alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Peringatan Hari Peduli Sampah Bersama Tanagupa

Sehari itu, 18,2 Kilogram Sampah Terkumpul

SUKADANA – Aksi bersih-bersih sampah yang digelar Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) di Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Lubuk Baji, Sabtu (22 /2) berhasil mengumpulkan setidaknya 18,2 kilogram (kg) sampah. Komposisi tersebut terdiri dari sampah organik dengan berat 2,5 kg dan sampah anorganik, 15,7 kg.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari tersebut, mengangkat tema Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera. ODTWA Lubuk Baji dipilih sebagai lokasi aksi bersih-bersih mereka, sesuai dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar kegiatan HPSN dilaksanakan di lokasi destinasi wisata.

Dalam pelaksanaannya, Balai Tanagupa turut mengajak relawan pecinta alam Rebonk Sukadana. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai berjalan dengan lancar.

Baca Juga :  Usai Mancing, Seorang Warga Tewas Tenggelam

Pada kegiatan tersebut, peserta antusias dalam melakukan kegiatan pembersihan objek wisata Lubuk Baji dan berhasil mengumpulkan 18,2 kg sampah. Setelah terkumpul, untuk sampah tersebut  selanjutnya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Jumlah sampah organik yang berhasil dikumpulkan adalah 2,5 kg, sedangkan sampah anorganik berjumlah 15,7 kg. Sampah-sampah dimaksud terdiri dari plastik kemasan seberat 8,3 kg, botol plastik (2,5 kg), botol kaca (1,7 kg), kaleng (2,2 kg), kertas, 1 kg.

ODTWA Lubuk Baji merupakan tujuan wisata populer di kawasan Tanagupa. Letaknya yang relatif dekat dengan ibukota Kabupaten Kayong Utara, dilengkapi dengan panorama yang indah, air terjun, adanya populasi orangutan dan satwa lainnya, serta topografi yang tidak terlalu curam membuat ODTWA ini ramai dikunjungi wisatawan. Tercatat pada 2019, sebanyak 1.144 wisatawan nusantara dan 116 wisatawan mancanegara mengunjungi Lubuk Baji.

Baca Juga :  Krisis Air di Kayong Utara, Warga Terpaksa Membeli

Namun demikian beberapa oknum wisatawan yang belum peduli lingkungan masih meninggalkan sampah, terutama plastik, di sekitar jalur pendakian dan kamp Lubuk Baji. Untuk itu, kegiatan aksi bersih ini dilakukan agar ODTWA Lubuk Baji bebas dari sampah, sekaligus menggugah kepedulian para wisatawan.

Ari Wibawanto, kepala Balai Tanagupa mengucapkan terima kasih kepada Rebonk Sukadana dan semua pihak yang telah membantu kegiatan aksi bersih di ODTWA Lubuk Baji. “Semoga kegiatan aksi bersih ini dapat mendorong budaya bersih di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai jual dan kunjungan wisatawan ke Lubuk Baji, sehingga dapat mendukung pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya. (dan)

Sehari itu, 18,2 Kilogram Sampah Terkumpul

SUKADANA – Aksi bersih-bersih sampah yang digelar Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) di Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Lubuk Baji, Sabtu (22 /2) berhasil mengumpulkan setidaknya 18,2 kilogram (kg) sampah. Komposisi tersebut terdiri dari sampah organik dengan berat 2,5 kg dan sampah anorganik, 15,7 kg.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari tersebut, mengangkat tema Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera. ODTWA Lubuk Baji dipilih sebagai lokasi aksi bersih-bersih mereka, sesuai dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar kegiatan HPSN dilaksanakan di lokasi destinasi wisata.

Dalam pelaksanaannya, Balai Tanagupa turut mengajak relawan pecinta alam Rebonk Sukadana. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai berjalan dengan lancar.

Baca Juga :  Krisis Air di Kayong Utara, Warga Terpaksa Membeli

Pada kegiatan tersebut, peserta antusias dalam melakukan kegiatan pembersihan objek wisata Lubuk Baji dan berhasil mengumpulkan 18,2 kg sampah. Setelah terkumpul, untuk sampah tersebut  selanjutnya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Jumlah sampah organik yang berhasil dikumpulkan adalah 2,5 kg, sedangkan sampah anorganik berjumlah 15,7 kg. Sampah-sampah dimaksud terdiri dari plastik kemasan seberat 8,3 kg, botol plastik (2,5 kg), botol kaca (1,7 kg), kaleng (2,2 kg), kertas, 1 kg.

ODTWA Lubuk Baji merupakan tujuan wisata populer di kawasan Tanagupa. Letaknya yang relatif dekat dengan ibukota Kabupaten Kayong Utara, dilengkapi dengan panorama yang indah, air terjun, adanya populasi orangutan dan satwa lainnya, serta topografi yang tidak terlalu curam membuat ODTWA ini ramai dikunjungi wisatawan. Tercatat pada 2019, sebanyak 1.144 wisatawan nusantara dan 116 wisatawan mancanegara mengunjungi Lubuk Baji.

Baca Juga :  Bangun Posko di setiap Kecamatan

Namun demikian beberapa oknum wisatawan yang belum peduli lingkungan masih meninggalkan sampah, terutama plastik, di sekitar jalur pendakian dan kamp Lubuk Baji. Untuk itu, kegiatan aksi bersih ini dilakukan agar ODTWA Lubuk Baji bebas dari sampah, sekaligus menggugah kepedulian para wisatawan.

Ari Wibawanto, kepala Balai Tanagupa mengucapkan terima kasih kepada Rebonk Sukadana dan semua pihak yang telah membantu kegiatan aksi bersih di ODTWA Lubuk Baji. “Semoga kegiatan aksi bersih ini dapat mendorong budaya bersih di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai jual dan kunjungan wisatawan ke Lubuk Baji, sehingga dapat mendukung pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/