alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Delapan  Desa di Sungai Laur Terendam Banjir

KETAPANG – Delapan desa di Kecamatan Sungai Laur terendam banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi di wilayah tersebut. Meski tidak ada korban jiwa dan tidak merusak permukiman, masyarakat masih mewaspadai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

Camat Sungai Laur, Andreas Hardi, mengatakan sedikitnya ada delapan desa yang terendam banjir akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air di delapan desa tersebut bervariasi. “Desa yang terendam banjir di antaranya Desa Harapan Baru, Sepotong, Selangkut Rata, Bengaras, Sempurna, Teluk Mutiara, Suka Ramai dan Desa Teluk Bayur,” katanya, kemarin (2/1).

Dia menjelaskan, banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 hinggga 50 centi meter. Bahkan air juga mulai memasuki areal pemukiman warga. Namun diakuinya, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerugian material lainnya. “Sejauh ini juga belum ada warga yang mengungsi. Kejadian sudah kita informasikan ke BPBD dan kita juga sudah imbau dan minta warga untuk selalu waspada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terapkan e-Hibah, Silakan Buka Website

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar Purwanto, membenarkan terjadinya banjir di beberapa desa di Kecamatan Sungai Laur. Hanya saja seperti apa detail kondisi yang terjadi di lokasi, dia mengaku masih belum mengetahui secara pasti. Pihaknya masih melakukan pengecekan ke lapangan.

Yunifar menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang didapatkan oleh pihaknya, ada delapan desa yang terdampak banjir. “Informasi yang kita dapatkan tadi malam dari pihak desa dan kecamatan ada delapan desa yang terdampak banjir. Kemudian tim reaksi cepat kita tadi pagi (Kamis; red) langsung meluncur ke Sungai Laur, khususnya ke Desa Harapan Baru yang infonya terdampak lebih parah dibanding beberapa desa lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kesal Ditagih Sewa Mobil, AN Tusuk Leher Leo

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa wilayah yang terkena banjir di luar informasi awal sebanyak delapan desa tersebut. Sementara seperti apa kondisi pasti di lapangan mengenai ketinggian air dan berapa kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir tersebut, pihaknya masih melakukan pendataan. Pihaknya juga baru turun kelapangan dan menunggu informasi lebih lanjut.

“Besok (Jumat; red) tim akan kita turunkan lagi. Yang jelas kita siap, termasuk untuk bantuan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun kita masih mendata dan memastikan kondisi di lapangan, apalagi di beberapa lokasi susah sinyal dan aksesnya juga jauh termasuk di Desa Harapan Baru,” pungkasnya. (afi)

 

 

KETAPANG – Delapan desa di Kecamatan Sungai Laur terendam banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi di wilayah tersebut. Meski tidak ada korban jiwa dan tidak merusak permukiman, masyarakat masih mewaspadai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

Camat Sungai Laur, Andreas Hardi, mengatakan sedikitnya ada delapan desa yang terendam banjir akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air di delapan desa tersebut bervariasi. “Desa yang terendam banjir di antaranya Desa Harapan Baru, Sepotong, Selangkut Rata, Bengaras, Sempurna, Teluk Mutiara, Suka Ramai dan Desa Teluk Bayur,” katanya, kemarin (2/1).

Dia menjelaskan, banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 hinggga 50 centi meter. Bahkan air juga mulai memasuki areal pemukiman warga. Namun diakuinya, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerugian material lainnya. “Sejauh ini juga belum ada warga yang mengungsi. Kejadian sudah kita informasikan ke BPBD dan kita juga sudah imbau dan minta warga untuk selalu waspada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bakti Kemanusiaan Gemawan dan Kelompok Masyarakat Sipil Kalbar untuk Korban Banjir

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar Purwanto, membenarkan terjadinya banjir di beberapa desa di Kecamatan Sungai Laur. Hanya saja seperti apa detail kondisi yang terjadi di lokasi, dia mengaku masih belum mengetahui secara pasti. Pihaknya masih melakukan pengecekan ke lapangan.

Yunifar menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang didapatkan oleh pihaknya, ada delapan desa yang terdampak banjir. “Informasi yang kita dapatkan tadi malam dari pihak desa dan kecamatan ada delapan desa yang terdampak banjir. Kemudian tim reaksi cepat kita tadi pagi (Kamis; red) langsung meluncur ke Sungai Laur, khususnya ke Desa Harapan Baru yang infonya terdampak lebih parah dibanding beberapa desa lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Banjir di Dusun Hilir Tengah Ngabang, Puluhan Rumah Terendam

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa wilayah yang terkena banjir di luar informasi awal sebanyak delapan desa tersebut. Sementara seperti apa kondisi pasti di lapangan mengenai ketinggian air dan berapa kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir tersebut, pihaknya masih melakukan pendataan. Pihaknya juga baru turun kelapangan dan menunggu informasi lebih lanjut.

“Besok (Jumat; red) tim akan kita turunkan lagi. Yang jelas kita siap, termasuk untuk bantuan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun kita masih mendata dan memastikan kondisi di lapangan, apalagi di beberapa lokasi susah sinyal dan aksesnya juga jauh termasuk di Desa Harapan Baru,” pungkasnya. (afi)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/