alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Minim, Pemanfaatan Rumah Potong Hewan dan Puskeswan di Kayong Utara

SUKADANA – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Batu Daya I, Komplek Pasar Daerah Sukadana, Kabupaten Kayong Utara terlihat sepi, dan minim dalam pemanfaatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kayong Utara, Wahono mengatakan, minimnya kegiatan di lokasi tersebut lantaran untuk Puskeswan lebih banyak dilakukan secara sistem jemput bolah ke masing-masing rumah.

Sedangkan untuk RPH, lanjut Wahono biasnya hanya difungsikan pada saat hari raya. Sebab, untuk hari biasa aktifitas pemotongan hewan masih jarang.

“Masih difungsikan, hanya saja kegiatan untuk Puskeswan lebih banyak jemput bola, kalau RPH biasa difungsikan pada saat hari raya, karena pada hari biasa pemotongan hewan ruminansia (sapi, kambing) masih jarang,”terang Wahono kepada Pontianak Post, Senin (26/4) di Sukadana.

Baca Juga :  Masyarakat Siduk Tolak Pemindahan Puskesmas

Wahono menjelaskan, untuk Puskeswan merupakan bangunan aset milik Provinsi dan akan tetap difungsikan sebagimana mestinya. Sedangkan RPH terus disampaikan imbauan kepada masyarakat agar memotong hewan di tempat yang telah disediakan (RPH)

“Puskeswan merupakan bangunan aset Provinsi yang tetap akan kita fungsikan. Sementara kalau RPH sudah sering kita sosialisasi kan dan diimbau pada para pemotong hewan agar bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah daerah,”tambah Wahono.

Untuk itu, ia berharap dengan bertambahnya kebutuhan daging dan pemotongan hewan di Kayong Utara, tempat teraebut dapat digunakan dengan maksimal.

“Semoga dengan bertambahnya kebutuhan daging dan kegiatan pemotongan hewan bangunan ini segera dapat berfungsi maksimal,”doanya. (dan)

Baca Juga :  RPH dan Puskeswan Belum Termanfaatkan

SUKADANA – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Batu Daya I, Komplek Pasar Daerah Sukadana, Kabupaten Kayong Utara terlihat sepi, dan minim dalam pemanfaatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kayong Utara, Wahono mengatakan, minimnya kegiatan di lokasi tersebut lantaran untuk Puskeswan lebih banyak dilakukan secara sistem jemput bolah ke masing-masing rumah.

Sedangkan untuk RPH, lanjut Wahono biasnya hanya difungsikan pada saat hari raya. Sebab, untuk hari biasa aktifitas pemotongan hewan masih jarang.

“Masih difungsikan, hanya saja kegiatan untuk Puskeswan lebih banyak jemput bola, kalau RPH biasa difungsikan pada saat hari raya, karena pada hari biasa pemotongan hewan ruminansia (sapi, kambing) masih jarang,”terang Wahono kepada Pontianak Post, Senin (26/4) di Sukadana.

Baca Juga :  Relokasi Puskesmas Mulai Temukan Titik Terang

Wahono menjelaskan, untuk Puskeswan merupakan bangunan aset milik Provinsi dan akan tetap difungsikan sebagimana mestinya. Sedangkan RPH terus disampaikan imbauan kepada masyarakat agar memotong hewan di tempat yang telah disediakan (RPH)

“Puskeswan merupakan bangunan aset Provinsi yang tetap akan kita fungsikan. Sementara kalau RPH sudah sering kita sosialisasi kan dan diimbau pada para pemotong hewan agar bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah daerah,”tambah Wahono.

Untuk itu, ia berharap dengan bertambahnya kebutuhan daging dan pemotongan hewan di Kayong Utara, tempat teraebut dapat digunakan dengan maksimal.

“Semoga dengan bertambahnya kebutuhan daging dan kegiatan pemotongan hewan bangunan ini segera dapat berfungsi maksimal,”doanya. (dan)

Baca Juga :  PLN Bantu Paguyuban Petani Kopi Sukadana Tingkatkan Nilai Jual Hasil Panen

Most Read

Artikel Terbaru

/