alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Gaet PAD, Pengunjung Pantai Pulau Datok Dikenakan Retribusi

Parkir dan Kunjungan, Pengelola Ingin Majukan Wisata Daerah

Membangun dan mengembangkan sebuah lokasi wisata. Diharapkan juga dari kunjungan wisatawan. PAD masuk, demikian juga, kemungkinan pengembangan lokasi tersebut ke depannya. Pengunjung pulau Datok, Sukadana, dikenakan Rp5 ribu per orang untuk kunjungan serta tarif parkir untuk roda empat Rp 5 ribu plus motor Rp2 ribu.

Danang Prasetyo, SUKADANA

PENGELOLAAN Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara pada natal dan tahun baru 2019- 2020 oleh Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah melalui izin yang diberikan Pemda melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Namun, mereka ikut berkontribusi atas pajak hiburan salah satunya, 15% dari tiket parkir.

“Pengelolaan Pantai Pulau Datok, pada Natal dan Tahun Baru 2020 oleh pemuda Tanah Merah, n ikut berkontribusi atas pajak hiburan 15 persen dari tiket parkir. Selain itu lokasi tersebut juga dijaga untuk memberikan rasa aman dan nyaman pengunjung bekerjasama dengan Polres dan Sat Pol PP, dan lainnya” jelas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Tasfirani kepada Pontianak Post, Mingu (29/12).

Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah, Hendri mengatakan, pihak Pemda secara langsung tidak ikut terlibat, namun pihaknya telah izin kepada Pemda guna menarik retribusi masuk ke Pantai Pulau Datok.

“Untuk itu, kami dari pihak Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah yang secara langsung dan berkerja sama dengan Polres, Pol PP serta pihak lainnya, dalam pengamanan dalam rangka pada kegiatan natal dan tahun baru 2019-2020. Izin ini berlaku sejak tanggal 25 Desember-2 Januari 2020,”jelasnya saat ditemui di Sukadana.

Ia mengatakan pihaknya hanya mengelola retribusi masuk dan tiket parkir, yang mana tiket masuk itu Rp5 ribu dan parkir kendaraan roda empat Rp5 ribu, sedangkan roda dua Rp2 ribu.

Baca Juga :  Arahan Bupati, Relokasi Pedagang ke Pasar Rakyat Harus dengan Sukarela

Semua izin baik dari Pemda hingga kepolisian sudah keluar.

“Kalau untuk harganya, satu mobil jika di dalamnya ada empat orang berarti Rp20 ribu, begitu selanjutnya ditambah Rp5 ribu untuk parkir. Kendaraan roda dua parkir Rp2 ribu.

Karena ada dua tiket, yakni tiket masuk dan tiket parkir saat masuk ke Pantai Pulau Datok. Dalam hal ini Pemda mengetahui,  izin kita musiman sesuai dengan aturan yang ada,”jelasnya.

Ia menambahkan, semua istansi mengetahui dengan tarif parkir tersebut, untuk itu dalam hal kegiatan tersebut dikenakan pajak saja, kalau masuk 15 persen kalau parkir 10 persen. Jadi masuk ke pada PAD.

“ Kami mohon dukungan dari semua pihak agar ini lebih baik dan tertib,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kepada masyarakat terimakasih atas masukan yang ada, sebab hal tersebut untuk membangun dan mengembangkan lokasi wisata ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan membuat seperti monumen di Pantai ini. Agar terdapat hal yang baru.

“Terus yang tidak kalah penting dengan pembangunan di Pantai ini kia rawat. Jika ada yang rusak dapat memperbaikinya. Selain itu mengenai sampah, dalam hal ini kami bertanggung jawab atas kebersihan itu. Sesuai dengan komitmen kami, kebersihan, kenyamanana dan keamanan siap kita jaga,”lanjutnya.

Menaggapi hal ini anggota DPRD Kayong Utara Asnawi, prinsipnya mendukung penarikan tiket dan parkir di Pantai Pulau Datok. Sebab, lanjut dia hal ini merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang ada di Kayong Utara, yang mugkin terbaik.

