alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Dua Kades Alami Pencatutan

SUKADANA – Dua kepala desa di Kabupaten Kayong Utara menjadi korban pencatut nama dengan menggunakan pesan Whatsapp melalui nomor telfon berbeda untuk meminta pulsa kepada orang lain. Adapun dua kepala desa tersebut yakni Kepala Desa Sutera dan Kepala Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Paursubbag Humas Polres Kayong Utara, IPTU Jaminto berpesan kepada masyarakat, agar berhati-hati, jika terdapat nomor baru, mengaku sudah kenal lama, pada akhirnya meminta pulsa di nomor yang baru dikenal tersebut. Untuk itu, ia mengimbau sebaiknya jika mengalami hal tersebut, dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mentransfer pulsa. Harapannya, jangan sampai menjadi korban penipuan.

“Hati-hati, ini modus penipuan, dengan menggunakan nama orang lain untuk meminta pulsa. Saya harap masyarakat dapat lebih teliti jangan sampai menjadi korban penipuan. Selain itu, berkaitan dengan hal ini, jika merasa dirugikan dapat melapor ke pihak kepolisian,” lanjut dia, Selasa (26/1).

Baca Juga :  Hasil Swab Test Positif Covid 19, Penyebab Kematian Tidak Diketahui

Sementara, Kepala Desa (Kades) Pangkalan Buton, Ansari membenarkan mengenai namanya dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab, melalui pesan Whatsapp, dengan nomor telepon bukan miliknya kepada orang lain. “Jadi tadi malam ade kawan saye chat lewat Whatsapp (WA). Die bilang ade orang mengatasnamekan saya minta kirim pulsa. Selain itu ade chat lewat messenger,” kata dia.

Selanjutnya, Kades Sutera Ripa’i membenarkan kalau nama dia dicatut oleh oknum tidak dikenal, dengan dalih meminta pulsa melalui aplikasi Whatsapp. “Informasi awal tadi malam (kemarin, Red), dari perangkat desa saya, katanya ada yang mengatasnamakan saya untuk meminta pulsa dengan kawannya, terus dikrimlah screenshot chatting-nya, saya bilang itu bukan nomor saya,” jelasnya

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Pembuat Dodol Khas Sukadana Dibanjiri Pesanan

Selanjutnya, kata dia, informasi tersebut  dirinya coba untuk membuat broadcast di media sosialnya, agar warga mengetahui kalau itu bukan nomor telfon miliknya. “Saya udah lapor dengan babin kejadian ini, namun laporan resmi ke Polsek belum saya lakukan,” kata dia. (dan)

SUKADANA – Dua kepala desa di Kabupaten Kayong Utara menjadi korban pencatut nama dengan menggunakan pesan Whatsapp melalui nomor telfon berbeda untuk meminta pulsa kepada orang lain. Adapun dua kepala desa tersebut yakni Kepala Desa Sutera dan Kepala Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Paursubbag Humas Polres Kayong Utara, IPTU Jaminto berpesan kepada masyarakat, agar berhati-hati, jika terdapat nomor baru, mengaku sudah kenal lama, pada akhirnya meminta pulsa di nomor yang baru dikenal tersebut. Untuk itu, ia mengimbau sebaiknya jika mengalami hal tersebut, dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mentransfer pulsa. Harapannya, jangan sampai menjadi korban penipuan.

“Hati-hati, ini modus penipuan, dengan menggunakan nama orang lain untuk meminta pulsa. Saya harap masyarakat dapat lebih teliti jangan sampai menjadi korban penipuan. Selain itu, berkaitan dengan hal ini, jika merasa dirugikan dapat melapor ke pihak kepolisian,” lanjut dia, Selasa (26/1).

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Pembuat Dodol Khas Sukadana Dibanjiri Pesanan

Sementara, Kepala Desa (Kades) Pangkalan Buton, Ansari membenarkan mengenai namanya dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab, melalui pesan Whatsapp, dengan nomor telepon bukan miliknya kepada orang lain. “Jadi tadi malam ade kawan saye chat lewat Whatsapp (WA). Die bilang ade orang mengatasnamekan saya minta kirim pulsa. Selain itu ade chat lewat messenger,” kata dia.

Selanjutnya, Kades Sutera Ripa’i membenarkan kalau nama dia dicatut oleh oknum tidak dikenal, dengan dalih meminta pulsa melalui aplikasi Whatsapp. “Informasi awal tadi malam (kemarin, Red), dari perangkat desa saya, katanya ada yang mengatasnamakan saya untuk meminta pulsa dengan kawannya, terus dikrimlah screenshot chatting-nya, saya bilang itu bukan nomor saya,” jelasnya

Baca Juga :  Hadapi Virus Corona, Masyarakat Tidak Panik

Selanjutnya, kata dia, informasi tersebut  dirinya coba untuk membuat broadcast di media sosialnya, agar warga mengetahui kalau itu bukan nomor telfon miliknya. “Saya udah lapor dengan babin kejadian ini, namun laporan resmi ke Polsek belum saya lakukan,” kata dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/