alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Ketua Koperasi Ditangkap  

Koperasi Syariah KSM Sandai Gelapkan Uang Nasabah

SANDAI – Ketua Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) di Kecamatan Sandai, AH (45), ditangkap polisi. AH dilaporkan salah satu nasabahnya, karena diduga menggelapkan uang nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum ditangkap, AH sempat melarikan diri ke sebuah rumah di kebun kelapa sawit.

Kapolsek Sandai, AKP Riwayansyah, mengatakan penangkapan terhadap AH, berdasarkan laporan dari salah satu nasabah Koperasi Syariah KSM. Nasabah tersebut merasa ditipu oleh pengurus koperasi. Saat hendak menarik uangnya dari koperasi, pihak keporasi berasalah jika uang di kas koperasi sudah tidak ada lagi. “Merasa ditipu, nasabah ini kemudian membuat perjanjian dengan pihak koperasi,” kata Riwayansyah, kemarin (1/2).

Pihak koperasi membuat perjanjian dengan nasabah pada 27 Januari 2020. Uang nasabah dijanjikan akan dikembalikan dalam kurun beberapa hari kedepan. Akan tetapi, bukannya mengembalikan uang nasabah, AH justru melarikan diri. Merasa ditipu, nasabah koperasi akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polsek Sandai.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari salah satu nasabah Koperasi Syariah KSM yang merasa ditipu. Nasabah tersebut mulai bergabung dan menyetorkan uangnya ke koperasi sejak 3 September 2019 sampai dengan 7 Januari 2020 dengan total Rp9,5 juta. Namun oada saat korban memerlukan uang dan hendak mengambil uang simpanan ke koperasi KSM, diketahui bahwa uang di kas koperasi tersebut sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Riwayansyah mengungkapkan, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri mulai beroperasi di Kecamatan Sandai pada Juni 2019. Koperasi tersebut merupakan koperasi simpan pinjam yang dipimpin oleh AH. Sejak berdiri sampai dengan saat ini, tercatat 1.467 orang nasabah dan 323 orang anggota simpan pinjam dengan total dana yang masuk sekitar Rp1,14 miliar.

Dugaan penggelapan dana nasabah mulai tercium sejak Januari 2020. Para nasabah mulai menarik uang dari koperasi. Namun sebagian nasabah tidak berhasil menarik uangnya karena uang di koperasi sudah tidak ada lagi. Pihak koperasi membuat perjanjian pengembalian uang. Akan tetapi sejak 27 Januari 2020, pelaku melarikan diri.

“Pada Jumat (31/1) sekitar pukul 11.00 WIB, AH diketahui berada di sebuah rumah di kebun yang berada di KM 6 Desa Sandai Kecamatan Sandai. AH ditangkap kemudian dibawa ke Mapolsek Sandai untuk dimintai keterangan. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat ini AH sudah ditetapkan sebagai tersangka penggelapan dana nasabah koperasi,” ungkap Riwayansyah.

Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu buah buku tabungan BNI berikut rekening koran atas nama Aries Hergiyantoro dengan saldo Rp2.944.841, satu buah buku tabungan BRI berikut dengan saldo Rp4.523.777, satu unit sepeda motor Honda Megapro nomor polisi KB 4570 GP, satu lembar kwitansi pembelian sebidang tanah di Sebadak Raya dengan nilai Rp9 juta, satu lembar kwitansi pembelian kebun plasma dengan luas 2 hektare di PT. LAB dengan harga Rp45 juta, satu buah buku tabungan Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri atas nama pelapor dan satu kardus dokumen penerimaan dan penyerahan uang nasabah.

Baca Juga :  Junaidi Wakafkan Dirinya untuk Mengabdi Kepada Masyarakat Ketapang

Saat ini polisi masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, termasuk akan memeriksa pengurus Koperasi Syariah KSM yang terletak di Dusun Indralaya Desa Sandai Kecamatan Sandai.

 

Direktur atau Dewan Pengawas jadi Tersangka

 

Polisi tetapkan Direktur atau Dewan Pengawas Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) berinisial PW sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Kayong Utara AKBP Asep Irpan Rosadi mengatakan Polres Kayong Utara sudah meminta keterangan kepada belasan saksi yang terlibat pada koperasi KSM di Teluk Melano ini.

