alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Warga Bangun Pagar untuk Parit

TELUK MELANO – Sejumlah warga di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, bersama-sama bergotong royong membangun sekat pagar pembatas antara sungai dan parit pemukiman warga di desa tersebut, Senin (23/8). Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Desa Padu Banjar bersama tokoh masyarakat setempat, sehingga dikerjakan secara swadaya.

“Seharian gotong royong buat sekat pagar pembatas antara sungai dan parit pemukiman masyarakat, tempat kemarin buaya masuk dan menelan korban jiwa,” ungkap Kepala Desa (Kades) Padu Banjar, Kasdy. Kasdy mengatakan, pembuatan sekat pembatas sungai ini bertujuan agar buaya yang habitatnya ada di sungai tidak masuk ke parit pemukiman warga. Selain itu, juga sebagai upaya mereka untuk menjaga keselamatan warga di Dusun Sutera RT 003 hingga RT 011 Desa Padu Banjar.

Baca Juga :  Baru Pulang, Terbang Lagi ke Jakarta

“Dengan adanya pembatas pagar tersebut, untuk masyarakat yang beraktivitas keluar masuk dari sungai ke parit di buatkan jaring pintu bisa buka tutup, dan di tutup kembali apabila keluar masuk,” terangnya.

Kades mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik para warga RT 003 sampai RT 011 dan Pemerintah Desa, yang telah membantu dalam membangun sekat pagar pembatas sungai ini. “Terima kasih kepada tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat beserta masyarakat yang sudah membantu bersama-sama berusaha menjaga keselamatan warga desa,” ucap Kasdy.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat sekat pembatas sungai, berasal dari bantuan pemerintah desa dan hasil swadaya masyarakat setempat. “Sangkar Belian dibantu dari Pemerintah Desa, sedangkan kayu bulat sebagai pagarnya hasil kegiatan gotong royong tiga hari yang lalu bersama Pemdes dengan masyarakat,” ungkapnya. (dan)

TELUK MELANO – Sejumlah warga di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, bersama-sama bergotong royong membangun sekat pagar pembatas antara sungai dan parit pemukiman warga di desa tersebut, Senin (23/8). Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Desa Padu Banjar bersama tokoh masyarakat setempat, sehingga dikerjakan secara swadaya.

“Seharian gotong royong buat sekat pagar pembatas antara sungai dan parit pemukiman masyarakat, tempat kemarin buaya masuk dan menelan korban jiwa,” ungkap Kepala Desa (Kades) Padu Banjar, Kasdy. Kasdy mengatakan, pembuatan sekat pembatas sungai ini bertujuan agar buaya yang habitatnya ada di sungai tidak masuk ke parit pemukiman warga. Selain itu, juga sebagai upaya mereka untuk menjaga keselamatan warga di Dusun Sutera RT 003 hingga RT 011 Desa Padu Banjar.

Baca Juga :  Lantunan Istigfar Menggema di Pelataran Masjid Agung

“Dengan adanya pembatas pagar tersebut, untuk masyarakat yang beraktivitas keluar masuk dari sungai ke parit di buatkan jaring pintu bisa buka tutup, dan di tutup kembali apabila keluar masuk,” terangnya.

Kades mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik para warga RT 003 sampai RT 011 dan Pemerintah Desa, yang telah membantu dalam membangun sekat pagar pembatas sungai ini. “Terima kasih kepada tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat beserta masyarakat yang sudah membantu bersama-sama berusaha menjaga keselamatan warga desa,” ucap Kasdy.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat sekat pembatas sungai, berasal dari bantuan pemerintah desa dan hasil swadaya masyarakat setempat. “Sangkar Belian dibantu dari Pemerintah Desa, sedangkan kayu bulat sebagai pagarnya hasil kegiatan gotong royong tiga hari yang lalu bersama Pemdes dengan masyarakat,” ungkapnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/