alexametrics
26 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Pemilik Sisik Trenggiling Divonis Setahun Penjara

KETAPANG – Pengadilan Negeri Ketapang kembali menyidangkan perkara konservasi sumber daya alam dengan terdakwa Phiong Bui Min (37), pada Kamis (26/8) lalu. Sidang tersebut adalah sidang ketujuh yang juga merupakan sidang terkahir dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim.

Sebelumnya, Phiong Bui Min, didakwa telah melanggar pasal 21 ayat (2) huruf D Jo pasal 40 ayat (1) Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun, atas kepemilikan sisik trenggiling (manis javanica) seberat 4,5 kilogram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut Phiong Bui Min, kurungan penjara selama 18 bulan dan denda Rp25 juta. Setelah melalui beberapa pertimbangan, majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa satu tahun kurungan penjara dan denda Rp10 juta subsider dua bulan kurungan penjara. Sementara barang bukti sisik trenggiling dikembalikan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk dijadikan penelitian.

Baca Juga :  CMI Beri Latihan Dasar Gerakkan Ekonomi Keluarga

Phiong Bui Min ditangkap di rumahnya di Jalan Ketapang-Sukadana RT 10 RW 05 Desa Kuala Tolak, Matan Hilir Utara pada 23 April 2021. Terdakwa memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia berupa sisik trenggiling seberat 4,5 kilogram.

Penangkapan terhadap terdakwa berawal dari adanya kegiatan operasi pengamanan peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi di wilayah Ketapang yang dilakukan oleh Tim SPORC Brigade Bekatan bersama Korwas PPNS Polda Kalbar, diperoleh informasi terkait adanya kepemilikan dan transaksi jual beli sisik trenggiling. Pada 23 April 2021, tim mendatangi dan melakukan penggeledahan di rumah terdakwa.

Baca Juga :  Polisi Amankan Ricuh Massa di Kantor KPU

Dari rumah terdakwa polisi menemukan sisik trenggiling seberat 4,5 kilogram yang dikemas dalam kardus warna coklat yang disimpan terdakwa di bawah meja makan ruang dapur. Terdakwa mengaku mendapatkan sisik trenggiling itu dari hasil pembelian kepada pemburu yang berada di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara pada Februari 2021. Rencananya sisik trenggiling itu akan dijual ke Pontianak. (afi)

KETAPANG – Pengadilan Negeri Ketapang kembali menyidangkan perkara konservasi sumber daya alam dengan terdakwa Phiong Bui Min (37), pada Kamis (26/8) lalu. Sidang tersebut adalah sidang ketujuh yang juga merupakan sidang terkahir dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim.

Sebelumnya, Phiong Bui Min, didakwa telah melanggar pasal 21 ayat (2) huruf D Jo pasal 40 ayat (1) Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun, atas kepemilikan sisik trenggiling (manis javanica) seberat 4,5 kilogram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut Phiong Bui Min, kurungan penjara selama 18 bulan dan denda Rp25 juta. Setelah melalui beberapa pertimbangan, majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa satu tahun kurungan penjara dan denda Rp10 juta subsider dua bulan kurungan penjara. Sementara barang bukti sisik trenggiling dikembalikan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk dijadikan penelitian.

Baca Juga :  13 Desa Rawan Karhutla, Operasi Karuna 2019 Dimulai

Phiong Bui Min ditangkap di rumahnya di Jalan Ketapang-Sukadana RT 10 RW 05 Desa Kuala Tolak, Matan Hilir Utara pada 23 April 2021. Terdakwa memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia berupa sisik trenggiling seberat 4,5 kilogram.

Penangkapan terhadap terdakwa berawal dari adanya kegiatan operasi pengamanan peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi di wilayah Ketapang yang dilakukan oleh Tim SPORC Brigade Bekatan bersama Korwas PPNS Polda Kalbar, diperoleh informasi terkait adanya kepemilikan dan transaksi jual beli sisik trenggiling. Pada 23 April 2021, tim mendatangi dan melakukan penggeledahan di rumah terdakwa.

Baca Juga :  CMI Beri Latihan Dasar Gerakkan Ekonomi Keluarga

Dari rumah terdakwa polisi menemukan sisik trenggiling seberat 4,5 kilogram yang dikemas dalam kardus warna coklat yang disimpan terdakwa di bawah meja makan ruang dapur. Terdakwa mengaku mendapatkan sisik trenggiling itu dari hasil pembelian kepada pemburu yang berada di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara pada Februari 2021. Rencananya sisik trenggiling itu akan dijual ke Pontianak. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/