alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Kejari Masih Kumpulkan Bukti

SUKADANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang hingga saat ini masih menggumpulkan bukti dan penyelidikan terkait dugaan korupsi di Kayong Utara, guna mentukan siapa tersangkanya. Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari dan menenetukan suatu peristiwa yang diduga menjadi tindakan pidana.

“Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknyadilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang,” kata Agus kepada Pontianak Post. Agus menjelaskan, dengan mengumpulkan bukti itu membuat titik terang tentang tindak pidana yang terjadi, guna menemukan tersangkanya.

“Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti, dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya,” kata dia.

Sementara itu sebelumnya, dijelaskan dia, dalam kasus tindakan korupsi tentunya menjadi target bagi penegak hukum, sepanjang unsur perbuatan yang dilakukan. Karena, lanjut Agus, siapapun itu harus diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya. “Prinsipnya siapapun yang melakukan tindak pidana (korupsi) menjadi target bagi aparat penegak hukum, sepanjang terpenuhi unsur sebagaimana perbuatan yang dilakukan. Tidak ada target khusus, namun siapa pun itu pelaku tindak pidana harus dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatannya tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya Kejari berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung pekerjaan irigasi Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangakalan Buton, Kecamatan Sukadana, yang dikerjakan oleh Bidang Sumber Daya Air, PUPR Kayong Utara. Namun hal itu belum mereka lakukan.

Baca Juga :  Prestasi Kafilah Alami Peningkatan

“Sejauh ini kita masih mengumpulkan data, kita belum ada turun. Iya kita memang belum ada turun,” timpalnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi saat meninjau proyek irigasi tersebut menilai ada beberapa kesalahan dalam perencanaan awal. Pasalnya, dia memperoleh informasi, ada beberapa warga yang tidak terlibat langsung dalam musyawarah pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi.

“Ini memang salah dari perencanaan kita, karena tidak melihat ke lapangan, kalau air besar, airnya ke mana (melimpahnya). Cuma yang sudah, ya sudah, sekarang kita carikan solusinya,” timpalnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, Emi Yuliana tak memungkiri, ada sebagian masyarakat yang terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi. Namun diakuinya, lebih banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar irigasi air yang dibangun tahun 2020 lalu. Di antaranya, sebut dia, beberapa persawahan masyarakat sudah mulai teraliri air, sehingga beberapa warga yang bercocok tanam padi berdampak kepada peningkatan hasil padi ketika panen.

“Sangat banyak sekali manfaatnya (irigasi), dulu airnya kering tidak sampai ke sawah-sawah sekarang sudah sampai ke sawah-sawah. Sekarang manfaat kedua, dulu saluran bocor sudah direhap kembali, sehingga pengairan bagus, sampai ke sawah-sawah, panen padi warga bisa meningkat. Dulu saluran airnya rendah juga sudah sampai ke Sungai Gali sana. Dan dampak dari pembangunan itu paling air hujan sedikit berdampak kepada penduduk yang bermukim satu (atau) dua orang,” kata Emi.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja Polri

Selanjutnya,  Emi juga membantah bahwa apa yang mereka laksanakan tanpa perencanaan dan musyawarah masyarakat sekitar irigasi. Sebab,  berdasarkan dokumentasi yang ia tunjukkan kepada awak media, telah terjadi rapat musyawarah antara mereka dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perencanaan bentuk irigasi yang sesuai keinginan.

“Perencanaan awal melalui masyarakat sampai empat atau lima kali musyawarah, ini dokumentasi rapat masih ada, surat yang bertanda tangan juga masih ada, jadi kami mengakomodir semua kemauan masyarakat.  Jadi pembangunan ini sesuai harapan masyarakat, baik spek-nya, minta timbunkan, semua sudah dari masyarakat semua,” tutur Emi.

Terkait langkah cepat penanganan banjir, Emi mengaku belum dapat memberikan jawaban, mengingat hal tersebut harus dibahas di instansi terkait. Karena dirinya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena takut kembali dipersalahkan.

“Untuk solusinya nanti kita pelajari dulu, karena mengambil keputusan sekarang kita sangat berhati-hati. Kita ambil positifnya saja. kalau salah ambil keputusan, takut berbalik ke kita, keputusan harus bersama-sama, musyawarah, kami tidak mau disalahkan. Tujuan kami untuk membangun, untuk masyarakat,” katanya. (dan)

SUKADANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang hingga saat ini masih menggumpulkan bukti dan penyelidikan terkait dugaan korupsi di Kayong Utara, guna mentukan siapa tersangkanya. Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari dan menenetukan suatu peristiwa yang diduga menjadi tindakan pidana.

“Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknyadilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang,” kata Agus kepada Pontianak Post. Agus menjelaskan, dengan mengumpulkan bukti itu membuat titik terang tentang tindak pidana yang terjadi, guna menemukan tersangkanya.

“Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti, dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya,” kata dia.

Sementara itu sebelumnya, dijelaskan dia, dalam kasus tindakan korupsi tentunya menjadi target bagi penegak hukum, sepanjang unsur perbuatan yang dilakukan. Karena, lanjut Agus, siapapun itu harus diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya. “Prinsipnya siapapun yang melakukan tindak pidana (korupsi) menjadi target bagi aparat penegak hukum, sepanjang terpenuhi unsur sebagaimana perbuatan yang dilakukan. Tidak ada target khusus, namun siapa pun itu pelaku tindak pidana harus dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatannya tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya Kejari berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung pekerjaan irigasi Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangakalan Buton, Kecamatan Sukadana, yang dikerjakan oleh Bidang Sumber Daya Air, PUPR Kayong Utara. Namun hal itu belum mereka lakukan.

Baca Juga :  Pemkab Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

“Sejauh ini kita masih mengumpulkan data, kita belum ada turun. Iya kita memang belum ada turun,” timpalnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi saat meninjau proyek irigasi tersebut menilai ada beberapa kesalahan dalam perencanaan awal. Pasalnya, dia memperoleh informasi, ada beberapa warga yang tidak terlibat langsung dalam musyawarah pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi.

“Ini memang salah dari perencanaan kita, karena tidak melihat ke lapangan, kalau air besar, airnya ke mana (melimpahnya). Cuma yang sudah, ya sudah, sekarang kita carikan solusinya,” timpalnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, Emi Yuliana tak memungkiri, ada sebagian masyarakat yang terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi. Namun diakuinya, lebih banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar irigasi air yang dibangun tahun 2020 lalu. Di antaranya, sebut dia, beberapa persawahan masyarakat sudah mulai teraliri air, sehingga beberapa warga yang bercocok tanam padi berdampak kepada peningkatan hasil padi ketika panen.

“Sangat banyak sekali manfaatnya (irigasi), dulu airnya kering tidak sampai ke sawah-sawah sekarang sudah sampai ke sawah-sawah. Sekarang manfaat kedua, dulu saluran bocor sudah direhap kembali, sehingga pengairan bagus, sampai ke sawah-sawah, panen padi warga bisa meningkat. Dulu saluran airnya rendah juga sudah sampai ke Sungai Gali sana. Dan dampak dari pembangunan itu paling air hujan sedikit berdampak kepada penduduk yang bermukim satu (atau) dua orang,” kata Emi.

Baca Juga :  Polisi Temukan Bukti Baru CCTV Terkait Kematian Brigadir J

Selanjutnya,  Emi juga membantah bahwa apa yang mereka laksanakan tanpa perencanaan dan musyawarah masyarakat sekitar irigasi. Sebab,  berdasarkan dokumentasi yang ia tunjukkan kepada awak media, telah terjadi rapat musyawarah antara mereka dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perencanaan bentuk irigasi yang sesuai keinginan.

“Perencanaan awal melalui masyarakat sampai empat atau lima kali musyawarah, ini dokumentasi rapat masih ada, surat yang bertanda tangan juga masih ada, jadi kami mengakomodir semua kemauan masyarakat.  Jadi pembangunan ini sesuai harapan masyarakat, baik spek-nya, minta timbunkan, semua sudah dari masyarakat semua,” tutur Emi.

Terkait langkah cepat penanganan banjir, Emi mengaku belum dapat memberikan jawaban, mengingat hal tersebut harus dibahas di instansi terkait. Karena dirinya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena takut kembali dipersalahkan.

“Untuk solusinya nanti kita pelajari dulu, karena mengambil keputusan sekarang kita sangat berhati-hati. Kita ambil positifnya saja. kalau salah ambil keputusan, takut berbalik ke kita, keputusan harus bersama-sama, musyawarah, kami tidak mau disalahkan. Tujuan kami untuk membangun, untuk masyarakat,” katanya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/