alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Lulus Passing Grade, Belum Tentu Ikut SKB

Ratusan Peserta Lulus Passing Grade. 9 Peserta Tak Ikuti Tes

 KETAPANG – Hari pertama pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Ketapang, sudah ada ratusan peserta yang berhasil lulus passing grade. Dari 550 peserta yang mengikuti tes SKD di hari pertama, sekitar 200 peserta yang mendapatkan nilai di atas batas minimal passing grade yang ditetapkan. Namun demikian, meski lulus passing grade belum tentu bisa mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Tes SKD CPNS di lingkungan Pemda Ketapang dilaksanakan di laboratorium komputer SMKN 2 Ketapang. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ketapang memilih SMKN 2 sebagai lokasi tes SKD karena memiliki sarana komputer yang memadai. Ruang Computer Assisted Test (CAT) yang dimiliki BKPSDM Ketapang terbakar beberapa waktu yang lalu.

Pelaksanaan tes SKD dimulai dari 2-6 Februari 2020. Sebanyak 2.632 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes SKD. Dalam sehari pelaksanaan SKD dibagi menjadi lima sesi dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB. Satu kali sesi sebanyak 110 peserta ikut tes yang dibagi dalam tiga ruang tes.

Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN BKPSDM Kabupaten Ketapang, Endo, mengatakan pelaksanaan tes SKD di hari pertama berlangsung lancar. “Alhamdulillah berjalan lancar, sarana dan prasarana yang dipersiapkan berfungsi dengan baik. Komputer, listrik dan jaringan internet juga tidak ada masalah,” kata Endo, saat ditemui di SMKN 2 Ketapang, kemarin (2/2).

Hanya saja, jelas Endo, ada beberapa peserta yang tidak mengikuti tes di hari pertama. Ada yang memang tidak hadir tanpa alasan dan keterangan, serta masih ada peserta yang terlambat datang. “Pada sesi pertama tadi ada sembilan peserta yang tidak ikut tes. Delapan peserta tidak hadir tanpa ada keterangan. Sedangkan satu peserta tidak bisa ikut karena terlambat. Alasannya terlambat karena yang bersangkutan berasal dari hulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Pertama SKD P3K Ketapang Banyak Peserta tak Lulus  

Menurutnya, setiap peserta yang terlambat berdasarkan SOP, tidak dapat mengikuti tes. “Jangankan sampai telat satu jam, telat satu menit saja kalau server dari pusat sudah ditutup tidak bisa ikut lagi. Sementara peserta yang berasal dari hulu itu terlambatnya satu jam lebih. Jadi otomatis tidak bisa ikut,” ungkapnya.

Seharusnya, peserta yang akan mengikuti tes sudah mempersiapkan segala hal. Termasuk waktu kedatangan agar jangan sampai terlembat. Terlebih lagi 30 menit sebelum pelaksanaan tes peserta sudah harus berada di lokasi tes untuk melaksanakan registrasi. “Kita imbau kepada seluruh peserta agar benar-benar mempersiapkan segala macam yang diperlukan saat akan tes. Terlebih lagi persyaratan dan segala sesuatunya telah diumumkan jauh-jauh hari, bahkan sejak November 2019 lalu,” imbau Endo.

Sementara terkait banyaknya jumlah peserta yang lulus passing grade, Endo mengaku senang. Pasalnya, jika mengacu kepada pelaksanaan tes SKD tahun lalu, hanya sedikit sekali peserta yang lulus tes SKD. “Kita bersukur banyak yang lulus passing grade. Mudah-mudahan semua formasi terisi, karena di tahun lalu itu banyak formasi yang tidak terisi karena banyak peserta yang tidak lulus SKD,” paparnya.

Baca Juga :  UPDK Kapuas Tanam Mangrove di Ketapang

Dia menambahkan, pada sesi pertama pelaksanaan tes SKD yang diikuti oleh 110 peserta, 58 peserta lulus passing grade. Bahkan ada beberapa peserta yang mendapatkan nilai di atas 400. “Sampai sesi ketiga ini sudah ada 147 peserta yang lulus passing grade. Sesi keempat belum selesai dan masih ada sesi kelima. Mungkin sekitar 200 orang bisa lulus passing grade di hari pertama ini,” ujar Endo.

Banyaknya peserta yang lulus passing grade disebabkan oleh beberapa faktor. Selain karena nilai passing grade yang diturunkan dan tingkat kesulitas soal juga dikurangi, banyak peserta yang sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari serta mempunyai gambaran soal dari tahun lalu. “Apalagi sudah banyak contoh soal yang bisa dipelajari, jadi wajar saja banyak peserta yang mendapatkan nilai tinggi,” katanya.

Namun demikian, meski banyak peserta yang lulus passing grade, belum tentu lulus SKD dan bisa mengikuti tes SKB. Menurut Endo, masing-masing formasi hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi untuk mengikuti SKB. “Misalnya, formasi guru agama Islam di SMPN Tumbang Titi itu ada 50 peserta yang lulus passing grade, tapi hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi saja yang dinyatakan lulus SKD dan berhak mengikuti SKB,” tegas Endo.

