alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Antisipasi Ekstrimisme di Lingkungan Sekitar

AIR UPAS – Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Farhan mengimbau seluruh pihak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap aliran atau keyakinan yang ekstrem, yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan Wabup, usai peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Air Upas, Senin (29/3).

Menurut Wabup, diperlukan pengawasan dan kerja sama semua pihak untuk mengantisipasinya. “Misal, sebelah rumah ini kita sudah tahu ada paham yang salah, dibiarkan dan tidak peduli. Dari sejak awal kita harus merespon. Melihat tingkah laku tetangga yang agak berbeda. Itu harus segera dilakukan pembahasan, diinfokan ke aparat pemerintah. Di Kecamatan Air Upas ini ada camat, sektor kepolisian, ada Bhabinsa, tokoh masyarakat, adat, agama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Giring 59 Remaja

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dirangkai dengan dialog kebangsaan yang mengangkat tema Merajut Semangat Kebangsaan. Farhan mengajak seluruh peserta untuk flashback, bagaimana negara Indonesia bisa meraih kemardekaan. Dia menjelaskan bagaimana kemerdekaan diraih dengan sebuah perjuangan, pengorbanan tanpa memandang suku, ras, kulit, dan agama. Menurutnya, semua anak bangsa berjuang bersama merebut kemardekaan.

“Bhineka Tunggal Ika itu menjadi hal yang prinsip, sebagai pondasi bangsa ini. Makanya pondasi bangsa itu ada empat yaitu, Undang – Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, setelah kita pegang semua itu, lahirlah NKRI. Sejarah sudah mencatat itu,” kata Farhan. (afi)

AIR UPAS – Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Farhan mengimbau seluruh pihak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap aliran atau keyakinan yang ekstrem, yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan Wabup, usai peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Air Upas, Senin (29/3).

Menurut Wabup, diperlukan pengawasan dan kerja sama semua pihak untuk mengantisipasinya. “Misal, sebelah rumah ini kita sudah tahu ada paham yang salah, dibiarkan dan tidak peduli. Dari sejak awal kita harus merespon. Melihat tingkah laku tetangga yang agak berbeda. Itu harus segera dilakukan pembahasan, diinfokan ke aparat pemerintah. Di Kecamatan Air Upas ini ada camat, sektor kepolisian, ada Bhabinsa, tokoh masyarakat, adat, agama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla Saat Kemarau, Kalbar Dibantu Tujuh Helikopter

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dirangkai dengan dialog kebangsaan yang mengangkat tema Merajut Semangat Kebangsaan. Farhan mengajak seluruh peserta untuk flashback, bagaimana negara Indonesia bisa meraih kemardekaan. Dia menjelaskan bagaimana kemerdekaan diraih dengan sebuah perjuangan, pengorbanan tanpa memandang suku, ras, kulit, dan agama. Menurutnya, semua anak bangsa berjuang bersama merebut kemardekaan.

“Bhineka Tunggal Ika itu menjadi hal yang prinsip, sebagai pondasi bangsa ini. Makanya pondasi bangsa itu ada empat yaitu, Undang – Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, setelah kita pegang semua itu, lahirlah NKRI. Sejarah sudah mencatat itu,” kata Farhan. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/