alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Angkutan Berlebih Bakal Disanksi

SUKADANA –   Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Kayong Utara Erwan Wahyu Hidayat, mengungkapkan, pihaknya telah memberikan sanski terhadap angkutan air yang memuatan penumpang secara berlebihan. Karena, hal ini dapat membahayakan saat berlayar terlebih disaat pandemi Covid 19.

“Telah dilakukan sosialisasi agar pengusaha kapal tidak memuat penumpang melebihi kapasitasnya, serta tetap menjaga protokol kesehatan. Terhadap beberapa pengusaha kapal yang melakukan pelanggaran, sesuai dengan ketentuan yang berlaku telah juga diberikan sanksi yaitu berupa Surat Peringatan Pertama (SP-1).  Alhamdulillah berkat dukungan dari stakeholder terkait sampai dengan hari penumpanh sudah kembali normal,”terang Kadis Perhubungan Kayong Utara, Erwan, Minggu (23/5).

Dikatakan dia, untuk jumlah penumpang mengalami lojakkan sepat terjadi pada 18 Mei kemarin. Pasca satu hari angkutan air mulai beroperasi. Sehingga guna mengantisipasi hal tersebut pihaknya melakukan penambahan jumlah personil bersama sejumlah pihak lainnya guna melakukan penjagaan.

Baca Juga :  Kembangkan Ekonomi Mandiri dari Pondok Pesantren

“Mulai tanggal 17 Mei 2021 angkutan kapal kelotok mulai beroperasi, namun masih relatif sepi penumpang. Namun pada tanggal 18 Mei 2021 terjadi lonjakan penumpang, bahkan melebihi kapasitas yang seharusnya. Sehingga dinas perhubungan melalui UPT. Pelabuhan Sungai Teluk Batang segera berkoordinasi dengan Muspika untuk melakukan penertiban,”terangnya.

Selain di Teluk Batang, penertiba juga dilakukan di Sukadana. Dengan bersama, TNI, Polri, Sat Pol PP dan Dishub melakukan penertiban dan penjagaan. “Kemudian tanggal 19 Mei 2021 Dishub menugaskan personil dari Kabupaten beserta Polres (Kabag ops) sukadana turut menertibkan arus balik penumpang,”kata dia. (dan)

SUKADANA –   Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Kayong Utara Erwan Wahyu Hidayat, mengungkapkan, pihaknya telah memberikan sanski terhadap angkutan air yang memuatan penumpang secara berlebihan. Karena, hal ini dapat membahayakan saat berlayar terlebih disaat pandemi Covid 19.

“Telah dilakukan sosialisasi agar pengusaha kapal tidak memuat penumpang melebihi kapasitasnya, serta tetap menjaga protokol kesehatan. Terhadap beberapa pengusaha kapal yang melakukan pelanggaran, sesuai dengan ketentuan yang berlaku telah juga diberikan sanksi yaitu berupa Surat Peringatan Pertama (SP-1).  Alhamdulillah berkat dukungan dari stakeholder terkait sampai dengan hari penumpanh sudah kembali normal,”terang Kadis Perhubungan Kayong Utara, Erwan, Minggu (23/5).

Dikatakan dia, untuk jumlah penumpang mengalami lojakkan sepat terjadi pada 18 Mei kemarin. Pasca satu hari angkutan air mulai beroperasi. Sehingga guna mengantisipasi hal tersebut pihaknya melakukan penambahan jumlah personil bersama sejumlah pihak lainnya guna melakukan penjagaan.

Baca Juga :  Bantah Kades Durian Sebatang

“Mulai tanggal 17 Mei 2021 angkutan kapal kelotok mulai beroperasi, namun masih relatif sepi penumpang. Namun pada tanggal 18 Mei 2021 terjadi lonjakan penumpang, bahkan melebihi kapasitas yang seharusnya. Sehingga dinas perhubungan melalui UPT. Pelabuhan Sungai Teluk Batang segera berkoordinasi dengan Muspika untuk melakukan penertiban,”terangnya.

Selain di Teluk Batang, penertiba juga dilakukan di Sukadana. Dengan bersama, TNI, Polri, Sat Pol PP dan Dishub melakukan penertiban dan penjagaan. “Kemudian tanggal 19 Mei 2021 Dishub menugaskan personil dari Kabupaten beserta Polres (Kabag ops) sukadana turut menertibkan arus balik penumpang,”kata dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/