alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Wuryanono Ajak Semua jadi Polisi untuk Diri Sendiri

KETAPANG – AKBP Wuryantono, mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Ketapang. Selanjutnya, Wuryantono akan menjabat sebagai Wakil Direktur Samapta Polda Kalimantan Barat. Sebelum meninggalkan Ketapang, dia berpesan agar masyarakat selalu menjaga kamtibmas dan menjadi polisi bagi diri sendiri.

Wuryantono menjabat Kapolres Ketapang selama 14 bulan. Berdasarkan surat telegram dari Kapolri pada 26 Juli 2021, Wuryanono mendapatkan jabatan baru sebagai Wadir Samapta Polda Kalbar. Sementara Kapolres Ketapang akan digantikan oleh AKBP Yani Permana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kubu Raya.

Selama bertugas di Ketapang, Wuryantoni mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap masyarakat Ketapang. Salah satunya, masyarakat Ketapang yang sangat bersahaja. Selama menjabat kapolres, dia mengaku masyarakat bisa bersinergi dengan polisi dalam menjaga kamtibmas di Ketapang.

“Saya bertugas di Ketapang selama 14 bulan. Selama bertugas di Ketapang, terkait situasi kamtibmas, masyarakat Ketapang tertib dan menghargai keberadaan polisi, apalagi ketika polisi menjalankan tugas dalam penegakan hukum,” katanya, Sabtu (31/7).

Baca Juga :  Salurkan 500 Paket Sembako

Wuryantono melanjutkan, masyarakat Ketapang sangat heterogen. Berbagai suku, agama dan golongan ada di Ketapang. Namun, keheterogenan tersebut tidak membuat masyarakat Ketapang terpecah, justru sebaliknya. Hal inilah yang menandakan Ketapang merupakan daerah maju.

Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat Ketapang dapat terus menjaga kondisi kamtibmas Ketapang yang kondusif. Serta tidak kalah pentingnya adalah menjadi polisi bagi diri sendiri. “Masyarakat harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, situasi kamtibmas bisa terbentuk jika diri sendiri bisa menjaga dan disiplin,” pesannya.

Selama bertugas di Ketapang, dia dan jajarannya memiliki trik tersendiri dalam penanganan persoalan di tengah masyarakat. Salah satunya selalu pro aktif mencari tahu terlebih dahulu persoalan apa yang terjadi dan penyelesaian seperti apa yang diperlukan. “Kami mengkedepankan bahwa polisi sebagai mediator dalam penanganan masalah yang unsur pidananya tidak terpenuhi. Namun jika masalah memenuhi unsur pidana, maka langsung diproses hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Borong Oleh-oleh Khas Ketapang

Wuryantono mengaku, pihaknya memiliki beberapa program yang dijalankan, terlebih di saat pandemi Covid-19. Di antaranya program Jumat Berkah Jumat Berbagi. Pihaknya menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan yang terkena dampak pandemi covid.

Kemudian, program Gowes Kamtibmas. Selain patroli menggunakan sepeda, sekaligus memberi imbauan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. “Ketiga, Polres Ketapang beragam dalam kebersamaan. Di sini kita silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat. Kemudian program satpam trendi. Di Ketapang banyak perusahaan, sehingga satpam di setiap perusahaan mampu mengantisipasi situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Dia berharap kepada masyarakat untuk senantiasa membantu tugas polisi dalam mengayomi dan melayani masyarakat. Dia juga berharap, program yang ada dapat dilanjutkan, bahkan bisa ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga kamtibmas di Ketapang selalu terjaga. “Menjaga agar daerah tetap aman dan damai adalah tugas kita bersama,” tutup Wuryantono. (afi)

KETAPANG – AKBP Wuryantono, mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Ketapang. Selanjutnya, Wuryantono akan menjabat sebagai Wakil Direktur Samapta Polda Kalimantan Barat. Sebelum meninggalkan Ketapang, dia berpesan agar masyarakat selalu menjaga kamtibmas dan menjadi polisi bagi diri sendiri.

Wuryantono menjabat Kapolres Ketapang selama 14 bulan. Berdasarkan surat telegram dari Kapolri pada 26 Juli 2021, Wuryanono mendapatkan jabatan baru sebagai Wadir Samapta Polda Kalbar. Sementara Kapolres Ketapang akan digantikan oleh AKBP Yani Permana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kubu Raya.

Selama bertugas di Ketapang, Wuryantoni mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap masyarakat Ketapang. Salah satunya, masyarakat Ketapang yang sangat bersahaja. Selama menjabat kapolres, dia mengaku masyarakat bisa bersinergi dengan polisi dalam menjaga kamtibmas di Ketapang.

“Saya bertugas di Ketapang selama 14 bulan. Selama bertugas di Ketapang, terkait situasi kamtibmas, masyarakat Ketapang tertib dan menghargai keberadaan polisi, apalagi ketika polisi menjalankan tugas dalam penegakan hukum,” katanya, Sabtu (31/7).

Baca Juga :  Siapkan Paket Sembako untuk Korban Banjir

Wuryantono melanjutkan, masyarakat Ketapang sangat heterogen. Berbagai suku, agama dan golongan ada di Ketapang. Namun, keheterogenan tersebut tidak membuat masyarakat Ketapang terpecah, justru sebaliknya. Hal inilah yang menandakan Ketapang merupakan daerah maju.

Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat Ketapang dapat terus menjaga kondisi kamtibmas Ketapang yang kondusif. Serta tidak kalah pentingnya adalah menjadi polisi bagi diri sendiri. “Masyarakat harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, situasi kamtibmas bisa terbentuk jika diri sendiri bisa menjaga dan disiplin,” pesannya.

Selama bertugas di Ketapang, dia dan jajarannya memiliki trik tersendiri dalam penanganan persoalan di tengah masyarakat. Salah satunya selalu pro aktif mencari tahu terlebih dahulu persoalan apa yang terjadi dan penyelesaian seperti apa yang diperlukan. “Kami mengkedepankan bahwa polisi sebagai mediator dalam penanganan masalah yang unsur pidananya tidak terpenuhi. Namun jika masalah memenuhi unsur pidana, maka langsung diproses hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Penerbangan Bebas Tes Covid-19, Harga Tiket Pesawat Melambung

Wuryantono mengaku, pihaknya memiliki beberapa program yang dijalankan, terlebih di saat pandemi Covid-19. Di antaranya program Jumat Berkah Jumat Berbagi. Pihaknya menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan yang terkena dampak pandemi covid.

Kemudian, program Gowes Kamtibmas. Selain patroli menggunakan sepeda, sekaligus memberi imbauan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. “Ketiga, Polres Ketapang beragam dalam kebersamaan. Di sini kita silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat. Kemudian program satpam trendi. Di Ketapang banyak perusahaan, sehingga satpam di setiap perusahaan mampu mengantisipasi situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Dia berharap kepada masyarakat untuk senantiasa membantu tugas polisi dalam mengayomi dan melayani masyarakat. Dia juga berharap, program yang ada dapat dilanjutkan, bahkan bisa ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga kamtibmas di Ketapang selalu terjaga. “Menjaga agar daerah tetap aman dan damai adalah tugas kita bersama,” tutup Wuryantono. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/