alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

OSO Minta Pemkab Rangkul Atlet Berprestasi

SUKADANA – Oesman Sapta Odang (OSO), mantan Ketua DPD-RI  berpesan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, agar dapat terus mengembangkan serta merangkul atlet, khususnya tinju, yang telah mengangkat nama Kayong Utara. Seperti halnya Daud Yordan yang, dipuji dia, telah berhasil menjadi juara dunia tinju kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental. Gelar yang didapatkannya setelah mengkanvaskan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena di Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11).

“Karena terangkatnya nama Kayong Utara di sana ada juara dunia tinju (Daud Yordan, Red), bukan juara nasional, tetapi dunia. Jadi, kalau juara dunia ini sudah menjual nama daerah tersebut. Untuk itu, sangat perlu adanya pembinaan keadaan atlet tinju yang ada di sana untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah,” pesan OSO saat Daud Yordan menemuinya di kediamannya di Jakarta, Kamis (21/11).

OSO mengatakan, untuk bibit tinju di Kayong Utara ini banyak sekali. Bahkan, diakui OSO, tak sedikit anak-anak yang melirik olahraga tinju ini. “Ya, memang dimulai dari sekarang. Baik itu staminanya, makanannya, itu harus diataur,” pesan pria kelahiran Sukadana ini.

Baca Juga :  Korban Hilang Berhasil Ditemukan

Ia juga tak memungkiri dalam hal pembinaan memerlukan biaya. Untuk biaya tersebut, dia berpesan agar pemerintah daerah turut memfasilitasinya, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat Kayong Utara untuk meneruskan perjuangan Daud Yordan. Ke depannya, dia berharap, siapa pun kepala daerahnya, harus mempu menangani hal ini.

“Tentunya dalam membina para atlet di Kayong Utara memerlukan biaya. Dalam hal ini pemerintah harus dapat berperan ikut serta dalam pembiayaan, yang telah membesarkan nama Kayong Utara hingga kejuaraan dunia,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Kayong Utara Citra Duani berjanji akan memberikan bonus kepada Daud Yordan. Janji tersebut disampaikan dia usai menyaksikan laga perebutan gelar juara kelas ringan super (63,5 kilogram) di Jatim Park 3 Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11). Dalam laga tersebut, petinju berjuluk Cino tersebut berhasil menang TKO atas petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena pada ronde kedelapan.

“Atas kemenagan Daud, tentunya kita berukur. Semoga ke depan juga akan ada Daud-Daud lainnya sebagai penerus Daud Yaordan sebagai petinju dunia,” kata Bupati di Kota Malang, Jawa Timur. Bukan hanya disaksikan Bupati, laga tersebut juga disaksikan Radja Sapta Oktohari dari Mahkota Promotion. Bahkan sejumlah kepala desa serta mahasiswa asal Kayong Utara yang sedang menimba ilmu di Malang, tidak ketinggalan menyaksikan laga tersebut secara langsung.

Baca Juga :  Imigrasi Masuk Sekolah

Deby Riandi satu di antara mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), saat diwawancarai mengungkapkan rasa bangganya atas kemenagan Duad Yordan tersebut. Apalagi seorang petarung seperti Daud ini, menurut dia, dikenal dunia sebagai petinju Indonesia. Selain itu, kemenagan Daud, diyakini dia tentunya dapat memberikan semangat untuk pemuda daerah agar berusaha semaksimal mugkin.

Ya, tentunya kita bersyukur atas kemenangan yang diraih Bang Daud. Ini akan menjadi pelajaran bagi kami, yang sedang menimba ilmu jauh dari daerah asal, agar tetap semangat dalam berjuang. Sebab, kemenangan Daud tentunya dihasilkan berkat adanya latihan yang serius dan intens sebelum bertanding. Sebagai putra daerah kami mahasiswa asal Kayong Utara jelas bangga kepada Daud berhasil sebagai juara dunia untuk Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Daud ‘Cino’ Yordan sendiri sebelumnya mengatakan, mengenai persiapan hingga berhasil menyabet sebagai jura dunia tentunya cukup lama dilakukan. Selain berlatih di Bali ia juga sebelum bertanding menyempatkan diri untuk berlatih di Malang. (dan)

SUKADANA – Oesman Sapta Odang (OSO), mantan Ketua DPD-RI  berpesan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, agar dapat terus mengembangkan serta merangkul atlet, khususnya tinju, yang telah mengangkat nama Kayong Utara. Seperti halnya Daud Yordan yang, dipuji dia, telah berhasil menjadi juara dunia tinju kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental. Gelar yang didapatkannya setelah mengkanvaskan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena di Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11).

