alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Petakan Daerah Rawan dan Krisis Air

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, sekaligus Pengarahan Presiden RI melalui daring, terkait kebakaran hutan dan lahan 2021. Meski saat ini Kayong Utara masih belum masuk kategori darurat akan kasus kebakaran hutan dan lahan, namun untuk mengantisipasinya, dia akan menginstruksikan pihak terkait untuk melakukan pemetaan wilayah rawan terbakar.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Menkopolhukam, kita akan menindaklanjuti segera mungkin. Untuk wilayah Kayong Utara, belum masuk kategori gawat darurat, cuma kita harus melakukan langkah antisipasi, langkah sosialisasi. Turun ke bawah untuk melakukan (pemetaan) wilayah yang rawan kebakaran,” tutur Citra, Selasa (23/2) di Sukadana.

Baca Juga :  Dari Memberhentikan Karyawan hingga Memutuskan Wifi

Dampak musim panas saat ini diakui Citra, tidak menjadikan kebakaran hutan dan lahan satu-satunya ancaman yang akan dihadapi. Diingatkan dia, banyak sekali dampak negatif yang harus segera dicarikan solusinya. Dimisalkan dia, di antaranya air bersih yang semakin langka karena sumber air baku yang semakin sedikit, gagal panen, penyakit ISPA, dan lain sebagainya.

“Untuk lahan pertanian kita juga petakan, jangan sampai petani kita gagal panen. Sisi lain juga berdampak penyakit, itu juga menjadi perhatian kita, seperti penyakit ISPA dan sebagainya, inilah fungsi masker, bukan hanya dimasa pandemi Covid-19, apa lagi di musim kemarau saat ini (asap), masyarakat wajib memakai masker,” sambungnya.

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Matan Jaya

Sebagai langkah cepat antisipasi karhutla dan kekeringan air bersih, Bupati juga akan menyurati beberapa perusahaan swasta di Kayong Utara, untuk ikut andil dalam penanganan karhutla dan kekeringan air.

“Dampak dari kemarau ini salah satunya kekeringan untuk air bersih masyarakat sudah ada beberapa yang mengeluhkan soal air, kendati kita belum dapat menggunakan dana tanggap darurat, karena harus sesuai kategori dalam aturan, tetapi saya sarankan supaya kita bekerjasama dengan pihak swasta, agar kita bisa melakukan suplai air ke masyarakat, khususnya ke daerah-daerah yang sulit air,” timpalnya. (dan)

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, sekaligus Pengarahan Presiden RI melalui daring, terkait kebakaran hutan dan lahan 2021. Meski saat ini Kayong Utara masih belum masuk kategori darurat akan kasus kebakaran hutan dan lahan, namun untuk mengantisipasinya, dia akan menginstruksikan pihak terkait untuk melakukan pemetaan wilayah rawan terbakar.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Menkopolhukam, kita akan menindaklanjuti segera mungkin. Untuk wilayah Kayong Utara, belum masuk kategori gawat darurat, cuma kita harus melakukan langkah antisipasi, langkah sosialisasi. Turun ke bawah untuk melakukan (pemetaan) wilayah yang rawan kebakaran,” tutur Citra, Selasa (23/2) di Sukadana.

Baca Juga :  Buka Pendaftaran KPAD

Dampak musim panas saat ini diakui Citra, tidak menjadikan kebakaran hutan dan lahan satu-satunya ancaman yang akan dihadapi. Diingatkan dia, banyak sekali dampak negatif yang harus segera dicarikan solusinya. Dimisalkan dia, di antaranya air bersih yang semakin langka karena sumber air baku yang semakin sedikit, gagal panen, penyakit ISPA, dan lain sebagainya.

“Untuk lahan pertanian kita juga petakan, jangan sampai petani kita gagal panen. Sisi lain juga berdampak penyakit, itu juga menjadi perhatian kita, seperti penyakit ISPA dan sebagainya, inilah fungsi masker, bukan hanya dimasa pandemi Covid-19, apa lagi di musim kemarau saat ini (asap), masyarakat wajib memakai masker,” sambungnya.

Baca Juga :  Berharap Dukungan Perusahaan Melalui CSR

Sebagai langkah cepat antisipasi karhutla dan kekeringan air bersih, Bupati juga akan menyurati beberapa perusahaan swasta di Kayong Utara, untuk ikut andil dalam penanganan karhutla dan kekeringan air.

“Dampak dari kemarau ini salah satunya kekeringan untuk air bersih masyarakat sudah ada beberapa yang mengeluhkan soal air, kendati kita belum dapat menggunakan dana tanggap darurat, karena harus sesuai kategori dalam aturan, tetapi saya sarankan supaya kita bekerjasama dengan pihak swasta, agar kita bisa melakukan suplai air ke masyarakat, khususnya ke daerah-daerah yang sulit air,” timpalnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/