Sampai saat ini Kapolres mengaku, pihaknya sedang melakukan pengembangan terhadap informasi yang diberikan para saksi dan tersangka. “Hasil gelar perkara tanggal 29, yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka per tanggal 30. Kita sudah mulai memeriksa 14 saksi dan kita juga sudah mengamankan beberapa barang bukti, bukti transfer dan sebagainya dan kita akan terus kembangkan aliran dana dari yang bersangkutan,” beber Kapolres, Jumat (31/1) di Sukadana kemarin.

Ia menjelaskan mengenai dana yang disetorkan per nasabah diakui berkisar angka 1,5 juta rupiah. Bila ditotalkan jumlah nasabah yang ada di Teluk Melano tidak menutup kemungkinan uang nasabah mencapai miliaran rupiah.

Tetapi kata dia, belum dapat disimpulkan secara pasti nominal angka milik nasabah Kecamatan Teluk Melano yang digelapkan pihak Koperasi KSM. “Keterangan beberapa saksi yang kita kumpulkan berkisaran 800 juta hingga 1 miliaran lebih. Karena awalnya mereka menyimpan simpanan pokok 1,5 juta dan korban yang kami data sekitar 1.400 orang,” ujarnya.

Sementara itu, informasi berkembang, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) memiliki beberapa kantor unit yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

Sedangkan di Kayong Utara, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri ada di Kecamatan Teluk Batang, Teras Pulau Maya, Unit Melano Dua. Untuk di Kabupaten Ketapang, ada unit Sungai Kelik, Sandai, Simpang Dua, Sungai Laur, Nanga Tayap, Tumbang Titi, Sungai Melayu, Jelai Hulu, Air Upas, Marau dan Manis Mata.

Baca Juga :  Cawabup Sahrani: Infrastruktur Harus Memadai untuk Menunjang Perekonomian Masyarakat Ketapang

“Itu hanya unit Melano Dua, kita bisa melihat berapa jumlah anggota dari koperasi tersebut. Dari situlah kita lihat dan ini sedang terus kita lidik. Sementara hanya di Teluk Melanau dulu, karena yang melapor baru disitu (KSM Teluk Melano), nanti baru kita menyebar, baru bisa kita simpulkan,” jelasnya.

Terkait kegelisahan masyarakat yang menjadi nasabah di Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM), AKBP Asep Irpan Rosadi meminta masyarakat tenang dan bersabar, karena saat ini diakui Kapolres, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tersangka sudah ditahan, sudah menjadi tersangka. Tidak perlu ada yang dibingungkan kami sedang berjalan, safari, maraton kurang lebih 5 desa 2 kecamatan. Kami sampaikan kepada masyarakat untuk percayakan kepada aparat dalam hal ini. Jangan bertanya sana sini, apa lagi infonya tidak valid, atau hoax, fitnah, percayakan prosesnya kepada kami,” imbuhnya.

Atas kasus ini, sejumlah pihak terkait menggelar rapat. Dari hasil rapat tersebut, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad menyampaikan beberapa poin yang akan diambil pihak Pemerintah Daerah Kayong Utara atas dugaan penggelapan ribuan dana nasabah di koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) ini.

“Sedang dilakukan proses penyidikan terhadap Direktur atau Ketua Pengawas KSM atas nama PW, sekaligus dilakukan pendekatan dan penyuluhan oleh Polres Kayong Utara,” jelas Effendi Ahmad di hadapan sejumlah wartawan, Jumat (31/1).

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban penggelapan koperasi KSM, wakil bupati juga meminta pihak berwajib menghentikan segala aktivitas koperasi ini. Karena diketahui beberapa hari lalu sebagian masyarakat mengaku tidak dapat melakukan penarikan uang di koperasi tersebut. “Jadi kita melakukan upaya pembekuan operasional koperasi KSM di Kayong Utara,” jelas  Effendi Ahmad.

Selain itu, juga diinstruksikan Inpektorat untuk melakukan audit terhadap aset milik koperasi KSM, karena hingga saat ini pihak Pemda Kayong Utara juga belum mengetahui pasti keberadaan dana nasabah, karena masih dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib. “Kita audit terhadap kegiatan KSM oleh inspektorat Kabupaten Kayong Utara. Membentuk satgas koordinasi supervisi dan pencegahan,” sambungnya.