“Karena terangkatnya nama Kayong Utara di sana ada juara dunia tinju (Daud Yordan, Red), bukan juara nasional, tetapi dunia. Jadi, kalau juara dunia ini sudah menjual nama daerah tersebut. Untuk itu, sangat perlu adanya pembinaan keadaan atlet tinju yang ada di sana untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah,” pesan OSO saat Daud Yordan menemuinya di kediamannya di Jakarta, Kamis (21/11).

OSO mengatakan, untuk bibit tinju di Kayong Utara ini banyak sekali. Bahkan, diakui OSO, tak sedikit anak-anak yang melirik olahraga tinju ini. “Ya, memang dimulai dari sekarang. Baik itu staminanya, makanannya, itu harus diataur,” pesan pria kelahiran Sukadana ini.

Baca Juga :  33 Pegawai BKPSDM Negatif Covid-19

Ia juga tak memungkiri dalam hal pembinaan memerlukan biaya. Untuk biaya tersebut, dia berpesan agar pemerintah daerah turut memfasilitasinya, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat Kayong Utara untuk meneruskan perjuangan Daud Yordan. Ke depannya, dia berharap, siapa pun kepala daerahnya, harus mempu menangani hal ini.

“Tentunya dalam membina para atlet di Kayong Utara memerlukan biaya. Dalam hal ini pemerintah harus dapat berperan ikut serta dalam pembiayaan, yang telah membesarkan nama Kayong Utara hingga kejuaraan dunia,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Kayong Utara Citra Duani berjanji akan memberikan bonus kepada Daud Yordan. Janji tersebut disampaikan dia usai menyaksikan laga perebutan gelar juara kelas ringan super (63,5 kilogram) di Jatim Park 3 Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11). Dalam laga tersebut, petinju berjuluk Cino tersebut berhasil menang TKO atas petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena pada ronde kedelapan.

“Atas kemenagan Daud, tentunya kita berukur. Semoga ke depan juga akan ada Daud-Daud lainnya sebagai penerus Daud Yaordan sebagai petinju dunia,” kata Bupati di Kota Malang, Jawa Timur. Bukan hanya disaksikan Bupati, laga tersebut juga disaksikan Radja Sapta Oktohari dari Mahkota Promotion. Bahkan sejumlah kepala desa serta mahasiswa asal Kayong Utara yang sedang menimba ilmu di Malang, tidak ketinggalan menyaksikan laga tersebut secara langsung.

Baca Juga :  Kayong Utara Dua Positif Covid 19

Deby Riandi satu di antara mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), saat diwawancarai mengungkapkan rasa bangganya atas kemenagan Duad Yordan tersebut. Apalagi seorang petarung seperti Daud ini, menurut dia, dikenal dunia sebagai petinju Indonesia. Selain itu, kemenagan Daud, diyakini dia tentunya dapat memberikan semangat untuk pemuda daerah agar berusaha semaksimal mugkin.

Ya, tentunya kita bersyukur atas kemenangan yang diraih Bang Daud. Ini akan menjadi pelajaran bagi kami, yang sedang menimba ilmu jauh dari daerah asal, agar tetap semangat dalam berjuang. Sebab, kemenangan Daud tentunya dihasilkan berkat adanya latihan yang serius dan intens sebelum bertanding. Sebagai putra daerah kami mahasiswa asal Kayong Utara jelas bangga kepada Daud berhasil sebagai juara dunia untuk Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Daud ‘Cino’ Yordan sendiri sebelumnya mengatakan, mengenai persiapan hingga berhasil menyabet sebagai jura dunia tentunya cukup lama dilakukan. Selain berlatih di Bali ia juga sebelum bertanding menyempatkan diri untuk berlatih di Malang. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/