alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Kejari Ketapang Masih Kumpulkan Bahan dan Data

SUKADANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang dinilai lamban dalam menangani dugaan kasus korupsi di Kayong Utara. Salah satunya, dugaan pada pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kayong Utara.

Kepala Seksi (Kasi)  Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto membantah mengenai kabar itu. Sebab ia mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam pengumpulan bahan dan data, berkaitan dengan dugaan korupsi tersebut. “Untuk kegiatan di KKU sejauh ini kita masih melakukan pengumpulan bahan dan data,”terang Agus kepada Pontianak Post, Kamis (22/4).

Dijelaskan dia, dalam kasus tindakan korupsi tentunya menjadi target bagi penegak hukum, sepanjang unsur perbuatan yang dilakukan. Karena lanjut Agus, siapapun itu harus diminta pertanggung jawaban atas perbautannya.

Baca Juga :  Satgas Covid Teluk Batang Terus Lakukan Pengecekan

“Prinsipnya siapapun yang melakukan tindak pidana (korupsi) menjadi target bagi aparat penegak hukum, sepanjang terpenuhi unsur sebagaimana perbuatan yang dilakukan. Tidak ada target khusus, namun siapapun itu pelaku tindak pidana harus dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatannya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung pekerjaan irigasi Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana, yang dikerjakan Bidang Sumber Daya Air, PUPR Kayong Utara. Namun hal itu belum dilakukan. “Sejauh ini kita masih mengumpulkan data, kita belum ada turun. Iya kita memang belum ada turun,” timpalnya. (dan)

SUKADANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang dinilai lamban dalam menangani dugaan kasus korupsi di Kayong Utara. Salah satunya, dugaan pada pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kayong Utara.

Kepala Seksi (Kasi)  Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto membantah mengenai kabar itu. Sebab ia mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam pengumpulan bahan dan data, berkaitan dengan dugaan korupsi tersebut. “Untuk kegiatan di KKU sejauh ini kita masih melakukan pengumpulan bahan dan data,”terang Agus kepada Pontianak Post, Kamis (22/4).

Dijelaskan dia, dalam kasus tindakan korupsi tentunya menjadi target bagi penegak hukum, sepanjang unsur perbuatan yang dilakukan. Karena lanjut Agus, siapapun itu harus diminta pertanggung jawaban atas perbautannya.

Baca Juga :  Sosialisasi Vaksin Covid-19, Undang seluruh Elemen

“Prinsipnya siapapun yang melakukan tindak pidana (korupsi) menjadi target bagi aparat penegak hukum, sepanjang terpenuhi unsur sebagaimana perbuatan yang dilakukan. Tidak ada target khusus, namun siapapun itu pelaku tindak pidana harus dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatannya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung pekerjaan irigasi Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana, yang dikerjakan Bidang Sumber Daya Air, PUPR Kayong Utara. Namun hal itu belum dilakukan. “Sejauh ini kita masih mengumpulkan data, kita belum ada turun. Iya kita memang belum ada turun,” timpalnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/