Selain itu, pihak Pemda juga akan menginventarisir terhadap usaha–usaha sejenis yang ada di Kayong Utara. “Kita tetap melakukan pemantauan terhadap usaha–usaha sejenis  yang berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat,”pungkasnya. (afi/dan)

 

Koperasi Syariah KSM Sandai Gelapkan Uang Nasabah

SANDAI – Ketua Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) di Kecamatan Sandai, AH (45), ditangkap polisi. AH dilaporkan salah satu nasabahnya, karena diduga menggelapkan uang nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum ditangkap, AH sempat melarikan diri ke sebuah rumah di kebun kelapa sawit.

Kapolsek Sandai, AKP Riwayansyah, mengatakan penangkapan terhadap AH, berdasarkan laporan dari salah satu nasabah Koperasi Syariah KSM. Nasabah tersebut merasa ditipu oleh pengurus koperasi. Saat hendak menarik uangnya dari koperasi, pihak keporasi berasalah jika uang di kas koperasi sudah tidak ada lagi. “Merasa ditipu, nasabah ini kemudian membuat perjanjian dengan pihak koperasi,” kata Riwayansyah, kemarin (1/2).

Pihak koperasi membuat perjanjian dengan nasabah pada 27 Januari 2020. Uang nasabah dijanjikan akan dikembalikan dalam kurun beberapa hari kedepan. Akan tetapi, bukannya mengembalikan uang nasabah, AH justru melarikan diri. Merasa ditipu, nasabah koperasi akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polsek Sandai.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari salah satu nasabah Koperasi Syariah KSM yang merasa ditipu. Nasabah tersebut mulai bergabung dan menyetorkan uangnya ke koperasi sejak 3 September 2019 sampai dengan 7 Januari 2020 dengan total Rp9,5 juta. Namun oada saat korban memerlukan uang dan hendak mengambil uang simpanan ke koperasi KSM, diketahui bahwa uang di kas koperasi tersebut sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Riwayansyah mengungkapkan, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri mulai beroperasi di Kecamatan Sandai pada Juni 2019. Koperasi tersebut merupakan koperasi simpan pinjam yang dipimpin oleh AH. Sejak berdiri sampai dengan saat ini, tercatat 1.467 orang nasabah dan 323 orang anggota simpan pinjam dengan total dana yang masuk sekitar Rp1,14 miliar.

Dugaan penggelapan dana nasabah mulai tercium sejak Januari 2020. Para nasabah mulai menarik uang dari koperasi. Namun sebagian nasabah tidak berhasil menarik uangnya karena uang di koperasi sudah tidak ada lagi. Pihak koperasi membuat perjanjian pengembalian uang. Akan tetapi sejak 27 Januari 2020, pelaku melarikan diri.

“Pada Jumat (31/1) sekitar pukul 11.00 WIB, AH diketahui berada di sebuah rumah di kebun yang berada di KM 6 Desa Sandai Kecamatan Sandai. AH ditangkap kemudian dibawa ke Mapolsek Sandai untuk dimintai keterangan. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat ini AH sudah ditetapkan sebagai tersangka penggelapan dana nasabah koperasi,” ungkap Riwayansyah.

Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu buah buku tabungan BNI berikut rekening koran atas nama Aries Hergiyantoro dengan saldo Rp2.944.841, satu buah buku tabungan BRI berikut dengan saldo Rp4.523.777, satu unit sepeda motor Honda Megapro nomor polisi KB 4570 GP, satu lembar kwitansi pembelian sebidang tanah di Sebadak Raya dengan nilai Rp9 juta, satu lembar kwitansi pembelian kebun plasma dengan luas 2 hektare di PT. LAB dengan harga Rp45 juta, satu buah buku tabungan Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri atas nama pelapor dan satu kardus dokumen penerimaan dan penyerahan uang nasabah.

Baca Juga :  Bersihkan Sampah di Jalan Lingkar Kota

Saat ini polisi masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, termasuk akan memeriksa pengurus Koperasi Syariah KSM yang terletak di Dusun Indralaya Desa Sandai Kecamatan Sandai.

 

Direktur atau Dewan Pengawas jadi Tersangka

 

Polisi tetapkan Direktur atau Dewan Pengawas Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) berinisial PW sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Kayong Utara AKBP Asep Irpan Rosadi mengatakan Polres Kayong Utara sudah meminta keterangan kepada belasan saksi yang terlibat pada koperasi KSM di Teluk Melano ini.

