alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Hibah Mobil di Masa Pandemi Dinilai tak Wajar

SUKADANA – Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara Yulisman mengaku belum mengetahui secara detail usulan pegadaan mobil fortuner di Bagian Umum Setda Kayong Utara  untuk operasional Polres Kayong Utara. Pasalnya sejauh ini mereka masih dalam proses pembahasan anggaran di beberapa OPD (Organisaai Perangkat Daerah) Kabupaten Kayong Utara

“Bukan tidak tahu, cuma belum kita bahas di Bagian (Umum) Setda, baru bahas di dinas-dinas lain, belum masuk ke Setda,” terang anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kayong Utara tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (26/9).

Menurut Yulisman, di tengah pandemi saat ini, belum tepat memberikan hibah kepada pihak Polres Kayong Utara. Pasalnya, dia menambahkan, masih banyak kegiatan yang berskala prioritas yang ditunda karena minimnya anggaran yang tersedia.

“Saya pikir di tengah kondisi kita saat ini, ditambah dana kita banyak di-anok (dialihkan) ke Pusat sampai ratusan miliar, sehingga banyak program strategis kepala daerah yang terpangkas,” ungkapnya.

Kalaupun pengajuan mobil tersebut ada, Yulisman mengaku akan  membatalkannya. Menurut dia, tidak etis memberikan hibah mobil yang menelan anggaran Rp600 juta di tengah pandemi saat ini. “Ini kan anggarannya (perubahan) bukan di anggaran murni, ndak etislah membantu Polres itu. Besar kemungkinan akan dibatalkan,” timpalnya.

Baca Juga :  Bidik Muri, Bermain Seribu Senggayong

Sementara, sebelumnya Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo membantah jika ada kabar mereka akan menerima hibah satu unit mobil Toyota Fortuner dari Pemkab Kabupaten Kayong Utara. “Saya malah baru tahu, sepertinya tidak ada sih. Untuk apa ya?” terang Kapolres saat dikonfirmasi Pontianak Post.

Sementara itu Kabag Umum Setda Kayong Utara, Abdul Halim, membenarkan informasi tersebut. Di tahun anggarn 2021 pada APBD Perubahan, Pemkab menganggarkan 1 unit mobil Toyota Fortuner untuk pihak Polres Kayong Utara. Dijelaskan Halim, harga mobil tersebut lebih dari Rp600 juta, termasuk dengan biaya pajak kendaraan. “(Hanya) satu (unit) mobil saja, enam ratus juta rupiah lebih (harganya). Mobil Toyota Fortuner, sama pajak juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kayong Peduli (LKP) Juminggu berpesan kepada Pemerintah Daerah Kayong Utara untuk tepat sasaran dalam menggunakan anggaran pemerintahan yang ada. Terlebih, diingatkan dia bahwa di situasi pendemi Covid-19 saat ini, yang mana di segala sektor ekonomi di daerah mengalami keterpurukan.

Baca Juga :  Batasi Pelayanan Saat Pademi

Hal tersebut disampaikannya lantaran Pemerintah Daerah Kayong Utara menganggarkan hibah satu unit mobil Toyota Fortune untuk pihak Polres Kayong Utara. “Kalau di hibahkan saya tidak setuju. Tapi kalau pinjam pakai  saya setuju, karena alasannya punya batas waktu untuk di kembalikan,” kata Juminggu di Sukadana, Jumat (17/9).

Menurutnya, lebih tepat hibah mobil tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. Dimisalkan dia seperti mobil ambulans atau mobil untuk kegiatan sosial lain, sehingga dapat dirasakan masyarakat banyak manfaatnya.

