alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Dua Kades di Kayong Utara Dicatut Namanya

SUKADANA – Dua Kepala Desa di Kabupaten Kayong Utara menjadi korban pencatut nama dengan menggunakan pesan Whatsapp melalui nomor telepon berbeda untuk meminta pulsa kepada orang lain. Adapun dua Kepala Desa tersebut, Kepala Desa Sutera dan Kepala Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana yang menjadi korban.

Paursubbag Humas Polres Kayong Utara, IPTU Jaminto berpesan kepada masyarakat, agar berhati-hati, jika terdapat nomor baru, mengaku sudah kenal lama, pada akhirnya meminta pulsa dinomor yang baru dikenal tersebut.

Untuk itu, ia mengimbau sebaiknya jika mengalami hal tersebut, dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mentrasfer pulsa. Karena jangan sampai menjadi korban penipuan.

“Hati-hati, ini modus penipuan, dengan menggunakan nama oranglain untuk meminta pulsa. Saya harap masyarakat dapat lebih teliti jangan sampai menjadi korban penipuan. Selain itu, berkaitan dengan hal ini, jika merasa dirugikan dapat melapor ke pihak Kepolisian,”lanjut dia, Selasa (26/1).

Baca Juga :  Pertanian Lahan Gambut Tanpa Dibakar

Sementara, Kades Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Ansari membenarkan mengenai namanya dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab, melalui pesan Whatsapp, dengan nomor telepon bukan miliknya kepada orang lain.

“Jadi tadi malam ade kawan saye chat lewat Whatsapp (WA). Die bilang ade orang mengatasnamekan saya minta kirim pulsa. Selain itu ade chat lewat messenger,”kata dia.

Selanjutnya, Kepala Desa Sutera Ripa’i membenarkan kalau nama dia dicatut oleh oknum tidak dikenal, dengan dalih meminta pulsa melalui aplikasi Whatsapp.

“informasi awal tadi malam (kemarin), dari perangkat desa saya, katanya ada yang mengatasnamakan saya untuk meminta pulsa dengan kawannya, terus dikrimlah screenshot chatingnya, saya bilang itu bukan nomor saya,”jelasnya

Baca Juga :  Cuaca Buruk Diperkirakan Hingga Akhir Desember

Selanjutnya, kata dia, informasi tersebut dirinya coba untuk membuat broadcast di media sosialnya agar warga mengetahui kalau itu bukan nomor telepon miliknya.

“Saya udah lapor dengan babin kejadian ini, namun laporan resmi ke Polsek belum saya lakukan,”kata dia. (dan)

SUKADANA – Dua Kepala Desa di Kabupaten Kayong Utara menjadi korban pencatut nama dengan menggunakan pesan Whatsapp melalui nomor telepon berbeda untuk meminta pulsa kepada orang lain. Adapun dua Kepala Desa tersebut, Kepala Desa Sutera dan Kepala Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana yang menjadi korban.

Paursubbag Humas Polres Kayong Utara, IPTU Jaminto berpesan kepada masyarakat, agar berhati-hati, jika terdapat nomor baru, mengaku sudah kenal lama, pada akhirnya meminta pulsa dinomor yang baru dikenal tersebut.

Untuk itu, ia mengimbau sebaiknya jika mengalami hal tersebut, dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mentrasfer pulsa. Karena jangan sampai menjadi korban penipuan.

“Hati-hati, ini modus penipuan, dengan menggunakan nama oranglain untuk meminta pulsa. Saya harap masyarakat dapat lebih teliti jangan sampai menjadi korban penipuan. Selain itu, berkaitan dengan hal ini, jika merasa dirugikan dapat melapor ke pihak Kepolisian,”lanjut dia, Selasa (26/1).

Baca Juga :  Cuaca Buruk Diperkirakan Hingga Akhir Desember

Sementara, Kades Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Ansari membenarkan mengenai namanya dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab, melalui pesan Whatsapp, dengan nomor telepon bukan miliknya kepada orang lain.

“Jadi tadi malam ade kawan saye chat lewat Whatsapp (WA). Die bilang ade orang mengatasnamekan saya minta kirim pulsa. Selain itu ade chat lewat messenger,”kata dia.

Selanjutnya, Kepala Desa Sutera Ripa’i membenarkan kalau nama dia dicatut oleh oknum tidak dikenal, dengan dalih meminta pulsa melalui aplikasi Whatsapp.

“informasi awal tadi malam (kemarin), dari perangkat desa saya, katanya ada yang mengatasnamakan saya untuk meminta pulsa dengan kawannya, terus dikrimlah screenshot chatingnya, saya bilang itu bukan nomor saya,”jelasnya

Baca Juga :  Pertanian Lahan Gambut Tanpa Dibakar

Selanjutnya, kata dia, informasi tersebut dirinya coba untuk membuat broadcast di media sosialnya agar warga mengetahui kalau itu bukan nomor telepon miliknya.

“Saya udah lapor dengan babin kejadian ini, namun laporan resmi ke Polsek belum saya lakukan,”kata dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/