Sampai saat ini Kapolres mengaku, pihaknya sedang melakukan pengembangan terhadap informasi yang diberikan para saksi dan tersangka. “Hasil gelar perkara tanggal 29, yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka per tanggal 30. Kita sudah mulai memeriksa 14 saksi dan kita juga sudah mengamankan beberapa barang bukti, bukti transfer dan sebagainya dan kita akan terus kembangkan aliran dana dari yang bersangkutan,” beber Kapolres, Jumat (31/1) di Sukadana kemarin.

Ia menjelaskan mengenai dana yang disetorkan per nasabah diakui berkisar angka 1,5 juta rupiah. Bila ditotalkan jumlah nasabah yang ada di Teluk Melano tidak menutup kemungkinan uang nasabah mencapai miliaran rupiah.

Tetapi kata dia, belum dapat disimpulkan secara pasti nominal angka milik nasabah Kecamatan Teluk Melano yang digelapkan pihak Koperasi KSM. “Keterangan beberapa saksi yang kita kumpulkan berkisaran 800 juta hingga 1 miliaran lebih. Karena awalnya mereka menyimpan simpanan pokok 1,5 juta dan korban yang kami data sekitar 1.400 orang,” ujarnya.

Sementara itu, informasi berkembang, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) memiliki beberapa kantor unit yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

Sedangkan di Kayong Utara, Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri ada di Kecamatan Teluk Batang, Teras Pulau Maya, Unit Melano Dua. Untuk di Kabupaten Ketapang, ada unit Sungai Kelik, Sandai, Simpang Dua, Sungai Laur, Nanga Tayap, Tumbang Titi, Sungai Melayu, Jelai Hulu, Air Upas, Marau dan Manis Mata.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Saya Berhenti dari DPRD Karena Mau Urus Rakyat

“Itu hanya unit Melano Dua, kita bisa melihat berapa jumlah anggota dari koperasi tersebut. Dari situlah kita lihat dan ini sedang terus kita lidik. Sementara hanya di Teluk Melanau dulu, karena yang melapor baru disitu (KSM Teluk Melano), nanti baru kita menyebar, baru bisa kita simpulkan,” jelasnya.

Terkait kegelisahan masyarakat yang menjadi nasabah di Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM), AKBP Asep Irpan Rosadi meminta masyarakat tenang dan bersabar, karena saat ini diakui Kapolres, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tersangka sudah ditahan, sudah menjadi tersangka. Tidak perlu ada yang dibingungkan kami sedang berjalan, safari, maraton kurang lebih 5 desa 2 kecamatan. Kami sampaikan kepada masyarakat untuk percayakan kepada aparat dalam hal ini. Jangan bertanya sana sini, apa lagi infonya tidak valid, atau hoax, fitnah, percayakan prosesnya kepada kami,” imbuhnya.

Atas kasus ini, sejumlah pihak terkait menggelar rapat. Dari hasil rapat tersebut, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad menyampaikan beberapa poin yang akan diambil pihak Pemerintah Daerah Kayong Utara atas dugaan penggelapan ribuan dana nasabah di koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) ini.

“Sedang dilakukan proses penyidikan terhadap Direktur atau Ketua Pengawas KSM atas nama PW, sekaligus dilakukan pendekatan dan penyuluhan oleh Polres Kayong Utara,” jelas Effendi Ahmad di hadapan sejumlah wartawan, Jumat (31/1).

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban penggelapan koperasi KSM, wakil bupati juga meminta pihak berwajib menghentikan segala aktivitas koperasi ini. Karena diketahui beberapa hari lalu sebagian masyarakat mengaku tidak dapat melakukan penarikan uang di koperasi tersebut. “Jadi kita melakukan upaya pembekuan operasional koperasi KSM di Kayong Utara,” jelas  Effendi Ahmad.

Selain itu, juga diinstruksikan Inpektorat untuk melakukan audit terhadap aset milik koperasi KSM, karena hingga saat ini pihak Pemda Kayong Utara juga belum mengetahui pasti keberadaan dana nasabah, karena masih dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib. “Kita audit terhadap kegiatan KSM oleh inspektorat Kabupaten Kayong Utara. Membentuk satgas koordinasi supervisi dan pencegahan,” sambungnya.

Selain itu, pihak Pemda juga akan menginventarisir terhadap usaha–usaha sejenis yang ada di Kayong Utara. “Kita tetap melakukan pemantauan terhadap usaha–usaha sejenis  yang berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat,”pungkasnya. (afi/dan)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/