Baca Juga :  Warga Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Bawah Pohon Pisang

“Mugkin di Kalbar ini salah satu Pantai yang indah, kalau kita lihat di Singkawang walau bukan hari besar dan hanya hari biasa masuk disana satu mobil Rp100 ribu. Kita belajar dari itu, dari daerah luar. Dana untuk masuk ke dalam kas daerah dan untuk masyarakat lokal juga, yang ikut berdagang,”terangnya.

Ia menambahkan, kalau bisa di Pantai Pulau Datok ini dalam penarikan tiket ini pada saat hari libur. Sebab, ini juga untuk pendapatan daerah dan memanfaatkan sumber alam. Dalam memabantu meningkatkan PAD.

“Menurut saya ini terobosan bagus. Tapi tidak semua hari. Dicoba Sabtu dan Minggu dulu,”jelasnya.

Menurut dia, dengan tarif masuk dan parkir yang ada masih wajar. Sebab, dalam hal ini ada tenaga yang harus diberikan upah.

“Bisa saja ini kita dapat duduk bersama dengan organisasi yang bisa mengelola, Pemda dan DPRD, sebab Perdanyakan ada,” lanjutnya.

Sedangkan Ketua Umum FKP Tanah Merah, Ahmad Suandi menyambut baik untuk bersikusi dalam membahas dalam pengelolaan Pantai Pulau Datok. Sedangkan jika dibanding dengan Kabupaten Ketapang sebagai daerah terdekat, nominalnya bisa lebih.

“Kami berusaha maksimal untuk mendorong pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif dan legeslatif untuk meninja ulang Perda ini.

Selain itu, hal ini dilakukan demi menigkatkan PAD Kayong Utara. Bahkan, dalam menjual tiket menggunakan hal yang santun dan dijelaskan bahwa hal ini untuk meningkatkan PAD Kayong Utara.

“Dalam menarik tiket pun kami menggunakan bahasa yang santun, dan kami jelaskan kepada pengjung secara baik-baik dan tidak ada paksaan,”tutupnya. (dan)

Parkir dan Kunjungan, Pengelola Ingin Majukan Wisata Daerah

Membangun dan mengembangkan sebuah lokasi wisata. Diharapkan juga dari kunjungan wisatawan. PAD masuk, demikian juga, kemungkinan pengembangan lokasi tersebut ke depannya. Pengunjung pulau Datok, Sukadana, dikenakan Rp5 ribu per orang untuk kunjungan serta tarif parkir untuk roda empat Rp 5 ribu plus motor Rp2 ribu.

Danang Prasetyo, SUKADANA

PENGELOLAAN Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara pada natal dan tahun baru 2019- 2020 oleh Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah melalui izin yang diberikan Pemda melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Namun, mereka ikut berkontribusi atas pajak hiburan salah satunya, 15% dari tiket parkir.

“Pengelolaan Pantai Pulau Datok, pada Natal dan Tahun Baru 2020 oleh pemuda Tanah Merah, n ikut berkontribusi atas pajak hiburan 15 persen dari tiket parkir. Selain itu lokasi tersebut juga dijaga untuk memberikan rasa aman dan nyaman pengunjung bekerjasama dengan Polres dan Sat Pol PP, dan lainnya” jelas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Tasfirani kepada Pontianak Post, Mingu (29/12).

Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah, Hendri mengatakan, pihak Pemda secara langsung tidak ikut terlibat, namun pihaknya telah izin kepada Pemda guna menarik retribusi masuk ke Pantai Pulau Datok.

“Untuk itu, kami dari pihak Forum Komunikasi Pemuda Tanah Merah yang secara langsung dan berkerja sama dengan Polres, Pol PP serta pihak lainnya, dalam pengamanan dalam rangka pada kegiatan natal dan tahun baru 2019-2020. Izin ini berlaku sejak tanggal 25 Desember-2 Januari 2020,”jelasnya saat ditemui di Sukadana.