“Sementara sisanya dinyatakan tidak lulus SKD dan hanya lulus passing grade saja. Jadi, semua formasi akan berlaku sama, hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi saja,” tambahnya. (afi)

Ratusan Peserta Lulus Passing Grade. 9 Peserta Tak Ikuti Tes

 KETAPANG – Hari pertama pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Ketapang, sudah ada ratusan peserta yang berhasil lulus passing grade. Dari 550 peserta yang mengikuti tes SKD di hari pertama, sekitar 200 peserta yang mendapatkan nilai di atas batas minimal passing grade yang ditetapkan. Namun demikian, meski lulus passing grade belum tentu bisa mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Tes SKD CPNS di lingkungan Pemda Ketapang dilaksanakan di laboratorium komputer SMKN 2 Ketapang. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ketapang memilih SMKN 2 sebagai lokasi tes SKD karena memiliki sarana komputer yang memadai. Ruang Computer Assisted Test (CAT) yang dimiliki BKPSDM Ketapang terbakar beberapa waktu yang lalu.

Pelaksanaan tes SKD dimulai dari 2-6 Februari 2020. Sebanyak 2.632 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes SKD. Dalam sehari pelaksanaan SKD dibagi menjadi lima sesi dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB. Satu kali sesi sebanyak 110 peserta ikut tes yang dibagi dalam tiga ruang tes.

Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN BKPSDM Kabupaten Ketapang, Endo, mengatakan pelaksanaan tes SKD di hari pertama berlangsung lancar. “Alhamdulillah berjalan lancar, sarana dan prasarana yang dipersiapkan berfungsi dengan baik. Komputer, listrik dan jaringan internet juga tidak ada masalah,” kata Endo, saat ditemui di SMKN 2 Ketapang, kemarin (2/2).

Hanya saja, jelas Endo, ada beberapa peserta yang tidak mengikuti tes di hari pertama. Ada yang memang tidak hadir tanpa alasan dan keterangan, serta masih ada peserta yang terlambat datang. “Pada sesi pertama tadi ada sembilan peserta yang tidak ikut tes. Delapan peserta tidak hadir tanpa ada keterangan. Sedangkan satu peserta tidak bisa ikut karena terlambat. Alasannya terlambat karena yang bersangkutan berasal dari hulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Coba Bunuh Diri, Pria Ini Panjat Tiang Listrik dan Gores Tangan Pakai Kaca

Menurutnya, setiap peserta yang terlambat berdasarkan SOP, tidak dapat mengikuti tes. “Jangankan sampai telat satu jam, telat satu menit saja kalau server dari pusat sudah ditutup tidak bisa ikut lagi. Sementara peserta yang berasal dari hulu itu terlambatnya satu jam lebih. Jadi otomatis tidak bisa ikut,” ungkapnya.

Seharusnya, peserta yang akan mengikuti tes sudah mempersiapkan segala hal. Termasuk waktu kedatangan agar jangan sampai terlembat. Terlebih lagi 30 menit sebelum pelaksanaan tes peserta sudah harus berada di lokasi tes untuk melaksanakan registrasi. “Kita imbau kepada seluruh peserta agar benar-benar mempersiapkan segala macam yang diperlukan saat akan tes. Terlebih lagi persyaratan dan segala sesuatunya telah diumumkan jauh-jauh hari, bahkan sejak November 2019 lalu,” imbau Endo.

Sementara terkait banyaknya jumlah peserta yang lulus passing grade, Endo mengaku senang. Pasalnya, jika mengacu kepada pelaksanaan tes SKD tahun lalu, hanya sedikit sekali peserta yang lulus tes SKD. “Kita bersukur banyak yang lulus passing grade. Mudah-mudahan semua formasi terisi, karena di tahun lalu itu banyak formasi yang tidak terisi karena banyak peserta yang tidak lulus SKD,” paparnya.

Baca Juga :  PLN Kerahkan Tim, Percepat Perbaikan Gangguan Mesin PLTU Ketapang

Dia menambahkan, pada sesi pertama pelaksanaan tes SKD yang diikuti oleh 110 peserta, 58 peserta lulus passing grade. Bahkan ada beberapa peserta yang mendapatkan nilai di atas 400. “Sampai sesi ketiga ini sudah ada 147 peserta yang lulus passing grade. Sesi keempat belum selesai dan masih ada sesi kelima. Mungkin sekitar 200 orang bisa lulus passing grade di hari pertama ini,” ujar Endo.

Banyaknya peserta yang lulus passing grade disebabkan oleh beberapa faktor. Selain karena nilai passing grade yang diturunkan dan tingkat kesulitas soal juga dikurangi, banyak peserta yang sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari serta mempunyai gambaran soal dari tahun lalu. “Apalagi sudah banyak contoh soal yang bisa dipelajari, jadi wajar saja banyak peserta yang mendapatkan nilai tinggi,” katanya.

Namun demikian, meski banyak peserta yang lulus passing grade, belum tentu lulus SKD dan bisa mengikuti tes SKB. Menurut Endo, masing-masing formasi hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi untuk mengikuti SKB. “Misalnya, formasi guru agama Islam di SMPN Tumbang Titi itu ada 50 peserta yang lulus passing grade, tapi hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi saja yang dinyatakan lulus SKD dan berhak mengikuti SKB,” tegas Endo.

“Sementara sisanya dinyatakan tidak lulus SKD dan hanya lulus passing grade saja. Jadi, semua formasi akan berlaku sama, hanya akan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi saja,” tambahnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/