“Banyak yang  harus dibenahi,  seperti masih banyak   desa yang belum memiliki  ambulans. Kalau pinjam pakai, nanti bisa dikembalikan lagi ke Pemda, seperti satu unit motor yang di pinjam pakaikan ke Lembaga Kayong Peduli, LKP, saya ikhlas kapan pun Pemda menarik motor tersebut,” ungkapnya. (dan)

SUKADANA – Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara Yulisman mengaku belum mengetahui secara detail usulan pegadaan mobil fortuner di Bagian Umum Setda Kayong Utara  untuk operasional Polres Kayong Utara. Pasalnya sejauh ini mereka masih dalam proses pembahasan anggaran di beberapa OPD (Organisaai Perangkat Daerah) Kabupaten Kayong Utara

“Bukan tidak tahu, cuma belum kita bahas di Bagian (Umum) Setda, baru bahas di dinas-dinas lain, belum masuk ke Setda,” terang anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kayong Utara tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (26/9).

Menurut Yulisman, di tengah pandemi saat ini, belum tepat memberikan hibah kepada pihak Polres Kayong Utara. Pasalnya, dia menambahkan, masih banyak kegiatan yang berskala prioritas yang ditunda karena minimnya anggaran yang tersedia.

“Saya pikir di tengah kondisi kita saat ini, ditambah dana kita banyak di-anok (dialihkan) ke Pusat sampai ratusan miliar, sehingga banyak program strategis kepala daerah yang terpangkas,” ungkapnya.

Kalaupun pengajuan mobil tersebut ada, Yulisman mengaku akan  membatalkannya. Menurut dia, tidak etis memberikan hibah mobil yang menelan anggaran Rp600 juta di tengah pandemi saat ini. “Ini kan anggarannya (perubahan) bukan di anggaran murni, ndak etislah membantu Polres itu. Besar kemungkinan akan dibatalkan,” timpalnya.

Baca Juga :  Pencarian Rikya Akhirnya Disudahi

Sementara, sebelumnya Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo membantah jika ada kabar mereka akan menerima hibah satu unit mobil Toyota Fortuner dari Pemkab Kabupaten Kayong Utara. “Saya malah baru tahu, sepertinya tidak ada sih. Untuk apa ya?” terang Kapolres saat dikonfirmasi Pontianak Post.

Sementara itu Kabag Umum Setda Kayong Utara, Abdul Halim, membenarkan informasi tersebut. Di tahun anggarn 2021 pada APBD Perubahan, Pemkab menganggarkan 1 unit mobil Toyota Fortuner untuk pihak Polres Kayong Utara. Dijelaskan Halim, harga mobil tersebut lebih dari Rp600 juta, termasuk dengan biaya pajak kendaraan. “(Hanya) satu (unit) mobil saja, enam ratus juta rupiah lebih (harganya). Mobil Toyota Fortuner, sama pajak juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kayong Peduli (LKP) Juminggu berpesan kepada Pemerintah Daerah Kayong Utara untuk tepat sasaran dalam menggunakan anggaran pemerintahan yang ada. Terlebih, diingatkan dia bahwa di situasi pendemi Covid-19 saat ini, yang mana di segala sektor ekonomi di daerah mengalami keterpurukan.

Baca Juga :  Batasi Pelayanan Saat Pademi

Hal tersebut disampaikannya lantaran Pemerintah Daerah Kayong Utara menganggarkan hibah satu unit mobil Toyota Fortune untuk pihak Polres Kayong Utara. “Kalau di hibahkan saya tidak setuju. Tapi kalau pinjam pakai  saya setuju, karena alasannya punya batas waktu untuk di kembalikan,” kata Juminggu di Sukadana, Jumat (17/9).

Menurutnya, lebih tepat hibah mobil tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. Dimisalkan dia seperti mobil ambulans atau mobil untuk kegiatan sosial lain, sehingga dapat dirasakan masyarakat banyak manfaatnya.

“Banyak yang  harus dibenahi,  seperti masih banyak   desa yang belum memiliki  ambulans. Kalau pinjam pakai, nanti bisa dikembalikan lagi ke Pemda, seperti satu unit motor yang di pinjam pakaikan ke Lembaga Kayong Peduli, LKP, saya ikhlas kapan pun Pemda menarik motor tersebut,” ungkapnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/