Ia mengatakan pihaknya hanya mengelola retribusi masuk dan tiket parkir, yang mana tiket masuk itu Rp5 ribu dan parkir kendaraan roda empat Rp5 ribu, sedangkan roda dua Rp2 ribu.

Baca Juga :  SPBN Sukadana Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Semua izin baik dari Pemda hingga kepolisian sudah keluar.

“Kalau untuk harganya, satu mobil jika di dalamnya ada empat orang berarti Rp20 ribu, begitu selanjutnya ditambah Rp5 ribu untuk parkir. Kendaraan roda dua parkir Rp2 ribu.

Karena ada dua tiket, yakni tiket masuk dan tiket parkir saat masuk ke Pantai Pulau Datok. Dalam hal ini Pemda mengetahui,  izin kita musiman sesuai dengan aturan yang ada,”jelasnya.

Ia menambahkan, semua istansi mengetahui dengan tarif parkir tersebut, untuk itu dalam hal kegiatan tersebut dikenakan pajak saja, kalau masuk 15 persen kalau parkir 10 persen. Jadi masuk ke pada PAD.

“ Kami mohon dukungan dari semua pihak agar ini lebih baik dan tertib,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kepada masyarakat terimakasih atas masukan yang ada, sebab hal tersebut untuk membangun dan mengembangkan lokasi wisata ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan membuat seperti monumen di Pantai ini. Agar terdapat hal yang baru.

“Terus yang tidak kalah penting dengan pembangunan di Pantai ini kia rawat. Jika ada yang rusak dapat memperbaikinya. Selain itu mengenai sampah, dalam hal ini kami bertanggung jawab atas kebersihan itu. Sesuai dengan komitmen kami, kebersihan, kenyamanana dan keamanan siap kita jaga,”lanjutnya.

Menaggapi hal ini anggota DPRD Kayong Utara Asnawi, prinsipnya mendukung penarikan tiket dan parkir di Pantai Pulau Datok. Sebab, lanjut dia hal ini merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang ada di Kayong Utara, yang mugkin terbaik.

Baca Juga :  Pencarian Hari Kedua, Nelayan Hilang di Muara Rantau Panjang Belum Ditemukan

“Mugkin di Kalbar ini salah satu Pantai yang indah, kalau kita lihat di Singkawang walau bukan hari besar dan hanya hari biasa masuk disana satu mobil Rp100 ribu. Kita belajar dari itu, dari daerah luar. Dana untuk masuk ke dalam kas daerah dan untuk masyarakat lokal juga, yang ikut berdagang,”terangnya.

Ia menambahkan, kalau bisa di Pantai Pulau Datok ini dalam penarikan tiket ini pada saat hari libur. Sebab, ini juga untuk pendapatan daerah dan memanfaatkan sumber alam. Dalam memabantu meningkatkan PAD.

“Menurut saya ini terobosan bagus. Tapi tidak semua hari. Dicoba Sabtu dan Minggu dulu,”jelasnya.

Menurut dia, dengan tarif masuk dan parkir yang ada masih wajar. Sebab, dalam hal ini ada tenaga yang harus diberikan upah.

“Bisa saja ini kita dapat duduk bersama dengan organisasi yang bisa mengelola, Pemda dan DPRD, sebab Perdanyakan ada,” lanjutnya.

Sedangkan Ketua Umum FKP Tanah Merah, Ahmad Suandi menyambut baik untuk bersikusi dalam membahas dalam pengelolaan Pantai Pulau Datok. Sedangkan jika dibanding dengan Kabupaten Ketapang sebagai daerah terdekat, nominalnya bisa lebih.

“Kami berusaha maksimal untuk mendorong pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif dan legeslatif untuk meninja ulang Perda ini.

Selain itu, hal ini dilakukan demi menigkatkan PAD Kayong Utara. Bahkan, dalam menjual tiket menggunakan hal yang santun dan dijelaskan bahwa hal ini untuk meningkatkan PAD Kayong Utara.

“Dalam menarik tiket pun kami menggunakan bahasa yang santun, dan kami jelaskan kepada pengjung secara baik-baik dan tidak ada paksaan,”tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/