alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Dermaga Feri Belum Difungsikan

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara Gunawan, menjelaskan dermaga penyebrangan kapal feri di Pelabuhan Teluk Batang sempat diduga bermasalah, hingga ditunda pembayarannya oleh Pemda. Akhirnya, mereka pun menggandeng tim ahli dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak untuk melakukan kajian kelayakan pembayaran dan pengoprasian dermaga tersebut.

Diungkapkan dia bahwa dari hasil kajian tersebut, mereka memperoleh dua dokumen dari hasil kajian. Dokumen inilah yang menjadi dasar pembayaran kepada pihak pelaksana CV. Transforma Jaya Konstruksi sebagai pemenang lelang saat itu. Sisa pembayaran tersebut, menurutnya, baru selesai dibayarkan di tahun 2020 lalu.

“Kami tidak berani langsung membayar, kami meminta tim ahli Fakultas Teknik Untan, mereka menghasilkan dua dokumen. Pertama, dokumen kelayakan pembayaran dan dokumen kelayakan operasional,” jelas Gunawan, Senin (22/3) di Sukadana.

Dikatakan dia, untuk pekerjaan rehap dermaga penyebrangan kapal feri telah selesai dikerjakan di tahun 2019 lalu, dengan menelan biaya Rp2 miliar lebih. Namun, dia menyayangkan, hingga saat ini dapat difungsikan, dengan alasan ada pekerjaan dermaga baru dari Kementerian Perhubungan Pusat, di sebelah lokasi lama. Akibatnya, dia menambahkan, aktivitas pembangunan dermaga akan mengganggu keluar masuk kendaraan yang akan menyeberang.  Saat ini, tambah Gunawan, Dinas Perhubungan menggunakan lahan milik swasta untuk feri bersandar.

Baca Juga :  Kantor BTNGP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Saat ini Kementerian Perhubungan itu sedang melakukan lelang tender pembangunan dermaga disebelahnya, kemungkinan dipertengahan April sudah mulai kerja. karena ada kegiatan pembangunan insprastruktur disebelahnya tentu banyak alat berat disitu, ditinjau dari kajian keselamatan potensi kecelakaan sangat tinggi kalau feri di situ, kami akan menyurati Pak Haji Marhali untuk perpanjangan di tempat dia,” terangnya.

Sementara itu, proyek rehab dermaga tersebut di Kecamatan Teluk Batang sempat menjadi pertanyaan masyarakat. Lantaran tidak menggunakan katrol naik turun lantai, yang memudahkan feri bersandar ketika air pasang atau surut. Bila melihat pekerjaan saat ini, lantai dermaga terlihat bersifat permanen.

“Makanya kami minta kelayakan operasional (Fakultas Teknik), di situ lengkap hasil kajiannya. Pada prinsifnya, pada air pasang dan air normal itu pasti bisa difungsikan,” kata warga.

Baca Juga :  Festival Durian V di Desa Sedahan Jaya

Ketua Lembaga Kayong Peduli (LKP) Ijul menyayangkan belum difungsikannya dermaga yang menjadi salah satu urat nadi masyarakat di Kecamatan Teluk Batang tersebut. Dirinya berharap, kepada pemerintah daerah dapat segera mengoperasikan dermaga tersebut, mengingat perehaban dermaga tersebut selesai dikerjakan sejak 2019 lalu. Bahkan, menurut dia, yang menjadi persoalan bukan layak atau tidak layaknya, melainkan fungsi dari dermaga tersebut belum bisa dioperasikan. Hingga saat ini, dia menyayangkan, masih menumpang di dermaga darurat milik Haji Marhali. “Harapan kami masyarakat kabupaten Kayong Utara, secepat mungkin dermaga tersebut difungsikan, jika masih mengulur-ulur waktu, hal tersebut berdampak buruk, terkesan terbangkalai,” katanya. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara Gunawan, menjelaskan dermaga penyebrangan kapal feri di Pelabuhan Teluk Batang sempat diduga bermasalah, hingga ditunda pembayarannya oleh Pemda. Akhirnya, mereka pun menggandeng tim ahli dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak untuk melakukan kajian kelayakan pembayaran dan pengoprasian dermaga tersebut.

Diungkapkan dia bahwa dari hasil kajian tersebut, mereka memperoleh dua dokumen dari hasil kajian. Dokumen inilah yang menjadi dasar pembayaran kepada pihak pelaksana CV. Transforma Jaya Konstruksi sebagai pemenang lelang saat itu. Sisa pembayaran tersebut, menurutnya, baru selesai dibayarkan di tahun 2020 lalu.

“Kami tidak berani langsung membayar, kami meminta tim ahli Fakultas Teknik Untan, mereka menghasilkan dua dokumen. Pertama, dokumen kelayakan pembayaran dan dokumen kelayakan operasional,” jelas Gunawan, Senin (22/3) di Sukadana.

Dikatakan dia, untuk pekerjaan rehap dermaga penyebrangan kapal feri telah selesai dikerjakan di tahun 2019 lalu, dengan menelan biaya Rp2 miliar lebih. Namun, dia menyayangkan, hingga saat ini dapat difungsikan, dengan alasan ada pekerjaan dermaga baru dari Kementerian Perhubungan Pusat, di sebelah lokasi lama. Akibatnya, dia menambahkan, aktivitas pembangunan dermaga akan mengganggu keluar masuk kendaraan yang akan menyeberang.  Saat ini, tambah Gunawan, Dinas Perhubungan menggunakan lahan milik swasta untuk feri bersandar.

Baca Juga :  Rumah Walet Seponti Dilalap Jago Merah

“Saat ini Kementerian Perhubungan itu sedang melakukan lelang tender pembangunan dermaga disebelahnya, kemungkinan dipertengahan April sudah mulai kerja. karena ada kegiatan pembangunan insprastruktur disebelahnya tentu banyak alat berat disitu, ditinjau dari kajian keselamatan potensi kecelakaan sangat tinggi kalau feri di situ, kami akan menyurati Pak Haji Marhali untuk perpanjangan di tempat dia,” terangnya.

Sementara itu, proyek rehab dermaga tersebut di Kecamatan Teluk Batang sempat menjadi pertanyaan masyarakat. Lantaran tidak menggunakan katrol naik turun lantai, yang memudahkan feri bersandar ketika air pasang atau surut. Bila melihat pekerjaan saat ini, lantai dermaga terlihat bersifat permanen.

“Makanya kami minta kelayakan operasional (Fakultas Teknik), di situ lengkap hasil kajiannya. Pada prinsifnya, pada air pasang dan air normal itu pasti bisa difungsikan,” kata warga.

Baca Juga :  Siap Berlaga di Ring Tinju Thailand, Daud akan Tampil dengan Tampilan Berbeda

Ketua Lembaga Kayong Peduli (LKP) Ijul menyayangkan belum difungsikannya dermaga yang menjadi salah satu urat nadi masyarakat di Kecamatan Teluk Batang tersebut. Dirinya berharap, kepada pemerintah daerah dapat segera mengoperasikan dermaga tersebut, mengingat perehaban dermaga tersebut selesai dikerjakan sejak 2019 lalu. Bahkan, menurut dia, yang menjadi persoalan bukan layak atau tidak layaknya, melainkan fungsi dari dermaga tersebut belum bisa dioperasikan. Hingga saat ini, dia menyayangkan, masih menumpang di dermaga darurat milik Haji Marhali. “Harapan kami masyarakat kabupaten Kayong Utara, secepat mungkin dermaga tersebut difungsikan, jika masih mengulur-ulur waktu, hal tersebut berdampak buruk, terkesan terbangkalai,” katanya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/