alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Lanjutkan Pembangunan Lima Tahun ke Depan

LIMA tahun sudah Martin Rantan-Suprapto S, memimpin Ketapang. Sejumlah prestasi berhasil ditorehkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang ini. Di antaranya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, capaian lainnya juga berhasil ditorehkan pasangan yang berhasil menang di Pilkada 2015 melalui jalur independen ini.

Pasangan Martin-Suprapto dilantik pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Kalbar saat itu, Cornelis. Masa jabatan pasangan ini akan berakhir pada 17 Februari 2021. Namun, menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, Martin-Suprapto S, telah menyelesaikan sebagian tugasnya. Sebagian lagi akan dilanjutkan di masa kepemimpinan Martin-Farhan lima tahun ke depan.

Pasangan Martin-Suprapto mengusung visi “Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera”. Sementara enam poin misi menjadi target kerjanya selama lima tahun. Eman poin tersebut di antaranya, melaksanakan kepemerintahan yang baik, meningkatkan infrastruktur daerah, meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, serta mningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di Ketapang.

Meski tak seutuhnya menuntaskan visi-misinya, Martin Rantan bertekad untuk melanjutkan dan menyelesaikan rencana pembangunan yang telah dimulai sejak lima tahun lalu. Untuk lima tahun ke depan, Martin akan didampingi oleh Farhan, sebagai Wakil Bupati Ketapang yang berhasil menang pada Pilkada Ketapang 2020 lalu.

Baca Juga :  Bupati: Pembangunan Rumdah Wujud Sanggau Budiman

Sebelum akhir masa jabatannya, Martin-Suprapto telah melakukan sejumlah pembangunan. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, perekonomian hingga pembangunan infrastruktur jalan. Tak hanya di kawasan kota dan pesisir, pembangunan jalan dan jembatan juga dilakukan di daerah pedalaman Ketapang. Ini merupakan sebuah bentuk pembangunan yang berkeadilan.

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang mendapatkan perhatian serius. Penyediaan sarana dan prasrana untuk menunjang pendidikan dibangun. Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, penyedian tenaga pendidik juga mulai ditata dan tidak menumpuk di pusat kota.

Di bidang kesehatan, Martin-Suprapto, telah membangun dan meresmikan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah pedalaman Ketapang. Pembangunan puskesmas yang lebih memadai di daerah pedalaman ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang merata hingga ke daerah pelosok. Selain puskesmas, pustu juga telah didirikan untuk membantu masyarakat lebih dekat dengan pusat pengobatan kesehatan.

Baca Juga :  DPRD Ketapang Soroti Proyek Pematang Gadung-Pelang; Kurang Pengawasan, Progresnya Hanya 38 Persen

Di tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda. Untuk menanggulangi dan mengatasi dampak pandemi tersebut, Pemda Ketapang mengalokasikan dana lebih dari Rp100 miliar. Dana tersebut digunakan untuk beberapa sektor. Mulai dari penanggulangan dan penanganan, hingga dampak Covid-19. Hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan Pemda Ketapang tetap memberikan perhatian serius terhadap pandemi ini.

Di bidang perekonomian, sejumlah pusat perekonomian didirikan. Mulai dari pasar desa hingga stimulan terhadap Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Pasar desa dan Bumdes ini telah banyak dibangun dan diresmikan Martin-Suprapto selama lima tahun memimpin Ketapang. Diharapkan, pasar desa dan Bumdes ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

Sedangkan untuk infrastruktur, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan telah dilaksanakan. Di antaranya pembangunan dan perbaikan Jalan Pelang-Tumbang Titi yang menelan biaya hingg Rp50 miliar lebih. Selain itu, pembangunan ruas Jalan Tanjungpura juga sudah dimulai, meski tak sepenuhnya tuntas dan akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Termasuk juga jalan-jalan lainnya yang ada di daerah pedalaman Ketapang. (*)

LIMA tahun sudah Martin Rantan-Suprapto S, memimpin Ketapang. Sejumlah prestasi berhasil ditorehkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang ini. Di antaranya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, capaian lainnya juga berhasil ditorehkan pasangan yang berhasil menang di Pilkada 2015 melalui jalur independen ini.

Pasangan Martin-Suprapto dilantik pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Kalbar saat itu, Cornelis. Masa jabatan pasangan ini akan berakhir pada 17 Februari 2021. Namun, menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, Martin-Suprapto S, telah menyelesaikan sebagian tugasnya. Sebagian lagi akan dilanjutkan di masa kepemimpinan Martin-Farhan lima tahun ke depan.

Pasangan Martin-Suprapto mengusung visi “Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera”. Sementara enam poin misi menjadi target kerjanya selama lima tahun. Eman poin tersebut di antaranya, melaksanakan kepemerintahan yang baik, meningkatkan infrastruktur daerah, meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, serta mningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di Ketapang.

Meski tak seutuhnya menuntaskan visi-misinya, Martin Rantan bertekad untuk melanjutkan dan menyelesaikan rencana pembangunan yang telah dimulai sejak lima tahun lalu. Untuk lima tahun ke depan, Martin akan didampingi oleh Farhan, sebagai Wakil Bupati Ketapang yang berhasil menang pada Pilkada Ketapang 2020 lalu.

Baca Juga :  Bupati: Pembangunan Rumdah Wujud Sanggau Budiman

Sebelum akhir masa jabatannya, Martin-Suprapto telah melakukan sejumlah pembangunan. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, perekonomian hingga pembangunan infrastruktur jalan. Tak hanya di kawasan kota dan pesisir, pembangunan jalan dan jembatan juga dilakukan di daerah pedalaman Ketapang. Ini merupakan sebuah bentuk pembangunan yang berkeadilan.

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang mendapatkan perhatian serius. Penyediaan sarana dan prasrana untuk menunjang pendidikan dibangun. Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, penyedian tenaga pendidik juga mulai ditata dan tidak menumpuk di pusat kota.

Di bidang kesehatan, Martin-Suprapto, telah membangun dan meresmikan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah pedalaman Ketapang. Pembangunan puskesmas yang lebih memadai di daerah pedalaman ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang merata hingga ke daerah pelosok. Selain puskesmas, pustu juga telah didirikan untuk membantu masyarakat lebih dekat dengan pusat pengobatan kesehatan.

Baca Juga :  Tim Gugus Tugas Covid-19 Gencarkan Operasi Yustisi

Di tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda. Untuk menanggulangi dan mengatasi dampak pandemi tersebut, Pemda Ketapang mengalokasikan dana lebih dari Rp100 miliar. Dana tersebut digunakan untuk beberapa sektor. Mulai dari penanggulangan dan penanganan, hingga dampak Covid-19. Hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan Pemda Ketapang tetap memberikan perhatian serius terhadap pandemi ini.

Di bidang perekonomian, sejumlah pusat perekonomian didirikan. Mulai dari pasar desa hingga stimulan terhadap Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Pasar desa dan Bumdes ini telah banyak dibangun dan diresmikan Martin-Suprapto selama lima tahun memimpin Ketapang. Diharapkan, pasar desa dan Bumdes ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

Sedangkan untuk infrastruktur, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan telah dilaksanakan. Di antaranya pembangunan dan perbaikan Jalan Pelang-Tumbang Titi yang menelan biaya hingg Rp50 miliar lebih. Selain itu, pembangunan ruas Jalan Tanjungpura juga sudah dimulai, meski tak sepenuhnya tuntas dan akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Termasuk juga jalan-jalan lainnya yang ada di daerah pedalaman Ketapang. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/