alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Hari Santri Bertema Santri Siaga Jiwa Raga

SUKADANA  – Presiden Joko Widodo melalui keputusan Presiden No 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 oktober sebagai haris santari.  Penetapan 22 oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihat yang berisi fatwa kewajiaban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indoensia.

“Resolusi jihat ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 nopember 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan  Sejak telah ditetepkannya tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatakan hari santri,  dengan tema yang berbeda.  Untuk peringati hari santari 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga,”terang Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad, saat membaca sambutan tertulis peringatan Hari Santri di Yayasan Pendidikan Islam Tarbiyaul Aulad Kayong Utara, Jumat (22/10), Dusun Sungai Gali, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Baca Juga :  Terus Berupaya Putus Penyebaran Covid-19 dengan Vaksinasi

Dijelaskan Wakil Bupati Kayong Utara maksud tema santri siaga jiwa raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap dan siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indoensia,  dan mewujudkan pertahanan dunia.

“Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan  akhlak, berpegang tehuh dan akidah, nilai dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur Bangsa Indoensia,”tambahnya.

Sebab, lanjut Effendi bila zaman  dahulu jiwa santari selelu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indoensia. “Maka santri hari ini tidak pernah memberikan celah masuk ancaman idiologi yang dapat merusak perstuan dan kesatuan Indoesia,”jelasnya.

Baca Juga :  Pasien Ke Tiga Positif Covid 19 Sembuh

Sedangkan siaga, lanjut Wabup berarti badan, tubuh dan tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indoensia. Oleh karena itu santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indoensia.

“Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dan tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengancara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”tambanya. (dan)

SUKADANA  – Presiden Joko Widodo melalui keputusan Presiden No 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 oktober sebagai haris santari.  Penetapan 22 oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihat yang berisi fatwa kewajiaban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indoensia.

“Resolusi jihat ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 nopember 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan  Sejak telah ditetepkannya tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatakan hari santri,  dengan tema yang berbeda.  Untuk peringati hari santari 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga,”terang Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad, saat membaca sambutan tertulis peringatan Hari Santri di Yayasan Pendidikan Islam Tarbiyaul Aulad Kayong Utara, Jumat (22/10), Dusun Sungai Gali, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Baca Juga :  Pasien Ke Tiga Positif Covid 19 Sembuh

Dijelaskan Wakil Bupati Kayong Utara maksud tema santri siaga jiwa raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap dan siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indoensia,  dan mewujudkan pertahanan dunia.

“Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan  akhlak, berpegang tehuh dan akidah, nilai dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur Bangsa Indoensia,”tambahnya.

Sebab, lanjut Effendi bila zaman  dahulu jiwa santari selelu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indoensia. “Maka santri hari ini tidak pernah memberikan celah masuk ancaman idiologi yang dapat merusak perstuan dan kesatuan Indoesia,”jelasnya.

Baca Juga :  Petani Kopi Perlu Perhatian

Sedangkan siaga, lanjut Wabup berarti badan, tubuh dan tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indoensia. Oleh karena itu santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indoensia.

“Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dan tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengancara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”tambanya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/