alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Pasar Murah Ditiadakan, Anggaran Dialihkan Penanganan Covid 19

SUKADANA – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat mengatakan dengan adanya wabah virus corona (Covid -19)  saat ini pasar murah ditiadakan.

“Kemarin rencana seperti itu. Tapi kita lihat situasi seperti ini tidak mungkin untuk mengumpulkan orang. Jadi kemarin pas rapat terakhir, untuk anggarannya juga dialihkan ke penanganan covid 19. Jadi anggarannya dialihkan,”jelasnya, Selasa (28/4).

Dikatakan dia, kalau mengenai operasi pasar kemungkinan ada. Namun itu akan diaggarkan diakhir tahun untuk menghadapi natal dan tahun baru. “Mungkin pertimbangannya nanti kedepannya bisa saja anggaran diperbanyak untuk bansos. Langsung kepada masyarakat dalam bentuk paket-paket sembako, dan arahnya bisa langsung,”katanya.

Baca Juga :  Pasar Murah Ringankan Beban Masyarakat

Selain itu, ia mengatakan untuk UMKM yang terdampak Covid 19, kalau bisa mereka juga mendapatkan bantuan, dengan harapan dapat kembali bangkit. Mengenai hal ini juga, sambung Erwin bisa saja mereka akan diberikan bantuan modal.

“Untuk UMKM yang kami ada datanya mungkin bisa saja nanti pada perubahan bisa saja kita anggarkan untuk bantuan modal, yang terkena dampak. Tapi kalau itu pun memungkinkan, karena saat ini anggaran kita cukup sulit,” tambahnya.

Selain itu, sambung dia, sampai saat ini untuk kenaikan harga sembako hingga kini belum ada. Hanya saja untuk gula untuk harga per kilonya sudah mencapai 20 ribu.

Terkait gula, ia menambahkan, ada kabar jika provinsi mendapatkan 1000 ton jatah dari pusat. Namun untuk saat ini barang yang datang baru kisaran 100 ton.  “Sekarang baru ada 100 ton. Itupun ngantrinya cukup panjang di pusat. Jadi mereka sementara lebih fokus ke kota atau kabupaten yang tidak jauh. Karena baru datang 100 ton. Karen kita untuk menurunkan harga gula dari situ,”ungkapnya. (dan)

Baca Juga :  Faskes Tutup Pelayanan Sementara

 

SUKADANA – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat mengatakan dengan adanya wabah virus corona (Covid -19)  saat ini pasar murah ditiadakan.

“Kemarin rencana seperti itu. Tapi kita lihat situasi seperti ini tidak mungkin untuk mengumpulkan orang. Jadi kemarin pas rapat terakhir, untuk anggarannya juga dialihkan ke penanganan covid 19. Jadi anggarannya dialihkan,”jelasnya, Selasa (28/4).

Dikatakan dia, kalau mengenai operasi pasar kemungkinan ada. Namun itu akan diaggarkan diakhir tahun untuk menghadapi natal dan tahun baru. “Mungkin pertimbangannya nanti kedepannya bisa saja anggaran diperbanyak untuk bansos. Langsung kepada masyarakat dalam bentuk paket-paket sembako, dan arahnya bisa langsung,”katanya.

Baca Juga :  Usai Mancing, Seorang Warga Tewas Tenggelam

Selain itu, ia mengatakan untuk UMKM yang terdampak Covid 19, kalau bisa mereka juga mendapatkan bantuan, dengan harapan dapat kembali bangkit. Mengenai hal ini juga, sambung Erwin bisa saja mereka akan diberikan bantuan modal.

“Untuk UMKM yang kami ada datanya mungkin bisa saja nanti pada perubahan bisa saja kita anggarkan untuk bantuan modal, yang terkena dampak. Tapi kalau itu pun memungkinkan, karena saat ini anggaran kita cukup sulit,” tambahnya.

Selain itu, sambung dia, sampai saat ini untuk kenaikan harga sembako hingga kini belum ada. Hanya saja untuk gula untuk harga per kilonya sudah mencapai 20 ribu.

Terkait gula, ia menambahkan, ada kabar jika provinsi mendapatkan 1000 ton jatah dari pusat. Namun untuk saat ini barang yang datang baru kisaran 100 ton.  “Sekarang baru ada 100 ton. Itupun ngantrinya cukup panjang di pusat. Jadi mereka sementara lebih fokus ke kota atau kabupaten yang tidak jauh. Karena baru datang 100 ton. Karen kita untuk menurunkan harga gula dari situ,”ungkapnya. (dan)

Baca Juga :  Tahap Pembebasan Lahan

 

Most Read

Artikel Terbaru

/