alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Beri Perhatian Khusus untuk Desa Matan

SUKADANA – Kepolisian Resor (Polres) Kayong Utara memberikan perhatian khusus terhadap Desa Matan, Kecamatan Simpang Hilir, yang dinilai rawat terhadap peredaran narkoba. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) AKP Aris Pramudji, Senin (29/3), saat memperlihatkan tujuh tersangka serta barang bukti narkoba di Mapolres.

Mantan Kepala Polsek Simpang Hilir tersebut berpandangan bahwa desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang tersebut menjadi tempat aktivitas keluar masuk orang yang bekerja di perusahaan, salah satunya bauksit. “Kita tahu di sana aktivitas di Matan luar biasa, dengan adanya bauksit, pekerja di sana membutuhkan pekerjaan yang fit, sehingga menyalahgunakan narkoba,” tutupnya.

Kasat Resnarkoba menambahkan, pihaknya bertekad membasmi peredaran narkoba. Terutama, lanjut dia, tindakan preventif yang akan dilakukan yaitu dengan gencar dan masif melakukan sosialisasi terutama menyasar anak usia sekolah.

Baca Juga :  DPB Capai 90.874 Pemilih

“Nanti kerja sama dengan sekolah-sekolah terutama saat ajaran baru pas masa orientasi sekolah. Saya bersama anggota saya akan memberikan sosialisasi terkait dampak penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ditambahkan dia, untuk barang haram yang masuk ke Kayong Utara kebanyakan melalui jalur air, terutama di pelabuhan dan jalur darat  melalui jalan trans Kalimantan. ”Barang itu sendiri ada yang pelintasan dari Teluk Batang, dan yang kedua itu dari masuk dari Sandai atau Ketapang melewati jalan Tayan,” sambungnya.

Sementara mengenai tersangka, Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kayong Utara Kompol Kuntadi Budi Pranoto, mengungkapkan bahwa mereka terdiri dari lima laki-laki dan dua perempuan. Dijelasakan Wakapolres, untuk barang bukti  narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil disita dari tindak kejahatan tersebut sebesar 12,86 gram beserta alat bukti  seperti alat timbangan digital, alat isap, korek  api, pipet, handphone, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Buaya di Tanjung Satai Telah Dilepasliarkan

Sementara warga mengapresiasi kinerja pihak kopolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Kayong Utara. Salah satunya narkoba jenis sabu-sabu, yang belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, belum lama ini Polres berhasil mengungkap lima kasus penyalahgunaan narkoba dengan tujuh tersangka.

“Saya sangat mengapresiasi atas kinerja pihak kepolisian dalam membrantas peredaran narkoba di Kayong Utara. Apa lagi barang haram tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat,” terang Andi, salah satu warga di Sukadana, Senin (29/3). (dan)

SUKADANA – Kepolisian Resor (Polres) Kayong Utara memberikan perhatian khusus terhadap Desa Matan, Kecamatan Simpang Hilir, yang dinilai rawat terhadap peredaran narkoba. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) AKP Aris Pramudji, Senin (29/3), saat memperlihatkan tujuh tersangka serta barang bukti narkoba di Mapolres.

Mantan Kepala Polsek Simpang Hilir tersebut berpandangan bahwa desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang tersebut menjadi tempat aktivitas keluar masuk orang yang bekerja di perusahaan, salah satunya bauksit. “Kita tahu di sana aktivitas di Matan luar biasa, dengan adanya bauksit, pekerja di sana membutuhkan pekerjaan yang fit, sehingga menyalahgunakan narkoba,” tutupnya.

Kasat Resnarkoba menambahkan, pihaknya bertekad membasmi peredaran narkoba. Terutama, lanjut dia, tindakan preventif yang akan dilakukan yaitu dengan gencar dan masif melakukan sosialisasi terutama menyasar anak usia sekolah.

Baca Juga :  Dana Desa Kayong Rp51,44 M

“Nanti kerja sama dengan sekolah-sekolah terutama saat ajaran baru pas masa orientasi sekolah. Saya bersama anggota saya akan memberikan sosialisasi terkait dampak penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ditambahkan dia, untuk barang haram yang masuk ke Kayong Utara kebanyakan melalui jalur air, terutama di pelabuhan dan jalur darat  melalui jalan trans Kalimantan. ”Barang itu sendiri ada yang pelintasan dari Teluk Batang, dan yang kedua itu dari masuk dari Sandai atau Ketapang melewati jalan Tayan,” sambungnya.

Sementara mengenai tersangka, Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kayong Utara Kompol Kuntadi Budi Pranoto, mengungkapkan bahwa mereka terdiri dari lima laki-laki dan dua perempuan. Dijelasakan Wakapolres, untuk barang bukti  narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil disita dari tindak kejahatan tersebut sebesar 12,86 gram beserta alat bukti  seperti alat timbangan digital, alat isap, korek  api, pipet, handphone, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Relokasi Puskesmas Mulai Temukan Titik Terang

Sementara warga mengapresiasi kinerja pihak kopolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Kayong Utara. Salah satunya narkoba jenis sabu-sabu, yang belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, belum lama ini Polres berhasil mengungkap lima kasus penyalahgunaan narkoba dengan tujuh tersangka.

“Saya sangat mengapresiasi atas kinerja pihak kepolisian dalam membrantas peredaran narkoba di Kayong Utara. Apa lagi barang haram tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat,” terang Andi, salah satu warga di Sukadana, Senin (29/3). (dan)

Most Read

Tujuh Personel Polsek Divaksin

Cek Kesehatan Calon Penerima Vaksin

Keluar Dari Zona Merah

Pastikan Tak Ada Orang Titipan

Ekspor Karet Menguat

Artikel Terbaru

/