketapang.

Pada Kamis (21/01) lalu tim mereka bergerak cepat  menuju ke rumah saudara kandung DPO tersebut. Ternyata di sana, mereka tidak menemukan keberadaannya.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Kelangkaan BBM

Kemudian tim mendapat informasi bahwa yang bersangkutan menumpang mobil menuju simpang empat trans Kalimantan, Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Kemudian, polisi menemukan mobil yang ditumpangi DPO tersebut dan kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Selanjutnya mereka melakukan tindakan penangkapan terhadap tersangka untuk selanjutnya dibawa ke Polres Kayong Utara, guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dengan tertangkapnya kembali tersangka EC (Edi Chandra), maka seluruh tersangka DPO  sebanyak tiga orang, yaitu JA, HS, dan EC sudah berhasil ditangkap kembali seluruhnya oleh tim Respatti-Satreskrim Polres Kayong Utara,” katanya.

Menurut dia,  keberhasilan tersebut karena kerja keras  juga karena adanya dukungan dari Satreskrim Polres Kotawaringin Barat dan Unit Reskrim Polsek Nanga Tayap Polres Ketapang, serta peran serta dari masyarakat. “Tersangka EC dalam pelariannya hingga tertangkap sudah berjalan selama 210 hari. Tersangka selaku EC adalah selaku tersangka pencurian dengan pemberatan dan disangka melanggar pasal 363 ayat (1) angka ketiga dan kelima KUHP, dengan ancaman Hukuman penjara selama 7 tahun,” tutupnya. (dan)

SUKADANA – Paursubbag Humas Polres Kayong Utara IPTU Jaminto mengungkapkan bahwa Polres Kayong Utara berhasil membekuk tahanan kabur dari Polres Kayong Utara, Jumat (22/1). Tahanan dimaksud Jaminto adalah Edi Chandra, merupakan satu dari tiga tahanan yang kabur pada 27 Juni 2020 lalu. Dengan tertangkapnya Edi, maka dipastikan dia, ketiga DPO tersangka tersebut sudah berhasil dibekuk semuanya.

Untuk kronologi singkatnya tersangka,  Jaminto menjelaskan, Edi berada di tempat persembunyian yaitu di rumah saudara kandungnya. Berbekal informasi tersebut, anggota Respatti-Satreskrim  Polres Kayong Utara langsung melakukan penyelidikan intensif yang dibantu oleh Unit Reskrim  Polsek Nanga Tayap Polres Ketapang.

Pada Kamis (21/01) lalu tim mereka bergerak cepat  menuju ke rumah saudara kandung DPO tersebut. Ternyata di sana, mereka tidak menemukan keberadaannya.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha Lokasi Wisata Dibuka

Kemudian tim mendapat informasi bahwa yang bersangkutan menumpang mobil menuju simpang empat trans Kalimantan, Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Kemudian, polisi menemukan mobil yang ditumpangi DPO tersebut dan kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Selanjutnya mereka melakukan tindakan penangkapan terhadap tersangka untuk selanjutnya dibawa ke Polres Kayong Utara, guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dengan tertangkapnya kembali tersangka EC (Edi Chandra), maka seluruh tersangka DPO  sebanyak tiga orang, yaitu JA, HS, dan EC sudah berhasil ditangkap kembali seluruhnya oleh tim Respatti-Satreskrim Polres Kayong Utara,” katanya.

Menurut dia,  keberhasilan tersebut karena kerja keras  juga karena adanya dukungan dari Satreskrim Polres Kotawaringin Barat dan Unit Reskrim Polsek Nanga Tayap Polres Ketapang, serta peran serta dari masyarakat. “Tersangka EC dalam pelariannya hingga tertangkap sudah berjalan selama 210 hari. Tersangka selaku EC adalah selaku tersangka pencurian dengan pemberatan dan disangka melanggar pasal 363 ayat (1) angka ketiga dan kelima KUHP, dengan ancaman Hukuman penjara selama 7 tahun,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/